Pterygium
Penyakit
23-02-2018

Pterygium

Pterygium adalah pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis dari jaringan bagian putih mata dan mengalami pembesaran ke arah kornea, umumnya pterygium tidak bertumbuh ataupun membesar, namun kelainan bisa terjadi hingga pterygium menutupi bagian kornea mata

 

pterygium yang besar

Sumber : www.opmed.com.au

Pterigium adalah daging tumbuh berbentuk segi tiga atau seperti sayap pada mata. Kondisi ini biasanya terjadi di sudut mata bagian dalam, meskipun dapat juga tampak di sudut bagian luar.

 

 

Penyakit ini banyak menimpa para pekerja out door yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan, hingga lebih sering terkena sinar matahari, angin dan debu. Oleh karena itu penyakit ini lebih banyak dijumpai di daerah tropis.

Faktor resiko terbesarnya adalah karena debu dan cahaya matahari yang langsung mengenai mata. Faktor - faktor lain yang menjadi resiko adalah debu, pasir dan partikel-partikel yang terbawa oleh angin, berbagai zat iritan, faktor genetik, alergi, kekeringan pada mata, dan infeksi papilomavirus.



Biasanya penderita mengeluhkan adanya sesuatu yang tumbuh di kornea dan khawatir akan adanya keganasan atau alasan kosmetik, Keluhan subjektif dapat berupa rasa panas, gatal, ada yang mengganjal, selain itu berikut gejala-gejala lainya :

  • Pembuluh darah yang bengkak atau melebar pada bagian putih mata, yang menyebabkan mata terlihat merah (mata merah)

  • Pertumbuhan berwarna putih dengan pembuluh darah yang terlihat/menonjol di sudut mata bagian dalam dan/atau luar 

  • Pterigium dapat terjadi pada satu atau kedua mata

  • Iritasi

  • Gejala mata kering

  • Kadang kala berair

  • Terasa seperti ada benda asing di dalam mata

  • Penglihatan buram (pada kasus parah pertumbuhan dapat menutupi kornea pusat atau menyebabkan astigmatisme karena tekanan pada  permukaan kornea)

Melalui pemeriksaan fisik dan anamnesa, dari pemeriksaan fisik dapat dilihat penebalan berupa lipatan berbentuk segitiga yang tumbuh menjalar ke kornea dengan puncak segitiga di kornea.

Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia derajat pertumbuhan pterygium dibagi menjadi :

  • Derajat I : hanya terbatas pada limbus 
  • Derajat II : Sudah melewati limbus tetapi tidak melebihi dari 2 mm melewati kornea
  • Derajat III : jika telah melebihi derajat 2 tetapi tidak melebihi pinggir pupil mata dalam keadaan cahaya (pupil dalam keadaan normal sekitar 3-4 mm)
  • Derajat IV : Jika pertumbuhan pterygium sudah melewati pupil sehingga mengganggu penglihatan

Lokasi pterygium

Sumber : http://duniamata.blogspot.com

Prinsip penanganan pterygium dibagi 2 :

1. Obat - Obatan, yaitu cukup dengan pemberian obat-obatan jika pterygium masih derajat 1 dan 2,

Pada kasus tahap awal, dimana tidak terdapat gejala dan ketika pterigium tidak signifikan secara kosmetik, kondisi ini tidak perlu diobati.

Ketika pterigium menyebabkan iritasi, kemerahan atau ketidaknyamanan, air mata buatan dapat membantu melembabkan mata dan meringankan ketidaknyamanan. Tetes mata ini tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan pterigium.

2. Bedah/Operasi, sedangkan tindakan bedah dilakukan pada pterygium yang melebihi derajat 2. Tindakan bedah juga dipertimbangkan pada pterygium derajat 1 atau 2 yang telah mengalami gangguan penglihatan.

Ketika pterigium tampak secara kosmetik, atau menyebabkan gejala seperti penglihatan buram, operasi pengangkatan sangat disarankan.

Operasi melibatkan pengangkatan daging tumbuh dan penanaman plester transparan konjungtiva pada bekas luka operasi, untuk mengurangi resiko pterigium tumbuh kembali (berulang). Plester konjungtiva ini biasanya diambil dari mata pasien itu sendiri (autograft konjungtiva). Penempelan autograft dapat dengan jahitan atau ‘tanpa jahitan’ (contohnya dengan penggunaan lem fibrin). Resiko pterigium berulang setelah operasi pengangkatan dan autograft konjungtiva cukup rendah.

Anda sebaiknya menggunakan kaca mata hitam dengan proteksi sinar ultraviolet ketika berada di luar ruangan atau saat mengemudikan kendaraan, dan gunakan topi bertepi lebar ketika terpapar sinar matahari yang sangat kuat.

Memeriksakan mata kita secara rutin ke dokter mata untuk mengetahui adanya gejala ataupun gangguan pada mata kita.

  • Ilyas S. Ilmu Penyakit Mata, edisi kedua. Jakarta: Balai Penelitian FKUI,2003. 119-120
  • Tan D T.H Ocular Surface Diseases Medical and Surgical Management. New York: Springer, 2002. 65 – 83Duffek Catherine .
  • Pterygium.http://healthlibrary.epnet.com/GetContent.aspx.

  • http://www.webmd.com/eye-health/pterygium-surfers-eye