Penyakit
23-02-2018

Waspada Merokok Pada Anak

Dewasa ini, semakin banyak anak-anak yang mulai merokok. Awalnya, mereka mungkin hanya ingin coba-coba atau ditawari teman, tetapi beberapa anak bisa menjadi terus dan ketagihan untuk merokok. Membangun komunikasi yang baik dengan anak sejak dini bisa membantu orang tua untuk lebih mudah dalam mencegah dan menjaga anak untuk tidak merokok.

Anak-anak mungkin tertarik untuk merokok agar terlihat keren, bergaya seperti orang tua, dianggap kuat, berani, atau mungkin juga beranggapan bahwa dirinya bisa kurus dengan merokok. Selain itu, anak mungkin ikut merokok karena :

  • Orang tua mereka adalah perokok
  • Adanya tekanan dari teman sebaya, dimana anak dibujuk untuk merokok
  • Anak berpikir bahwa orang lain saja merokok, maka dirinya juga mau ikut merokok
  • Iklan rokok yang menarik, terutama untuk anak remaja

Shane and Sally

Sumber : www.smokefreekids.info

Efek jangka pendek yang bisa terjadi akibat merokok antara lain batuk dan iritasi tenggorokan. Dengan berjalannya waktu, bisa terjadi berbagai gangguan yang lebih berat, seperti peningkatan tekanan darah dan detak jantung, dan gangguan pernafasan. Merokok juga bisa menyebabkan terjadinya kanker, penyakit jantung dan paru. Tidak hanya merokok, dengan mengunyah tembakau saja, seseorang bisa menjadi ketagihan nikotin dan bisa menyebabkan terjadinya kanker mulut, penyakit gusi, dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk serangan jantung di kemudian hari.

Sumber : www.oxygen.org.au

Salah satu masalah utama dari merokok atau menggunakan tembakau adalah adanya zat kimia nikotin yang terkandung di dalamnya. Seseorang bisa menjadi kecanduan nikotin dalam waktu beberapa hari setelah pertama kali menggunakannya. Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa orang-orang yang merokok sejak usia dini lebih mungkin untuk menjadi pemakai zat-zat terlarang.

Perhatikan dan pantau anak dengan baik. Jika Anda mencium bau rokok pada pakaian anak, cobalah untuk tidak langsung memarahi atau menghukumnya. Pertama-tama tanyakan dulu pada anak, apakahn mereka pergi dengan teman-teman yang merokok atau mungkin juga ikut merokok.

Ada beberapa tanda lain akibat merokok yang bisa ditemukan, antara lain :

  • batuk
  • iritasi tenggorokan
  • serak
  • bau nafas yang tidak enak
  • menurunnya performa saat berolahraga
  • perubahan warna gigi dan pakaian (bisa terjadi akibat mengunyah tembakau)
  • sesak nafas

Jika anak ternyata merokok, maka terkadang anak tidak bisa langsung begitu saja dihentikan. Hal ini mungkin bisa membuat orang tua ingin marah, tetapi lebih baik untuk mencoba mengkomunikasikannya dengan baik ke anak.

Ada beberapa tips yang bisa membantu :

  • Hindari bersikap menggurui atau menceramahi anak
  • Ketahui apa yang membuat anak tertarik untuk merokok dan katakan apa keadaan yang sebenarnya
  • Seringkali anak tidak peduli bahwa perilakunya saat ini bisa mempengaruhi kondisi kesehatannya di kemudian hari. Oleh karena itu, cobalah untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai efek merokok.
  • Tegaslah pada peraturan yang telah dibuat mengenai larangan merokok, dan jangan biarkan anak merokok di rumah.
  • Bantulah anak untuk membuat rencana berhenti merokok, terutama jika telah terjadi kecanduan. Berikan pujian dan penghargaan bagi mereka karena memutuskan untuk berhenti merokok.
  • Tekankan manfaat yang akan ia dapat dengan berhenti merokok, misalnya kebebasan dari adiksi, memperbaiki kebugaran tubuh dan juga penampilan.

