Penyakit
23-02-2018

Keracunan Hidrokarbon

Hidrokarbon adalah senyawa organik yang terdiri dari hidrogen dan karbon. Hidrokarbon banyak ditemukan di dalam minyak bumi, gas alam dan batubara. Banyak produk-produk rumah tangga yang mengandung hidrokarbon, antara lain produk-produk pembersih rumah, lem, plitur, terpentin, kerosen, dan bahan bakar lainnya.

Hidrokarbon bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan keracunan melalui berbagai cara, misalnya tertelan, terhirup, atau paparan langsung pada kulit. Angka kesakitan dan kematian tertinggi adalah pada anak-anak yang berusia kurang dari 5 tahun, akibat tidak sengaja menelan bahan yang mengandung hidrokarbon, biasanya berupa bensin, kerosen dan pengencer cat.

Anak remaja yang dengan sengaja menghirup bau lem, cat, spray pembersih, atau bensin agar menjadi mabuk lebih berisiko untuk mengalami keracunan hidrokarbon. Tindakan ini dapat menyebabkan gangguan irama jantung atau henti jantung yang bisa berakibat fatal, terutama jika setelah beraktivitas berat. Inhalasi (menghirup) toluene (salah satu komponen dari produk-produk ini) juga dapat menyebabkan kerusakan pada otak.

Keracunan hidrokarbon biasanya terjadi karena anak menelan produk-produk yang mengandung hidrokarbon, seperti bensin, minyak tanah, pengencer cat dan hidrokarbon terhalogenasi (misalnya karbon tetraklorida yang banyak ditemukan di dalam larutan dan pencair dry-cleaning atau etilen diklorida).

Hidrokarbon yang tertelan bisa masuk ke saluran nafas dan mengiritasi paru-paru, menyebabkan penumonitis akibat bahan kimia (pneumonia aspirasi). Aspirasi ke paru-paru biasanya terjadi pada hidrokarbon yang cair dan mudah mengalir, seperti plitur dan bensin. Hidrokarbon yang kental, seperti minyak lampu atau minyak motor, lebih jarang masuk ke saluran nafas, tetapi jika sampai terjadi dapat menyebabkan iritasi berat dan menetap.

Keracunan hidrokarbon yang berat juga dapat mempengaruhi otak, jantung, sumsum tulang, dan ginjal.

Penderita biasanya batuk dan tersedak setelah menelan atau menghirup hidrokarbon. Rasa panas seperti terbakar bisa dirasakan pada perut dan bisa terjadi muntah. Jika paru-paru terkena, maka penderita akan terus batuk. Nafas menjadi cepat dan kulit bisa berwarna kebiruan (sianosis) akibat kadar oksigen di dalam darah yang rendah. Pada anak kecil, anak bisa tampak sianosis, menahan nafas, dan batuk terus menerus. Terkadang kesulitan bernafas tidak terjadi hingga berjam-jam setelah hidrokarbon masuk ke dalam paru-paru.

Hidrokarbon yang tertelan juga dapat menyebabkan gejala-gejala neurologis, seperti mengantuk, gangguan koordinasi, kejang, stupor atau koma.

Keracunan hidrokarbon didiagnosa berdasarkan gambaran kejadian yang terjadi dan karakteristik bau yang ada, misalnya bau minyak tanah, pada nafas penderita atau pakaian atau kontainer yang terdapat di dekat penderita. Residu cat yang terdapat pada tangan atau di sekitar mulut menandakan bahwa sebelumnya penderita menghirup bau cat.

Pneumonia dan pneumonitis kimia dapat dipastikan dengan foto rontgen sinar-x dan dengan mengukur kadar oksigen di dalam darah. Jika diduga terjadi kerusakan otak, maka perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, seperti MRI.

Hydrocarbon Poisoning

Sumber : www.merckmanuals.com

Untuk mengatasi keracunan, pakaian yang terkontaminasi harus dilepaskan dan kulit yang terkena harus dicuci. Jika penderita telah berhenti batuk dan tersedak, terutama jika penderita tidak sengaja menelan zat dalam jumlah kecil, maka penderita mungkin masih bisa dirawat di rumah setelah memeriksakan diri ke dokter terlebih dahulu. Namun, penderita yang mengalami gangguan pernafasan harus di rawat inap di rumah sakit. Jika terjadi pneumonia atau pneumonitis akibat zat kimia, maka penderita perlu diberikan oksigen, dan jika terjadi gangguan nafas yang berat, maka mungkin diperlukan pemberian alat bantu pernafasan (ventilator). Pneumonia bisa dibantu diatasi dengan pemberian antibiotik.

Pemulihan dari pneumonia biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu, tetapi bisa juga lebih lama jika hidrokarbon yang masuk ke dalam paru-paru bersifat kental, misalnya minyak lampu atau minyak motor.

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya keracunan hidrokarbon :

  • Produk-produk yang mengandung hidrokarbon atau bahan-bahan berbahaya lainnya harus tetap disimpan pada tempat aslinya untuk menghindari kesalahan dalam mengenali dan kemungkinan terjadinya keracunan. Bahan-bahan beracun, seperti insektisida dan zat pembersih, jangan disimpan di dalam botol minum, meskipun hanya sementara.
  • Berikan label yang jelas pada setiap bahan yang berbahaya, kemudian simpan dan kunci di tempat yang tidak terjangkau anak-anak.

- O, Gerald F. O, Rika. Hydrocarbon Poisoning. Merck Manual Handbook. 2013.

- Centers for Disease Control and Prevention. Tips to Prevent Poisonings. Atlanta. 2013.