Penyakit
23-02-2018

Tinea pedis / athlete's foot

Tinea pedis adalah suatu kondisi medis / penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur dermatofita di daerah kulit telapak tangan dan kaki, punggung tangan dan kaki, jari-jari tangan dan kaki, serta daerah interdigital / sela-sela jari, ditandai dengan kaki yang mengelupas, berkerak dan gatal. Kadang-kadang, mungkin ada bau atau pecah-pecah pada kaki yang terasa sakit, sehingga mengekspos daging.

 

tinea pedis

Kulit Tampak Terkoyak Sehingga Daging Dapat Terlihat

Sumber : http://www.dermnetnz.org

Ini adalah infeksi  jamur yang paling umum dan lebih sering terjadi pada pria, dimana insidensinya meningkat seiring pertambahan usia dan kebanyakan kasus terjadi setelah pubertas.

Penyebabnya adalah Trichophyton Rubrum  (paling sering), T. Mentagrophytes, dan E. Flaccosum. Penyakit ini ditemukan hampir disemua penjuru dunia dan dapat mengenai anak – anak, dewasa muda, maupun orang tua.

Faktor-faktor risiko terkena tinea pedis :

  • Kaki basah.
  • Terlalu banyak berkeringat.
  • Ventilasi sepatu yang buruk.
  • Kebersihan kaki yang buruk.
  • Kontak / terkontaminasi dengan tempat-tempat dimana jamur mudah hidup, seperti tempat fitness, sauna, kolam renang.
  • Orang yang sering memakai sepatu tertutup, misalnya sepatu-sepatu olahraga yang tertutup rapat.
  • Olahragawan terutama sekali berisiko.
  • Orang-orang yang bekerja di lingkungan yang hangat, basah, termasuk pekerja-pekerja industry.
  • Orang-orang dengan kondisi medis tertentu, misalnya: berkaki cacat, orang-orang tua, masalah sirkulasi pada kaki, masalah pembuluh darah, diabetes.

Tanda-tanda khas tinea pedis atau penyakit jamur pada kaki ini biasanya mulai di sela-sela jari kaki, yang tampak seperti bercak keputihan (kutu air), kemudian lama kelamaan menjadi merah, timbul lepuh, basah, mengelupas dan bersisik, dengan keluhan gatal. Infeksi jamur kaki ini kemudian dapat menjalar ke sisi telapak kaki yang akan membuat kulit menjadi tebal (kapalan) dan pecah-pecah.

Gejala-gejalanya antara lain:

  • Gatal, rasa terbakar, atau menyengat di antara jari-jari kaki atau pada telapak kaki.
  • Kulit kerak, retak, luka, mengelupas atau lecet di antara jari-jari kaki atau pada telapak kaki.
  • Kulit kering pada sisi atau bagian bawah kaki.
  • Kulit yang sakit tersebut dapat pucat, kehilangan warna, bengkak, lembab-basah, atau terkoyak. 

Kutu aiir

Sumberv : http://kutuair.com

Hanya berjalan mungkin berasa nyeri. Penyakit jamur pada kaki biasanya terlihat di antara jari kaki ke empat dan lima, tetapi bagian lain dari kaki dapat juga terkena.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan :

1. Anamnesa :

Didapatkan rasa gatal yang sangat menggangu dan gatal akan semakin bertambah apabila lesi terkena air atau basah.

2. Pemeriksaan fisik:

Dilihat dimana terjadinya infeksi dan jenis lesinya.

Pemeriksaan kutu air (tinea pedis)

lesi Dibawah Dan Di Sela-Sela Jari Kaki

Sumber : www.google.com

3. Pemeriksaan laboratorium :

  • Pemeriksaan KOH 10% untuk mengetahui adanya elemen– elemen jamur seperti hifa dan spora.
  • Kultur sediaan pada Sabourod’s Dextrose Agar (SDA) untuk menentukan spesies jamur.

1. Umum

  • Menghilangkan faktor predisposisi penting, misalnya mengusahakandaerah lesi selalu kering.
  • Meningkatkan kebersihan dan menghindari pemakaian sepatu ataupun kaos kaki yang lembap.
  • Jangan memakai peralatan pribadi secara bersama – sama.

2. Khusus

1. Topikal / salep

Bila lesi basah, maka sebaiknya direndam dalam larutan kalium permanganate 1/5.000 atau larutan asam asetat 0.25% selama 15-30menit, 2–4 kali sehari. Bila peradangan hebat dikombinasikan dengan obat antibiotik sitemik misalnya penisilin prokain, penisilin V, fluklosasilin, eritromisin atau spiramisin dengan dosis yang adekuat. Kalau peradangan sudah berkurang, diberikan obat topical anti jamur berspektrum luas antara lain, haloprogin, klotrimazol, mikonazol atau ketokonazol. Klotrimazol merupakan anti jamur modern yang berspektrum luas. Sangat efektif, sebab Klotrimazol akan masuk ke dalam kulit dalam konsentrasi yang cukup tinggi. Dengan demikian Klotrimazol memiliki kualitas yang menjamin keberhasilan pengobatan yang pasti.

Pengobatan kutu air (tinea pedis)

Rendam Kaki Dengan Larutan Kalium Permanganate / Asam Asetat

Sumber : http://id.wikihow.com

obat kutu air (tinea pedis)

 

Obat Anti Jamur Klotrimazol

Sumber : http://dokita.co

2. Sistemik / obat minum

Biasanya tidak digunakan. Namun bila digunakan harus dikombinasi dengan obat – obat anti jamur topikal. Obat – obat sistemik tersebut antara lain griseofulvin 500-1000mg/hari selama 2-6 minggu, ketokonazol 200mg/hari selama 4 minggu, itrakonazol 100mg/hari selama 2 minggu dan terbinafin 250mg/hari selama 1-2minggu. pemberian obat secara sistemik ini harus memperhatikan efek samping dan interaksi dari masing-masing obat, misalnya ketokonazol tidak boleh dikombinasikan dengan terfenadine dan eritromisin.

Berikut ini beberapa tips tentang cara untuk mencegah infeksi ulang athlete’s foot, antara lain:

  • Jaga kaki Anda agar kering, terutama di antara jari-jari kaki.
  • Kenakan kaus kaki katun. Pastikan untuk memakai sepasang kaos kaki yang bersih setiap hari.
  • Hindari sepatu yang ketat dan tertutup. Karena lembab dan panas menyebabkan jamur athlete’s foot berkembang.
  • Jangan pergi bertelanjang kaki di tempat umum. Kenakan sandal jepit.
  • Gunakan bedak kaki untuk menjaga kaki tetap kering .
  • Cuci kaus kaki dengan pengaturan air panas pada mesin cuci.

  •     http://www.mayoclinic.com/Health/athletes-Foot/DS00317

  •     http://www.healthguidance.org/entry/14647/1/What-is-athletes-Foot.html

  •     http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0001878/

  •     http://www.CDC.gov/healthywater/Hygiene/Disease/athletes_foot.html