Penyakit
23-02-2018

Sleep Paralysis

Sleep paralysis, adalah sejenis halusinasi karena adanya malfungsi tidur di tahap rapid eye movement (REM). Sebagai pengetahuan, berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan.

Tahap itu adalah:

  1. Tahapan tidur yang paling ringan (masih setengah sadar).
  2. Tahap tidur yang lebih dalam.
  3. Tidur paling dalam dan
  4. Tahap REM (Pada tahap inilah mimpi terjadi).

Fase tidur REM adalah periode tidur yang paling dalam nyenyak. Pada tahap inilah mimpi terjadi. Selama tidur REM otot-otot berada dalam kondisi yang sangat lemah. Ini mekanisme alami supaya kita tidak memeragakan mimpi yang dialami,

Nah, saat mengalami sleep paralysis otak sebenarnya sudah keluar dari tahap REM tetapi tubuh belum sehingga otot-otot masih lemah. Jadi rasanya seolah-olah kita ingin bangun dan buka mata tapi tubuh tidak bisa digerakkan.

Sleep paralysis terjadi jika kinerja otak tidak terhubungan dengan otot. Jadi terdapat pemisah antara aktivitas otak dengan otot, sehingga otak tidak bisa memberikan atau menyalurkan sinyal kepada otot. Akibatnya adalah, orang tersebut seakan-akan merasa lumpuh. Orang tersebut sadar, mendengar, melihat atau mencium segala apa yang ada disekitarnya, karena memang alat inderanya berfungsi, tetapi untuk merespon atau memberikan perintah keotot terasa ada penghalang, sehingga secara fisik orang tersebut tidak bisa bergerak.

Penyebabnya di antara lain :

  • Kebutuhan tidur harian kurang,
  • Perubahan pola tidur, Lingkungan kerja pun ikut mempengaruhi. Misalnya, Anda berkerja dalam shift, sehingga kekurangan tidur atau memiliki pola tidur yang tidak teratur.
  • Kondisi mental dalam tekanan/stress, sleep paralysis juga bisa disebabkan sesuatu yang tidak dapat dikontrol seperti tekanan mental, Akibatnya muncul stress dan terbawa ke dalam mimpi.
  • Tidur dalam posisi supinasi (terlentang), sleep paralysis umumnya terjadi pada orang yang tidur dalam posisi terlentang (wajah menghadap keatas dan dalam keadaan hampir nyenyak atau hampir terjaga dari tidur).
  • Kelelahan fisik (Robinson, 2014), Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya.
  • Genetik, Dalam sebuah penelitian, gangguan yang muncul ketika tidur disebabkan karena ada peran genetik (Sehgal dan Mignot, 2011). Artinya ketika ada seorang yang pernah mengalami gangguan tidur seperti sleep paralysis maka berdasarkan penelitian diatas orang tuanya atau kakeknya ke atas juga pernah mengalami hal yang serupa.
  • Lumpuh saat tidur
  • Angota gerak tidak dapat digerakan
  • Tidak bisa mengeluarkan suara/berteriak
  • Muncul perasaan sesak, seperti ketindihan sesuatu

ketindihan, tidak bisa bangkit dari tidur

Seolah-Olah Adanya Bayangan Hitam Yang Menindih

Sumber : https://afriqtalk.files.wordpress.com

Tidak ada terapi khusus untuk mengatasi kebiasaan sleep paralysis, cukup penuhi kebutuhan tidur dan jaga kesehatan mental/jiwa.

Berikut tabel Kebutuhan istirahat/tidur berdasarkan usia :

Kebutuhan istirahat tidur berdasrkan usia

Pada intinya gaya hidup merupakan penyebab sleep paralysis, Berikut cara pencegahan :

1. Tidurlah yang cukup dan teratur

2. Kurangi Stress

3. Berolahragalah secara teratur

  • Johnson,K.,(2012). Sleep Paralysis.http://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleep-paralysis
  • Sehgal, A. Mignot, E. (2011). "Genetics of Sleep and Sleep Disorders". http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/21784243 (Diakses 18 November 2014)
  • Robinson,J. (2014). Sleep Paralysis. http://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleep-paralysis (Diakses 18 November 2014)