Penyakit
23-02-2018

Keracunan Aspirin

Aspirin (salisilat) biasanya tidak dianjurkan diberikan kepada anak-anak dan remaja karena berisiko untuk terjadi sindroma Reye. Tetapi pada penyakit tertentu (misalnya artritis rematoid juvenil) pemberian Aspirin kepada anak-anak/remaja dibenarkan/diperlukan.

Overdosis Aspirin (salisilisme) pada anak yang telah meminum Aspirin dosis tinggi selama beberapa hari biasanya bersifat lebih berat. Bentuk salisilat yang paling beracun adalah minyak wintergreen (metil salisilat), yang merupakan komponen dari obat gosok dan larutan penghangat. Seorang anak dapat meninggal karena menelan kurang dari 1 sendok teh metil salisilat murni.

Gejala awal terjadinya keracunan aspirin akut biasanya adalah mual dan muntah, kemudian diikuti dengan pernafasan yang cepat, telinga berdenging, dan berkeringat. Jika keracunan yang terjadi berat, penderita dapat mengalami demam, mengantuk, hiperaktif, bingung, kejang, kerusakan jaringan otot (rhabdomyolisis), gagal ginjal, dan kesulitan bernafas.

Gejala-gejala keracunan aspirin yang bertahap terjadi dalam beberapa hari atau minggu. Gejala yang paling sering terjadi adalah mengantuk, agak bingung, dan adanya halusinasi. Selain itu penderita juga bisa mengalami demam, nafas cepat dan pendek, penurunan tekanan darah, penurunan kadar oksigen di dalam darah, peningkatan kadar asam laktat di dalam darah, adanya cairan di dalam paru-paru (edema paru), kejang, dan pembengkakan pada otak.

Contoh darah dapat diambil untuk mengukur kadar pasti aspirin di dalam darah. Pengukuran pH darah dan juga kadar karbon dioksida atau bikarbonat di dalam darah juga dapat membantu untuk menentukan derajat keracunan yang terjadi. Pemeriksaan biasanya diulang beberapa kali selama pengobatan untuk melihat apakah telah terjadi perbaikan.

Sesegera mungkin diberikan arang aktif (activated charcoal) untuk membantu mengurangi penyerapan aspirin di dalam tubuh. Penderita perlu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Jika kondisi penderita memburuk meskipun telah mendapatkan terapi, maka perlu dilakukan hemodialisa (cuci darah) untuk menyaring zat-zat beracun (menghilangkan aspirin, salisilat lan, dan asam dari dalam darah).

Penanganan juga diberikan untuk mengatasi gejala-gejala lain yang ada, seperti demam atau kejang. Prognosis tergantung kepada kadar salisilat dalam darah. Kadar yang bisa menimbulkan keracunan adalah 150-300 mg/kg berat badan.

- O, Gerald F.; O, Rika. Aspirin Poisoning. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.