Pada kenyataannya, sebagian besar orang dewasa yang merokok mulai mencoba merokok sejak mereka masih berusia anak-anak. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memastikan bahwa anak-anak mengerti bahaya merokok. Dengan memberikan edukasi sejak dini pada anak mengenai risiko merokok dan membuat peraturan yang tegas untuk tidak merokok, bisa membantu melindungi anak dari kebiasaan yang tidak sehat ini. Beberapa cara yang bisa dilakukan antara lain :

  • Diskusikan topik ini dengan cara yang tidak membuat anak takut
  • Penting untuk terus mengatakan pada anak mengenai bahaya merokok, meskipun anak telah mengerti bahwa merokok tidak baik untuk tubuh.
  • Tanyakan pada anak apa yang menurut mereka menarik atau tidak menarik dari merokok. Dengarkan pendapat mereka dengan baik.
  • Cobalah untuk menonton bersama dengan anak. Berikan perbandingan mengenai gambaran merokok di media dengan keadaan yang terjadi sebenarnya.
Sumber : www.ehow.com
  • Dukung anak melakukan berbagai kegiatan yang mencegahnya merokok, misalnya olahraga.
  • Diskusikan berbagai cara untuk merespon tawaran merokok dari teman sebaya mereka. Anak harus memiliki rasa percaya diri untuk bisa mengatasi tekanan dari teman sebayanya. Berilah penghargaan bagi anak jika bisa melakukannya.
  • Dukung dan berilah dorongan untuk anak agar bisa menghindari teman-teman sebayanya yang tidak setuju dengan alasan anak untuk tidak merokok.
  • Jelaskan bahwa seberapa besar efek rokok pada kehidupan orang-orang yang menggunakannya. Bagaimana anak bisa memiliki uang untuk membelinya? Bagaimana jika mereka menggunakan uang yang mereka miliki untuk membeli barang lain yang mereka inginkan?
  • Buatlah peraturan yang tegas mengenai larangan merokok mulai di rumah dan jelaskan sebabnya, misalnya merokok membuat bau yang tidak enak, terlihat tidak baik, serta memberikan dampak yang buruk bagi kesehatan semua orang.

Shane and Sally

Sumber : www.smokefreekids.info

Selain itu, orang tua juga sebaiknya memberikan contoh untuk tidak merokok.

  • Jika orang tua tidak merokok, maka janganlah merokok. Tetapi jika merokok, maka berhentilah. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki orang tua perokok lebih mungkin untuk merokok dan menjadi perokok berat pada usia muda. Saat orang tua berhenti merokok, anak-anak akan ikut menghindari rokok dan lebih mungkin untuk berhenti jika mereka telah ikut merokok.
  • Jika orang tua merokok, buatlah anak melihat perjuangan Anda untuk berhenti merokok. Dengan demikian, anak akan menyadari bahwa berhenti merokok membutuhkan perjuangan yang keras dan betapa seriusnya mencoba-coba untuk merokok. Selain itu, perjuangan yang kuat dari orang tuanya untuk berhenti merokok juga akan menanamkan pesan yang kuat pada anak untuk tidak merokok.
  • Jagalah rumah untuk bebas rokok. Dengan membuat rumah bebas dari rokok, maka kemungkinan anak untuk merokok lebih kecil, bahkan jika orang tuanya ada yang merokok. Dengan melarang siapapun merokok di rumah, orang tua tidak hanya membuat pemahaman bahwa rokok merupakan sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi juga pernyataan kuat bahwa merokok adalah tindakan yang tidak diinginkan.

- American Lung Association. Preventing Smoking. www.lung.org

- D, Steven. Kids and Smoking. Kids Health. 2013.

- S, Lorna. How Parents Can Protect Their Kids From Becoming Addicted Smokers. 2013.

Campaign For Tobacco-Free Kids