Penyakit
23-02-2018

Gangguan Sirkulasi Darah

  • Pola makan yang tidak sehat
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
  • Memiliki kadar kolesterol tinggi

Sebuah pola makan tinggi kolesterol untuk jangka waktu yang panjang, menghasilkan pengendapan plak pada dinding arteri.

  • Aterosklerosis

Suatu kondisi diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Aterosklerosis

Sumber : https://edc2.healthtap.com

  • Diabetes
  • Memiliki tekanan darah tinggi (Hipertensi)
  • Memiliki kadar asam urat tinggi
  • Kurang olahraga atau aktivitas lain
  • Pecandu alkhohol dan perokok aktif
  • Suhu dingin

Selama cuaca dingin, tubuh mereka mengurangi aliran darah ke kaki, dalam upaya untuk menjaga darah di arteri utama tubuh.

  • Stress berlebihan
  • Genetik/penyakit turunan

Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit diabetes, hipertensi, dan jantung

  • Penyakit jantung bawaan
  • Usia lanjut

 

Gejala sirkulasi darah yang buruk tidak muncul dalam semalam, namun berkembang selama jangka waktu yang panjang. Proses berkembangnya dari gejala biasa sampai terjadinya penyakit-penyakit yang berbahaya ini biasanya dianggap sepele atau sulit diketahui/dideteksi sehingga dijuluki "silent killer".

Penyumbatan pembuluh darah

Sumber : http://allcbar.com

Sebelum datangnya serangan penyakit, seseorang yang memiliki masalah peredaran darah akan mengalami beberapa gejala, yakni :

1. Kaki dan Tangan dingin

Hal ini karena darah yang mengalir antara arteri dan vena sebagai pengatur suhu tubuh. Selama laju aliran darah rendah, pemeliharaan suhu tidak memadai, sehingga ekstremitas dingin. Kadang-kadang, orang juga mungkin mengalami panas di kaki, yang lagi disebabkan oleh sirkulasi darah yang buruk.

2. Pembengkakan Kaki

Sirkulasi darah yang buruk pada ginjal, mengganggu fungsi ginjal yang tepat dan hasilnya bengkak di kaki. Selain itu, penebalan arteri ginjal dengan timbunan lemak juga dapat menyebabkan sirkulasi darah yang buruk pada ginjal, yang dapat menyebabkan pembengkakan pada kaki. Sirkulasi yang buruk menyebabkan darah mengumpul di kaki, sehingga menyebabkan pembengkakan pada kaki. Berdiri atau duduk selama berjam-jam tanpa peregangan dapat menyebabkan pembengkakan.

3. Kelelahan otot

Sensasi konstan menjadi lelah disebut kelelahan. Darah dipompa ke berbagai bagian tubuh membawa oksigen dan nutrisi. Karena sirkulasi yang buruk, oksigen dan nutrisi kurang mencapai otot, yang menyebabkan kelelahan otot. Kaki sakit dan kram otot juga dialami. Dengan demikian, orang dengan buruk sirkulasi darah mengalami lesu dan kurang stamina untuk melaksanakan tugas sehari-hari. Sesak napas juga dialami setelah tugas-tugas fisik sederhana dilakukan.

4. Sianosis

Sianosis digambarkan sebagai kondisi di mana perubahan warna kebiruan pada kulit terjadi, karena kurangnya jumlah yang cukup oksigen dalam aliran darah. Sianosis perifer mengacu pada ekstremitas terpengaruh oleh warna kebiruan, menyebabkan jari tangan dan kaki kebiruan. Darah mencapai ekstremitas tidak memiliki cukup oksigen, yang mengapa kulit tampak kebiruan. Sianosis juga dapat mengindikasikan penyakit jantung bawaan pada bayi.

5. Proses penyembuhan infeksi/penyakit menjadi lambat

Aliran tidak efisien darah melalui tubuh dapat mencegah luka dari penyembuhan. Ketika bagian tubuh yang terluka, sistem kekebalan tubuh meningkatkan jumlah aliran darah ke lokasi cedera, sehingga membantu mempercepat proses pemulihan. Namun, karena sirkulasi yang buruk, darah tidak cukup mencapai lokasi cedera, sehingga memperlambat proses penyembuhan. Lecet juga dapat mengembangkan pada kaki akibat sirkulasi yang buruk, yang juga membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkan.

Beberapa tes penting, seperti tes laboratorium, X-ray, MRI, dll, untuk mendiagnosis masalah gangguan peredaran darah.

Sirkulasi darah yang buruk dapat menyebabkan banyak komplikasi kesehatan dalam tubuh. Jika situasi ini tidak segera diobati, berkembang menjadi gangguan yang serius dan hasilnya bisa sangat berbahaya.

Jika kondisinya tidak parah, perubahan gaya hidup dan perubahan pola makan dapat membantu mencegah kondisi penumpukan plak sebelum menjengkelkan.

Penderita diabetes harus menjaga kadar gula mereka di bawah kontrol, sementara orang-orang hipertensi perlu minum obat untuk mengontrol tekanan darah.

Tindakan operasi invasif dan non-invasif dilakukan untuk memperlebar arteri ketika blok benar-benar buruk. Sebuah operasi bypass juga dapat dilakukan, dimana pembuluh darah dari satu bagian digunakan untuk menggantikan pembuluh darah tersumbat, Angioplasti juga dapat dilakukan untuk memperlebar arteri.

Mencegah lebih baik dari pada mengobati, mereka yang tidak mengalami gejala-gejala/penyakit sirkulasi yang buruk, lebih baik untuk mengubah gaya hidup dan pola makan sehat seperti mengontrol asupan kolesterol dan berolahraga secara teratur, akan menjaga sikulasi berjalan semestinya secara normal agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berisiko lebih lanjut.

Pencegahan gangguan peredarahan darah

Sumber : http://geoweeks.blogspot.com

http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/images/bloodheartandcirculation.png

http://allcbar.com