Penyakit
23-02-2018

Plantar Fasciitis

Plantar fasciitis adalah peradangan pada plantar fascia, yaitu jaringan lunak yang berada di daerah telapak kaki.

Plantar fascitis

Peradangan pada plantar fascia

Sumber : http://static.guim.co.uk

Plantar fascia adalah jaringan lunak tebal berbentuk pita (ligamen) yang terdapat di telapak kaki, memanjang dari tulang tumit sampai jari-jari kaki. Plantar fascia menghubungkan tulang tumit dengan jari-jari kaki dan membentuk arkus atau lengkungan pada bagian bawah kaki.

Struktur anatomi plantar fascitis

Sumber : buderimosteopathy.com.au

Plantar fasciitis merupakan penyebab paling umum dan terbanyak dari nyeri tumit.

Plantar fasciitis terjadi karena adanya tarikan berlebihan (overstretched atau strain) pada daerah plantar fascia yang menyebabkan plantar fascia menjadi lemah, mengalami iritasi dan peradangan, bengkak dan nyeri.

Bila proses tarikan berlebihan dari plantar fascia terjadi secara berulang dalam jangka lama akan menyebabkan robekan-robekan kecil pada daerah plantar fascia dan robekan-robekan kecil ini akan menambah lemah plantar fascia dan menyebabkan peradangan berulang atau proses yang kronis.

 

Peradangan dan kerusakan kronik pada plantar fascia

Peradangan dan kerusakan kronik pada plantar fascia

Sumber : http://www.laserstim.net

Plantar fasciitis sering didapatkan pada kondisi-kondisi tertentu, seperti :

  • Seseorang yang berjalan dengan posisi kaki menekuk ke dalam berlebihan (excessive pronation).

Posisi kaki berjalan penyebab plantar fascitis

Posisi kaki saat berjalan

Sumber : https://muaytash.files.wordpress.com

  • Seseorang yang mempunyai arkus atau lengkungan kaki yang tinggi (high arches) maupun sebaliknya pada seseorang yang mempunyai arkus atau lengkungan kaki datar dan rata (flat feet). 

Jenis kaki dan sepatu yang cocok

Jenis lengkungan kaki

Sumber : http://www.hughston.com

  • Seseorang yang banyak berjalan, berlari, berdiri lama, olahraga seperti aerobic dance, loncat di permukaan yang keras atau tidak rata.
  • Seseorang dengan berat badan berlebih ; obesitas atau overweight

Penyebab plantar fascitis akibat tumpuan beban tubuh

Tumpuan beban tubuh menjadi beban plantar fascia

Sumber : http://www.northsiderunners.com.au

  • Seseorang yang menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau sepatu dengan insole yang sudah rusak atau yang keras.
  • Seseorang dengan otot betis yang tegang atau memendek. Penggunaan sepatu dengan tumit tinggi secara terus menerus dalam jangka lama akan meningkatkan risiko terjadinya pemendekan pada otot betis dan achilles. 

Sepatu bertumit tinggi penyebab plantar fascitis

Penggunaan sepatu bertumit tinggi menjadi pemicu ketegangan plantar fascia

Sumber : http://drshoe.files.wordpress.com

  • Wanita lebih banyak terkena dibanding pria. Biasanya mengenai usia 40-70 tahun tetapi dapat juga mengenai usia yang lebih muda bila banyak menggunakan kakinya berlebihan, seperti pada atlet lari marathon dsb.

Gejala dari Plantar fasciitis meliputi :

  • Nyeri pada tumit seperti ditusuk saat melangkah pertama kali ketika bangun tidur atau setelah duduk lama.
  • Nyeri akan dirasakan berkurang setelah melangkah atau berjalan beberapa langkah.
  • Pada sore hari nyeri dirasakan pegal atau nyeri tumpul dan akan berkurang bila kita mengistirahatkan kaki. Bila nyeri dirasakan terus menerus, berdenyut dan terlihat pembengkakan pada ujung tendo achilles di atas tumit maka kemungkinan suatu penyakit rematik atau peradangan tendo achilles yang disertai plantar fasciitis.
  • Nyeri pada tumit saat naik turun tangga atau setelah berdiri lama.
  • Bengkak, kemerahan dan nyeri tekan pada tumit.

