Penyakit
23-02-2018

Disentri Basiler dan Amoeba

Penyebab disentri yang paling umum dan sering dijumpai di masyarakat adalah tidak mencuci tangan, setelah menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan.

Disentri juga bisa menyebar melalui makanan yang terkontaminasi tinja manusia, terutama makanan yang tidak dimasak sampai matang atau yang mentah. Hal ini cenderung terjadi jika:

  • Persediaan air terbatas dan saluran pembuangan yang kurang memadai
  • Terdapat sanitasi yang buruk
  • Menggunakan tinja manusia sebagai pupuk

Secara garis besar penyebab penyakit disentri sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan sekitar kita dan kebiasaan hidup bersih.

Sumber air tidak sehat

Minum Dari Sumber Air Yang Belum Di Masak/Matang

 Sumber : http://blogs.scientificamerican.com

Jenis Penyakit Disentri

Jenis penyakit disentri ini, dilihat dari bakteri yang menyerang tubuh manusia antara lain :

  • Disentri basiler (shigellosis), yang disebabkan oleh bakteri Shigella.
    Ada empat jenis bakteri Shigella:

    • Shigella sonnei - menghasilkan gejala paling ringan.
    • Shigella flexneri.
    • Shigella boydii.
    • Shigella dysenteriae. Ini menghasilkan gejala yang paling parah.
  • Disentri amoeba, juga dikenal sebagai amoebiasis. Ini disebabkan oleh amuba (parasit bersel tunggal) yang disebut Entamoeba Histolytica. Disentri ini mengakibatkan diare yang cukup parah, karena rusaknya dinding usus besar, sehingga mengakibatkan ulserasi (luka pada lapisan mukosa yang membentuk lubang ). Amuba bisa eksis untuk jangka waktu yang lama di usus besar (kolon). Biasanya menyerang kepada anak-anak dibawah 5 tahun atau balita.

Gejala yang timbul pada penyakit disentri, antara lain :

  • Rentan waktu gejala disentri dapat bertahan antara 5-7 hari atau bahkan lebih lama
  • Penderita mengalami kram pada perut (kolik)
  • Penderita mengalami nyeri pada saat BAB/buang air besar (tenesmus)
  • BAB yang disertai dengan lendir (mucus)
  • BAB dengan tinja yang berdarah
  • Panas tinggi (39,5-40 derajat Celcius)
  • Muntah-muntah
  • Dehidrasi
  • Anoreksia
  • Terkadang disertai dengan gejala menyerupai ensefalitis dan sepsis
  • (kejang, sakit kepala, letargi, kaku kuduk, halusinasi).

Diagnosis dari disentri dapat ditegakkan melalui anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan sampel kotoran (tinja) untuk melihat apa ada bakteri atau amoeba penyebab disentri di dalamnya.

Prinsip dalam melakukan tindakan pengobatan adalah istirahat, mencegah atau memperbaiki dehidrasi dan pada kasus yang berat diberikan antibiotika.

 

Disentri biasanya sembuh setelah beberapa hari dan biasanya tidak membutuhkan perawatan medis, tetapi banyak minum air putih sangat penting untuk menggantikan cairan yang terbuang selama diare agar mencegah dehidrasi. Diare bisa ditangani dengan banyak minum air putih, oralit, dan makan saat Anda merasa tidak mual.