Penyakit
23-02-2018

Anafilaksis (Reaksi Alergi Akut)

Reaksi Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi yang terjadi secara tiba-tiba, menyeluruh, dan berpotensi menjadi berat dan mengancam nyawa.

Anafilaksis terjadi pada seseorang yang sebelumnya telah mengalami sensitisasi / paparan terhadap suatu alergen. Seperti reaksi alergi lainnya, anafilaksis biasanya tidak terjadi pada kontak pertama dengan alergen, tetapi pada pemaparan kedua atau pada pemaparan berikutnya.

Anafilaksis bisa tejadi sebagai respon terhadap berbagai alergen. Penyebab anafilaksis yang paling sering ditemukan adalah :

  • Gigitan/sengatan serangga
  • Serum kuda (digunakan pada beberapa jenis vaksin)
  • Alergi makanan
  • Alergi obat
  • Latex
  • Anafilaksis mulai terjadi ketika alergen masuk ke dalam aliran darah dan bereaksi dengan antibodi IgE. Reaksi ini merangsang sel-sel untuk melepaskan histamin dan zat-zat lain yang terlibat dalam reaksi kekebalan.

    Gejala-gejala yang bisa ditemukan antara lain :

    • Gejala pada saluran nafas, seperti hidung tersumbat, sesak nafas, batuk, dan bunyi mengi saat bernafas, akibat adanya penyempitan pada saluran nafas
    • Gejala pada saluran cerna, seperti nyeri atau kram perut, muntah, dan diare.
    • Penurunan tekanan darah dan bisa terjadi syok
    • Edema paru akibat cairan yang merembes ke dalam paru
    • Kaligata (urtikaria), dimana bisa timbul rasa gatal di seluruh tubuh dan kemerahan pada kulit
    • Angioedema
    • Gangguan irama jantung
    • Gelisah, cemas, bicara tidak jelas
    • Jantung berdebar-debar, denyut nadi cepat atau lemah

    gejala anafilaksis (rekasi alergi akut)

    Sumber : www.en.wikipedia.org

    Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik.

    Anafilaksis merupakan keadaan darurat yang memerlukan penanganan segera. Bila perlu, segera lakukan resusitasi kardiopulmonal, intubasi endotrakeal (pemasangan selang melalui hidung atau mulut ke saluran pernafasan) atau trakeostomi/krikotirotomi (pembuatan lubang di trakea untuk membantu pernafasan).

    Untuk mengatasi syok, diberikan cairan melalui infus dan obat-obatan untuk menyokong fungsi jantung dan peredaran darah. Antihistamin dan kortikosteroid bisa diberikan untuk meringankan gejala lainnya (setelah dilakukan tindakan penyelamatan).

    Contoh obat anti histamin adalah Chlorpheniramine, Diphenhydramine, Loratadine, Fexofenadine dan Cetirizine.

    Tindakan pencegahan yang paling baik adalah menghindari alergen penyebab reaksi alergi.

     

     

    - Peter J Delves. Anaphylactic Reactions. Merck Manual. 2008.