Gejala plantar fascitis

Lokasi nyeri pada plantar fasciitis

Sumber : http://upload.wikimedia.org

Beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis, seperti :

  • Anamnesis atau tanya jawab mengenai rasa nyeri, riwayat aktifitas yang dijalani, penggunaan sepatu, dll.
  • Pemeriksaan fisik meliputi : Pemeriksaan daerah nyeri, bentuk telapak kaki, kekuatan otot, refleks-refleks tungkai bawah, konsistensi atau tonus otot, rasa raba atau sensibilitas, koordinasi dan keseimbangan tungkai bawah.
  • Pemeriksaan penunjang :
    • X-ray tulang-tulang kaki untuk melihat adanya kemungkinan patah tulang atau kelainan tulang bawaan (adanya pengapuran pada ujung tulang tumit bukan merupakan penyebab terjadinya plantar fasciitis, jadi adanya pengapuran pada ujung tulang tumit bisa diketemukan secara tidak sengaja dan tidak menyebabkan nyeri, sehingga tidak perlu pengobatan).
    • Pemeriksaan Ultrasonografi atau USG sangat bermanfaat sekali karena disamping aman, juga dapat melihat tulang, otot-otot dan jaringan lunak di sekitar sendi pergelangan kaki.
    • Pemeriksaan penunjang lain seperti MRI atau EMG tergantung adanya kemungkinan diagnosis penyakit lain yang dipikirkan dokter.

    Diagnosa plantar fascitis

  • Penebalan plantar fascia pada gambaran MRI

  •                                    Sumber : http://img.medscape.com

Plantar fasciitis dapat berkembang menjadi kondisi kronik apabila tidak dilakukan terapi. Kondisi ini pada akhirnya dapat mengganggu aktifitas keseharian karena timbulnya keluhan-keluhan yang berkaitan dengan kaki, lutut, paha dan punggung, karena kelainan plantar fasciitis dapat menyebabkan perubahan pada cara penderita berjalan.

Pengobatan plantar fasciitis terdiri dari non operatif (non pembedahan) dan operatif (pembedahan).

Pengobatan non operatif adalah pilihan utama karena 90% penderita akan sembuh sempurna tanpa masalah di kemudian hari dalam waktu beberapa bulan sampai satu tahun dengan pengobatan non operatif. Namun dibutuhkan kerja sama yang baik antara penderita dengan dokter, tidak hanya mengandalkan dokter. Terapi konservatif (non operatif) dilakukan untuk mengatasi dan mengurangi keluhan serta mencegah berulangnya kejadian.

1. Home treatment.

  • Mengistirahatkan kaki yang sakit. Hindari berjalan di permukaan yang kasar atau keras, dan hindari naik turun tangga. Dalam keadaan nyeri akut (terdapat bengkak, kemerahan dan nyeri berdenyut) pada daerah tumit dan pergelangan kaki, istirahatkan kaki selama satu minggu, bila perlu menggunakan tongkat pada saat berjalan.
  • Lakukan kompres dingin dengan es batu yang dibungkus atau dengan menggunakan cold-pack, untuk mengurangi nyeri dan bengkak. Kompress selama ± 20 menit 3 atau 4 kali dalam sehari.

Pengobatan plantar fascitis dengan kompres es

Kompres es untuk meredakan nyeri dan peradangan

Sumber : http://cdn.diyhealthremedy.com

  • Gunakan sepatu dengan insole yang lunak atau yang memberikan bantalan pada arkus kaki, dan gunakan bantalan khusus pada tumit yang biasanya terbuat dari silikon yang disebut heel cushion / heel pad / heel cup pada kedua tumit meskipun yang sakit hanya satu kaki.

Penggunaan bantalan khusus pada tumit

 

  • Jangan menggunakan sepatu yang sudah rusak untuk berolah raga atau berjalan.
  • Lakukan latihan peregangan otot-otot betis beberapa kali sehari, terutama pada saat bangun tidur.

Latihan untuk mengatasi plantar fascitis
Latihan Peregangan otot beti

Sumber : http://www.ldfootcare.com

  • Beberapa langkah latihan fisik yang dapat dilakukan untuk melatih peregangan plantar fascia, sebagai berikut :
    • Dalam posisi duduk, angkat kaki yang sakit dan silangkan diatas kaki yang sehat.
    • Dengan menggunakan tangan pada bagian kaki yang sakit, pegang jari-jari kaki yang sakit dan lakukan tarikan yang akan menciptakan ketegangan dan peregangan dari plantar fascia.
    • Periksa posisi peregangan plantar fascia di daerah lekukan kaki yang terkena, dan plantar fascia akan terasa teregang seperti senar gitar.
    • Tahan gerakan ini ± 10 hitungan dan lakukan pengulangan sebanyak 10 kali.
  • Jaga berat badan ideal, tidak boleh gemuk.
  • Sementara masih terasa nyeri jangan melakukan olah raga yang membebani sendi kaki berlebih ( high impact ), dianjurkan untuk berenang, sepeda, jalan lambat, senam peregangan ( low impact ).

2. Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan untuk mengurangi proses inflamasi seperti Corticosteroids sering dilakukan. Corticosteroid dapat diberikan dalam bentuk oral (diminum) ataupun injeksi pada area pergelangan tangan.

Injeksi corticosteroid umumnya diberikan pada proses akut dengan keluhan nyeri yang hebat. Injeksi harus dilakukan oleh dokter yang telah terlatih untuk melakukan tindakan ini.

Untuk pemakaian oral, harus hati-hati mengingat efek samping yang ditimbulkannya seperti penipisan kulit, memar, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi dan katarak. Orang-orang dengan ulkus peptikum, tekanan darah tinggi, infeksi yang tidak teratasi, diabetes, dan glaukoma sebaiknya tidak menggunakan kortikosteroid.

3. Terapi fisik (fisioterapi) dan latihan fisik.

Terapi fisik (Fisioterapi) merupakan perpaduan terapi menggunakan alat-alat ultrasound, low power laser dan pelatihan fisik untuk peregangan dan penguatan otot-otot tungkai. Semua alat terapi yang digunakan bertujuan untuk menghilangkan peradangan pada plantar fascia, memperbaiki dan mempertahankan kelenturan otot-otot betis dan sekitarnya.

 

 

Ultrasound adalah metode terapi dengan gelombang suara frekuensi tinggi (ultrasound) pada daerah yang terkena. Gelombang suara ini akan diubah menjadi panas pada jaringan tangan bagian dalam, sehingga melebarkan pembuluh darah dan memberikan suplai oksigen yang lebih banyak pada daerah yang cedera. Terapi ini seringkali diberikan bersama dengan latihan fisik dan dilakukan oleh dokter ahli.

Terapi ultrasound untuk plantar fascitis

Terapi Ultrasound

Sumber : http://4.bp.blogspot.com

4. Terapi Okupasi.

Terapi okupasi, adalah terapi yang bertujuan untuk menemukan cara sehingga penderita dapat melakukan aktivitas yang berkaitan dengan pekerjaan tanpa rasa nyeri dan mencegah kejadian berulang.

 

 

Umumnya dianjurkan penggunaan splint, tapping dan orthosis yang merupakan alat bantu khusus dengan fungsinya masing-masing, ditujukan untuk mempercepat penyembuhan peradangan dan nyeri dan mencegah terjadinya kekambuhan.

Sepatu khusus untuk terapi plantar fascitis
Penggunaan alat penyangga untuk mengurangi ketegangan plantar fascia

Sumber : http://www.medsupports.com

Terapi pembedahan (operatif) dilakukan jika timbul rasa nyeri yang hebat, dan dilakukan bila pengobatan non-operatif selama 1-2 tahun tidak memberikan hasil yang signifikan, atau masih didapatkan nyeri dan sangat mengganggu fungsi berjalan. Operasi dilakukan oleh dokter Spesialis bedah tulang (orthopedi).

Pencegahan dapat dilakukan melalui upaya-upaya :

  • Jaga berat badan ideal, tidak boleh gemuk.
  • Hindari menggunakan sepatu yang terlalu sempit atau sepatu dengan insole  yang sudah rusak atau yang keras.
  • Hindari menggunakan sepatu dengan tumit tinggi secara terus menerus dalam jangka lama karena akan meningkatkan risiko terjadinya pemendekan pada otot betis dan achilles.
  • Lakukan koreksi terhadap bentuk telapak kaki yang tidak normal (flat foot dan high arches) dengan penggunaan insole tambahan.
  • Hindari melakukan aktifitas yang menyebabkan peregangan berlebihan pada plantar fascia (berdiri lama, sering berlari, berjalan lama, olahraga seperti aerobic dance, dan loncat terlebih bila aktifitas tersebut dilakukan pada permukaan yang keras dan tidak rata.
  • Lakukan latihan untuk peregangan plantar fascia dan penguatan otot-otot betis secara teratur.

- Plantar Fasciitis. Mayoclinic. 2014.

- David Zelman. Plantar Fasciitis. webMD.2014.

- Plantar Fasciitis. American Orthopaedic Foot & Ankle Sociaety. 2014

- Plantar Fasciitis. Emedicine. Medscape. 2014