Sindrom Metabolik
Penyakit
23-02-2018

Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik bukanlah penyakit, melainkan sekelompok faktor risiko seperti tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kadar kolesterol yang tidak sehat, dan lemak perut.

Gambar Penyakit-Penyakit Dalam Sindrom Metabolik

Sumber : http://medicastore.com

Ya, memang tidak baik jika kita memiliki salah satu faktor risiko diatas. Namun, ketika faktor risiko tersebut berkumpul, mereka dapat menyebabkan masalah yang serius. Faktor-faktor risiko tersebut meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dan pembuluh darah hingga dua kali lipat, yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Faktor-faktor risiko tersebut juga meningkatkan risiko diabetes hingga lima kali lipat.

Menurut American Heart Association (Asosiasi Jantung Amerika), sekitar 47 juta orang Amerika terkena sindrom metabolik. Fakta ini mengejutkan karena berarti hampir satu dari setiap enam orang terkena sindrom ini. Sindrom metabolik menurun di dalam keluarga dan lebih umum di antara orang Afrika- Amerika, Hispanik, Asia, dan penduduk asli Amerika. Risiko terkena sindrom metabolik akan meningkat seiring bertambahnya usia.

Para ahli belum tahu pasti apa yang menyebabkan sindrom metabolik. Namun karena sindrom ini merupakan kumpulan dari faktor risiko, dan bukan penyakit tunggal, maka penyebabnya mungkin bisa bervariasi. Beberapa faktor risikonya adalah :

  • Resistensi Insulin. Insulin adalah hormon yang membantu tubuh Anda untuk menggunakan glukosa (yaitu gula sederhana yang terbuat dari makanan yang Anda makan) sebagai energi. Pada orang yang memiliki resistensi insulin, maka insulin tidak bekerja dengan baik sehingga tubuh terus membuat lebih banyak insulin untuk mengatasi peningkatan glukosa. Kondisi tersebut, pada akhirnya, dapat menyebabkan diabetes. Resistensi insulin berhubungan erat dengan kelebihan berat badan di perut.
  • Obesitas, terutama di perut. Para ahli mengatakan bahwa sindrom metabolik menjadi lebih umum karena meningkatnya obesitas. Selain itu, memiliki lemak berlebih di perut dibandingkan di bagian lain dari tubuh, tampaknya meningkatkan risiko Anda.
  • Gaya hidup tidak sehat. Pola makan yang tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik juga berperan.
  • Ketidakseimbangan hormon. Hormon mungkin juga berperan. Sebagai contoh, Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), yaitu kondisi yang mempengaruhi kesuburan, memiliki hubungan dengan ketidakseimbangan hormon dan sindrom metabolik.

Sebagian besar faktor risiko sindrom metabolik tidak memiliki gejala apapun. Anda biasanya tidak dapat merasakan tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi. Seringkali, satu-satunya tanda fisik yang terlihat yaitu mempunyai lemak berlebih di perut.

Komplikasi sindrom metabolik

Faktor risiko yang membentuk sindrom metabolik, seperti kadar kolesterol tidak sehat, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kelebihan lemak perut, akan meningkatkan kemungkinan seseorang terkena masalah kesehatan yang serius, antara lain: diabetes dan penyakit pembuluh darah atau penyakit jantung.

Secara khusus, sindrom metabolik dapat menyebabkan aterosclerosis, atau “pengerasan arteri”. Masalah ini terjadi ketika lemak, kolesterol, dan zat-zat lainnya menempel pada dinding arteri, yang menyebabkan arteri menjadi tersumbat dan rapuh. Gumpalan darah terbentuk ketika dinding arteri rusak, dan jika hal tersebut terjadi, maka dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Penyempitan pembuluh darah akibat plak lemak

Gambar Aterosklerosis Pada Pembuluh Darah Jantung

Sumber : http://olvista.com

Untuk mengetahui apakah Anda memiliki sindrom metabolik adalah datang dan periksa ke dokter. Dokter akan memeriksa tekanan darah, gula darah, dan kolesterol Anda. Hal ini juga merupakan alasan lain untuk melakukan check-up rutin agar tetap sehat.

