Penyakit
23-02-2018

Anak Hiperaktif

Perilaku hiperaktif mengarah pada adanya aktivitas yang terus menerus dan bersifat impulsif, agresif, dimana anak menjadi sulit untuk berkonsentrasi, serta mudah teralih.

Hiperaktivitas tidak selalu dapat ditentukan dengan mudah, tergantung dari pengamatan dan dampak perilaku anak pada orang-orang di sekitarnya (apakah membuat orang lain merasa terganggu atau tidak). Perilaku yang tampaknya berlebihan bagi seseorang belum tentu tampak berlebihan bagi orang lain. Anak yang masih kecil (antara usia 2-4 tahun) biasanya bersifat aktif dan jarang bisa duduk dengan tenang. Namun, perilaku ini merupakan bagian yang normal dari tahap perkembangan anak.

Hiperaktivitas pada anak bisa menimbulkan masalah, misalnya membuat anak kesulitan untuk belajar di sekolah atau kesulitan dalam berteman. Beberapa anak yang hiperaktif tampak jelas lebih aktif. Selain itu, mereka juga bisa memiliki kesulitan untuk memusatkan perhatian dan mempertahankannya dibanding dengan anak pada umumnya.

Penyebab hiperaktivitas pada anak berbeda-beda, antara lain :

  • Gangguan pemusatan perhatian - ADD (Attention Deficit Disorder)
  • Gangguan pada otak atau sistem saraf pusat
  • Gangguan emosi
  • Hipertiroidisme

Selain itu, hiperaktivitas juga bisa hanya merupakan tabiat anak yang normal yang terlalu dibesar-besarkan.

Beberapa perilaku hiperaktif pada anak yang dapat ditemukan :

  • terus bergerak, tidak bisa diam
  • berkeliaran ke mana-mana
  • banyak berbicara
  • sulit ikut dalam aktivitas yang tenang (misalnya membaca)

Hiperaktivitas bisa menyebabkan gangguan di sekolah dan konflik antara orang tua dan anak. Namun, banyak anak yang hiperaktif merasa tidak bahagia atau bahkan mengalami depresi. Perilaku hiperaktif bisa menyebabkan anak kesulitan untuk berteman dan bisa menjadi korban bullying. Anak-anak yang hiperaktif juga seringkali mendapatkan hukuman karena perilakunya.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Pemeriksaan fisik dan penunjang dapat dilakukan untuk membantu menyingkirkan penyebab lain yang mungkin, misalnya hipertiroidisme atau gangguan sistem saraf pusat.

Gerakan atau perilaku yang berlebihan seringkali berkurang seiring dengan bertambahnya usia anak dan menghilang saat masa remaja.

Orang dewasa biasanya menanggapi anak yang hiperaktif dengan cara memarahi atau menghukumnya. Namun, tindakan ini biasanya malah menyebabkan anak menjadi semakin aktif. Hiperaktivitas pada anak bisa dibantu dengan cara menghindari situasi-situasi dimana anak harus duduk tenang untuk waktu lama.

Anak perlu mendapatkan penanganan khusus oleh tenaga ahli jika :

  • hiperaktivitas pada anak tampaknya menetap
  • anak sangat aktif, agresif, impulsif, dan sulit untuk berkonsentrasi
  • tingkat aktivitas anak menyebabkan kesulitan dalam bersosialisasi atau kesulitan di sekolah

- K, Neil K. Hyperactivity. Medline Plus. 2012.