Penyakit
23-02-2018

ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura)

Penyakit ITP adalah singkatan dari Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Idiopathic berarti tidak diketahui penyebabnya. Thrombocytopenic berarti darah yang tidak cukup memiliki platelet (trombosit). Purpura berarti seseorang memiliki perdarahan yang terjadi umumnya pada kulit berupa bintik merah hingga ruam kebiruan/memar yang banyak (berlebihan). Anda mungkin juga mendengar istilah ITP ini sebagai singkatan dari Immune Thrombocytopenic Purpura.

Trombosit dalam darah turun bukan berarti terkena demam berdarah, karena pada penyakit ITP menunjukan jumlah trombosit dalam darah yang rendah sekali. Secara normal trombosit dalam darah berkisar antara 150.000-450.000/dl. Pada anak yang memiliki ITP kadar trombositnya bisa di bawah 50.000/dl, sehingga dapat menimbulkan perdarahan. Penyakit ITP di bagi dalam dua klasifikasi:

  • Akut yaitu jika sembuh dalam jangka 6 bulan
  • Kronik jika penyakit berlangsung selama 6 bulan atau lebih.

Gambar jumlah trombosit menurun pada ITP

Sumber: http://medicastore.com

 

Penyebab penyakit ITP ini tidak diketahui. Seseorang yang menderita penyakit ITP, dalam tubuhnya membentuk antibodi yang mampu menghancurkan sel-sel platelet/trombosit itu sendiri. Dalam kondisi normal, antibodi adalah respons tubuh yang sehat terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh, sedangkan pada penderita penyakit ITP, antibodinya menyerang sel-sel trombosit tubuhnya sendiri.

Biasanya penderita penyakit ITP akan mengalami beberapa tanda yang menunjukkan bahwa mereka menderita penyakit ITP. Tanda penyakit ITP dapat timbul secara tiba-tiba (akut) atau muncul secara perlahan (kronik):

  • Pendarahan pada hidung tanpa trauma
  • Pendarahan pada gigi tanpa trauma
  • Mengalami lebam di anggota badan
  • Bintik-bintik merah di kulit
  • Memar tanpa penyebab yang pasti
  • Pendarahan yang sulit berhenti pada luka kecil
  • Buang air kecil kemerahan
  •  Buang air besar berdarah

Gambar kulit berupa bintik merah hingga ruam kebiruan

Sumber: http://medicastore.com

Gambar mimisan dan perdarahan gusi tanpa trauma

http://medicastore.com

 

Diagnosis ITP dibuat berdasarkan pemeriksaan fisik dan laboratorium. Dapat ditemukan perdarahan di kulit dan mimisan. Pada pemeriksaan laboratorium, jumlah trombosit menurun dan pada pemeriksaan BMP (bone marrow puncture/punksi sumsum tulang) terdapat sel megakariosit.

Gambar sel megakariosit pada pemeriksaan sumsum tulang

Sumber: http://medicastore.com

 

Penyakit ITP umumnya tidak memerlukan pengobatan yang serius, Pengobatan yang dapat diberikan adalah dengan pemberian kortikosteroid dan dihentikan obat ini bila sudah meningkat jumlah trombositnya.

Terkadang penderita juga diberikan obat-obat yang menekan sistem kekebalan, seperti azatioprin. Bila terjadi perdarahan dan jumlah trombosit menurun hingga dibawah 20.000/ul maka dianjurkan untuk transfusi trombosit.

Jika pemberian obat tidak efektif atau jika penyakitnya berulang, maka akan dilakukan pengangkatan limpa (splenektomi).

Perhatian yang harus diingat pada penderita penyakit ITP adalah hindari obatan yang dapat meningkatkan perdarahan seperti aspirin, dan hindari benturan yang membuat luka.

  1. Berhman, kliegman, Arvila, Ilmu Kesehatan Anak, Nelson Edisi 15 Jilid 2 Ahli Bahasa A.Sanik Wahab, EGC Jakarta ; 1746-1748.

  2. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK-UI, Buku Kuliah 1 Ilmu Kesehatan Anak, Penerbit FK-UI, Jakarta, 1985 ; 479-482.

  3. Sylvia A.Price, Lorraine M.Wilson, Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, EGC, Edisi IV, Jakarta,1995 ; 265-272.

  4. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK- USU, Diktat Kuliah Hematologi FK- USU, Penerbit Staf Pengajar FK- USU, Medan ; 48-51.

  5. Nadarul Handawan, dr, Kelainan Darah, CBN Head Office, Jakarta 2003.