Berikut Tabel Untuk Mendiagnosa Sindrom Metabolik :

kriteria sindrom metabolik

Sumber : National Cholesterol Education Program (NCEP)

Jika Anda baru didiagnosis menderita sindrom metabolik, mungkin Anda merasa cemas. Namun, lebih baik jika Anda mengganggapnya sebagai tanda peringatan dan waktunya Anda mulai serius meningkatkan kesehatan Anda. Lakukan perubahan sederhana terhadap kebiasaan Anda saat ini untuk mencegah penyakit serius di masa depan.

Gejala sindrom metabolik

Gambar Mengukur Lingkar Pinggang

Sumber : www.google.com

Beberapa orang dengan sindrom metabolik juga memerlukan obat-obatan. Obat-obatan mungkin diperlukan jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk mengurangi faktor risiko Anda. Beberapa obat yang mungkin digunakan adalah:

  • Obat tekanan darah tinggi, yang meliputi obat-obatan seperti ACE inhibitor (misal Capoten dan Vasotec), angiotensin II receptor blocker (misal Cozaar dan Diovan), diuretik, beta-blocker, dan obat-obatan lainnya.

  • Obat kolesterol, yang meliputi statin (misal Crestor, Lescol, Lipitor, Mevacor, Pravachol, dan Zocor), niasin (misal Niacor, Niaspan, dan Nicolar), resin asam empedu (misal Colestid dan Questran), Zetia, dan obat-obatan lainnya.

  • Obat diabetes, yang mungkin diperlukan jika Anda memiliki intoleransi glukosa. Obat-obatan termasuk Glucophage, Actos, dan Avandia.

  • Aspirin dosis rendah, yang dapat mengurangi risiko serangan jantung dan stroke. Obat ini mungkin sangat penting bagi orang-orang yang “prothrombotic“, atau rentan terhadap pembekuan darah.

Perlu diingat bahwa semua obat tersebut mempunyai efek samping dan risiko. Karena itu, Anda harus konsultasikan dahulu dengan dokter Anda tentang pro dan kontra dari penggunaan obat-obatan tersebut.

Para ahli mengatakan bahwa pengobatan sindrom metabolik dapat digunakan juga sebagai cara mencegah sindrom metabolik. Jadi, Anda perlu membuat perubahan gaya hidup yang sehat, antara lain :

  • Olahraga. Mulailah perlahan-lahan. Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) merekomendasikan, jika memungkinkan, agar meningkatkan secara bertahap hingga Anda dapat berolahraga hampir setiap hari dalam seminggu selama 30-60 menit. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki keterbatasan fisik atau masalah.

  • Makan makanan yang sehat dengan banyak buah-buahan dan sayuran, protein tanpa lemak, whole grain, dan susu rendah lemak serta mengurangi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan garam.

  • Menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan.

  • Segera berhenti merokok jika Anda merokok.

  • Jadwal pemeriksaan rutin ke dokter. Karena sindrom metabolik tidak memiliki gejala, maka Anda perlu kunjungan rutin ke dokter untuk memeriksa tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah Anda.

Penanganan sindrom metabolik dengan berolahraga

Mulailah Berolahraga

Sumber : https://baptisthealth.net

  1. Zimmet P, Magliano D, Matsuzawa Y, Alberti G, Shaw J. The metabolic syndrome: A global public health problem and a new definition. J. Atheroscler Throm. 2005; 12:295-300.

  2. Miranda PJ, DeFronzo RA, Califf RM, Guyton JR. Metabolic Syndrome: Definition, pathophysiology and mechanisms. Am Heart J 2005, January; 149:33-45.

  3. World Health Organization. Definition, diagnosis and classification of diabetes mellitus and its complication. Part a: Diagnosis and classification of diabetes mellitus. World Health Organization, Geneva; 1999.

  4. Executive summary of third report of the National Cholesterol Education Program (NECP) Expert Panel on Detection, valuation and Treatment of High Blood Cholesterol in Adults (Adults Treatment Panel III). JAMA 2001; 285:2486-2497.

  5. International Diabetes Federation. The IDF consensus worldwide definition of the metabolic syndrome: Vol. 5, International Diabetes Federation; 2005.

  6. Adrianjah, H dan Adam, J., 2006. Sindroma Metabolik:Pengertian, Epidemiologi, dan Criteria Diagnosis. Informasi laboratorium prodia No.4/2006.