Penyakit
23-02-2018

Diabetes Gestasional

Diabetes Gestasional (atau Diabetes Melitus Gestasional / GDM) adalah salah satu sub-tipe dari diabetes melitus, di mana perempuan yang tak pernah didiagnosis diabetes sebelumnya namun menunjukkan kadar glukosa darah yang tinggi selama kehamilan. Diabetes gestaional merupakan diabetes melitus yang terjadi hanya selama kehamilan dan pulih setelah melahirkan.

Pada wanita hamil, khususnya pada usia kandungan di atas 6 bulan, tingkat glukosa dalam darah akan meningkat melebihi batas normal. Sebagian orang bahkan beranggapan bahwa situasi ini alamiah dialami oleh wanita hamil.

Walaupun level glukosa akan kembali normal pasca-melahirkan, diabetes gestasional harus ditangani dengan baik. Jika tidak, maka si ibu akan beresiko mengembangkan diabetes tipe 2 setelah beberapa tahun pasca-kehamilan.

 

Hormon-hormon kehamilan dapat menghambat kerja insulin. Diabetes tipe ini disebabkan karena insulin tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya. Hormon kehamilan dapat menghalangi insulin untuk menjalankan fungsinya. Akibatnya level gula darah/glukosa dalam tubuh menjadi tinggi.

Gambar Proses Terjadinya Diabetes Pada Wanita Hamil (Gestasional)

Sumber : http://medicastore.com

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat menjadikan seseorang rentan terhadap diabetes gestasional:

  • Memiliki sejarah keluarga yang mengidap diabetes
  • Berusia di atas 25 tahun saat hamil
  • Memiliki tekanan darah tinggi
  • Memiliki berat badan tinggi sebelum hamil
  • Pernah melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4000g (makrosomia) sebelumnya

 

Biasanya diabetes gestasional tidak bergejala, atau hanya memiliki gejala yang ringan dan tidak mengancam nyawa. Kadar gula darah biasanya kembali normal setelah persalinan.

Gejala-gejala yang dapat muncul antara lain :

  • Penglihatan kabur
  • Kelelahan
  • Sering mengalami infeksi, misalnya infeksi kandung kemih, infeksi vagina, atau infeksi pada kulit
  • Sering haus
  • Sering berkemih
  • Mual dan muntah
  • Penurunan berat badan, meskipun nafsu makan meningkat

Seperti disebutkan di atas, bahwa umumnya diabetes gestasional tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga dibutuhkan proses tes dan screening pada setiap wanita hamil untuk mendeteksi penyakit ini.

 

Diabetes gestasional biasanya dimulai pada pertengahan kehamilan. Setiap wanita hamil sebaiknya melakukan pemeriksaan toleransi glukosa oral saat usia kehamilan 24-28 minggu untuk melihat apakah terjadi keadaan ini. Wanita yang memiliki risiko untuk terjadi diabetes gestasional harus melakukan pemeriksaan lebih awal.

Jika sekali terdiagnosa menderita diabetes gestasional, maka untuk selanjutnya perlu dilakukan pemeriksaan kadar gula darah secara teratur.

*GDS : Gula Darah Sewaktu/ GDP : Gula Darah Puasa/ TTGO : Tes Toleransi Glukosa Oral

Tabel Mendiagnosa Diabetes Gestasional

Sumber : http://medicastore.com

 

Tujuan terapi diabetes gestasional adalah untuk menjaga agar kadar gula darah tetap berada dalam batas normal (kadar glukosa darah puasa <95mg/dl dan kadar glukosa 2 jam sesudah makan <120 mg/dl) selama kehamilan, serta untuk memastikan bahwa bayi yang dikandung tumbuh dengan sehat. Untuk itu bisa dilakukan beberapa hal :

  • Memantau kondisi bayi yang dikandung, pemantauan ibu dan janin dilakukan dengan pemeriksaan tinggi fundus uteri, USG, dan kardiotokografi.
  • Menjaga asupan makanan. Perbaiki pola makan dengan memakan beragam jenis makanan yang sehat. Batasi asupan lemak dan protein. Kurangi asupan makanan yang mengandung banyak gula, misalnya minuman suda dan jus buah.
  • Pemberian insulin dilakukan dan dipertimbangkan bila pengaturan diet selama 2 minggu tidak mencapai target kadar glukosa darah, pemberian insulin dimulai dengan dosis kecil yaitu 0,5-1,5 unit/kgBB/ hari.
  • Lakukan skrining diabetes kembali 6-12 minggu setelah bersalin. Ibu dengan riwayat diabetes melitus gestasional perlu diskrining diabetes setiap 3 tahun seumur hidup. Kadar gula darah biasanya akan kembali normal setelah persalinan. Namun, wanita yang mengalami diabetes gestasional harus tetap dipantau setelah melahirkan untuk melihat adanya tanda-tanda diabetes. Banyak wanita dengan diabetes gestasional mengalami diabetes dalam waktu 5-10 tahun setelah melahirkan.

Gambar Pemeriksaan Rutin Dilakukan Selama Kehamilan

Sumber : http://medicastore.com

 

  • Wanita hamil perlu memeriksakan kehamilan sejak awal dan lakukan secara teratur untuk menjaga kesehatan selama kehamilan. Lakukan pemeriksaan kehamilan saat usia kehamilan mencapai 24-28 minggu untuk deteksi dini diabetes gestasional.
  • Jika seorang wanita memiliki berat badan yang berlebih, turunkan BMI (Body Mass Index) ke nilai normal sebelum hamil, sehingga dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes gestasional.
  • Cara terbaik untuk meningkatkan kualitas diet wanita hamil adalah dengan mengkonsumsi berbagai makanan sehat. Periksa setiap label makanan dan konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pola diet yang tepat selama kehamilan. Secara umum, wanita yang terdiagnosa diabetes gestasional sebaiknya memperhatikan beberapa poin berikut:
    - Tidak terlalu banyak mengkonsumsi lemak dan protein Penuhi
    - karbohidrat melalui makanan yang mengandung buah dan sayuran,  - serta karbohidrat kompleks (roti, sereal dan nasi)
    - Kurangi konsumsi makanan yang mengandung banyak gula seperti soft-drink, jus buah, dan lain sebagainya.
  • Lakukan aktivitas dan olahraga ringan yang baik untuk wanita hamil dan kandungan, seperti senam kehamilan. Hal tersebut sangat berguna untuk keduanya, sekaligus menjaga level glukosa di dalam darah tetap normal.

Gambar Senam Ringan Serta Konsumsi Makanan Sehat Dapat Menjaga Level Glukosa  Darah Tetap Normal.

Sumber : http://medicastore.com

 

  • Z, David. Gestational Diabetes. Medline Plus. 2012.
  • www.who.or.id/ind/Gestational Diabetes,© edukia 2013 - World Health Organization Country Office for Indonesia