Penyakit
23-02-2018

Penyakit Ebola atau Demam Hemoragik Ebola

Ada lima jenis virus Ebola di mana empat diantaranya menyebabkan penyakit pada manusia. Virus Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 dalam 2 wabah simultan di Afrika, tepatnya di Nzara, Sudan, dan di Yambuku, Republik Demokratik Kongo. Ebola mendapatkan namanya dari sungai Ebola yang merupakan salah satu desa di Republik Demokratik Kongo.

Virus mematikan ini menyebabkan perdarahan baik di dalam ataupun di luar tubuh. Sebagaimana virus yang menyebar melalui tubuh, virus Ebola merusak sistem kekebalan tubuh dan organ. Pada akhirnya, hal tersebut menyebabkan tingkat sel pembekuan darah menurun dan menyebabkan pendarahan yang parah tak terkendali.

Penyakit ini menular dan menyebabkan dampak yang fatal bagi penderitanya. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan bahwa virus Ebola adalah “salah satu penyakit yang paling mematikan di dunia.”

Penyakit yang juga dikenal dengan Penyakit Ebola atau Demam Hemoragik Ebola diketahui telah membunuh hingga 90% dari total orang yang terinfeksi.

Virus Ebola tidak menular melalui udara berbeda dengan virus-virus pada umumnya semisal pilek, influenza, atau campak yang dapat menularkan melalui udara.

Virus Ebola menyebar ke orang melalui kontak dengan kulit atau cairan tubuh dari hewan yang terinfeksi seperti monyet, simpanse, atau kelelawar buah. Kemudian virus ini menyebar dari orang ke orang dengan cara yang sama pula. Virus Ebola bisa tertular lewat melalui darah, muntah, feses, dan cairan tubuh dari manusia pengidap Ebola ke manusia lain. Virus juga bisa ditemukan dalam urin dan cairan sperma. Orang-orang yang merawat penderita penyakit ini atau menguburkan pasien yang meninggal akibat penyakit ini umumnya sering tertular.

Penyebar virus ebola

Penularan Virus dari Binatang ke Manusia

Sumber: www.euronews.com

Jalan lain bagaimana virus ini bisa menular adalah termasuk jarum suntik yang terkontaminasi oleh virus ini. Infeksi terjadi ketika cairan-cairan tubuh tersebut menyentuh mulut, hidung, atau luka terbuka orang sehat, seseorang tidak akan tertular virus Ebola dari udara, air atau makanan. Bersentuhan langsung pada kasur, pakaian, atau permukaan yang terkontaminasi juga bisa menyebabkan infeksi - tetapi ini hanya melalui luka terbuka orang sehat.

Di awal-awal, ebola dapat terasa seperti flu atau penyakit lain. Gejala-gejala biasanya muncul mulai 2 hingga 21 hari setelah terinfeksi dan biasanya meliputi:

  • Demam tinggi mendadak.
  • Sakit kepala.
  • Kelelahan.
  • Nyeri sendi dan otot.
  • Sakit tenggorokan.
  • Lemah.
  • Muntah.
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Kurangnya nafsu makan.

Gejala infeksi virus ebola

Gejala-Gejala Awal dan Lanjut dari Ebola

Sumber: http://sebastianbeshkpc.blogspot.com

Ketika penyakit ebola semakin memburuk, maka akan menyebabkan perdarahan baik internal (dalam tubuh) maupun eksternal (luar tubuh), seperti dari mata, telinga, dan hidung. Beberapa orang akan muntah atau batuk darah, diare berdarah, dan mendapatkan ruam, pasien cenderung meninggal karena dehidrasi dan kegagalan organ.

Ruam kulit akibat virus ebola

 

Sumber: www.tigraionline.com

Kadang-kadang sulit untuk mengetahui apakah seseorang menderita Ebola dari gejalanya saja. Dokter mungkin akan menguji untuk mengesampingkan penyakit lain seperti kolera atau malaria. Tes darah dan jaringan juga dapat mendiagnosis Ebola. Jika seseorang terjangkit virus Ebola, orang tersebut akan diisolasi dari masyarakat segera untuk mencegah penyebaran.

Saat ini belum ada obat untuk mengobati penyakit ini. Penanganan hanya terbatas pada serum eksperimental yang menghancurkan sel yang terinfeksi. Pasien yang sakit parah butuh mengembalikan cairan secara cepat dengan menggunakan cairan infus. Mereka harus diisolasi dari orang lain dan diberikan perawatan intensif oleh para ahli medis. Berikut tindakan menangani gejala Ebola dengan:

  • Cairan dan elektrolit.
  • Oksigen.
  • Obat untuk menekanan perdarahan.
  • Transfusi darah.
  • Pengobatan untuk infeksi lain.

Saat ini belum ada vaksin untuk mencegah Ebola. Cara terbaik untuk menghindarinya adalah dengan tidak berpergian ke daerah di mana virus ini ditemukan. Hindari kontak dengan penderita Ebola dan cairan tubuh mereka, saran WHO. Jangan menyentuh barang apa pun - seperti handuk - yang bisa berpotensi terkontaminasi di tempat umum.

 

Pencegahan terinfeksi virus ebola

Pencegahan ebola

Sumber: www.uneed2knowthis.uk

Di rumah sakit, perawat harus memakai sarung tangan dan alat pelindung, seperti masker, dan mencuci tangan mereka secara teratur.

WHO juga memperingatkan terhadap mengkonsumsi daging satwa liar mentah dan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi atau monyet dan kera. Kelelawar buah secara khusus dianggap lezat di daerah Guinea di mana wabah dimulai.

WHO mengatakan orang masih bisa menularkan virus melalui air mani mereka selama tujuh minggu setelah pulih dari Ebola.

Pakaian utuk mencegah penualran virus ebola

Perawat yang bersentuhan langsung menggunakan pakaian khusus untuk mencegah penularan.

Sumber: http://ichef.bbci.co.uk

- World Health Organization. Ebola Virus Disease. Updated September 2014. http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs103/en/.

- Centers for Disease Control and Prevention. Ebola (Ebola Virus Disease). Updated October 8, 2014. http://www.cdc.gov/vhf/ebola/index.html.

- Gostin LO, Lucey D, Phelan A. The Ebola Epidemic: A Global Health Emergency. JAMA. 2014;312(11):1095-1096. PMID: 25111044. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25111044.