Penyakit
23-02-2018

Jumper's Knee Patellar tendionitis

Umumnya dikenal sebagai jumper knee, patellar tendonitis sering terjadi pada atlet olahraga yang sering melakukan gerakan melompat, berlari, atau menendang.

Sumber : http://www.aidmyachilles.com

Patellar tendonitis adalah cedera akibat penggunaan berlebihan karena tekanan yang berulang pada tendon patella. Tekanan ini mengakibatkan putusnya tendon yang jika terlalu banyak dapat menyebabkan radang pada tendon.

Gambar Radang Pada Tendon Patella

Sumber : http://www.southmountainrehab.com

 

  • Rasa sakit adalah gejala pertama dari patellar tendonitis. Rasa sakit biasanya berasal di bagian tendon patela antara tempurung lutut (patela) dan perlekatan tendon dengan tulang kering (tibia). Rasa sakit semakin parah seiring dengan aktivitas fisik yang dilakukan
  • Rasa sakit biasanya hilang jika diistirahatkan namun bisa bertahan pada kasus yang parah
  • Pembengkakan mungkin juga dapat terjadi

Rasa Sakit Tepat didaerah Tempurung Dari Lutut
Sumber : http://cdn.coordinatedhealth.com

Diagnosis didasarkan pada riwayat dan pemeriksaan klinis.

Pendekatan konservatif untuk mengobati patellar tendonitis bertujuan untuk mengurangi ketegangan pada tendon dan untuk secara bertahap membangun kembali kekuatan tendon.

Dokter dapat menyarankan Anda agar tidak berlari dan melompat, serta merekomendasikan fisioterapi untuk meregangkan tendon dan otot paha depan atau quadrisep dengan tujuan untuk mengembalikan latihan Anda ke intensitas sebelumnya. Pengobatan untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan peradangan dapat juga diberikan.

- Obat

Obat penghilang nyeri seperti ibuprofen (Advil, Motrin, others) atau naproxen (Aleve, orang lain) dapat membantu mengatasi rasa sakit yang disebabkan tendinitis patella untuk sementara.

- Bebat

Bebat untuk menekan tendon patella agar mendistribusikan tekanan dari tendon dapat diberikan untuk mengurangi rasa sakit.

Bebat Memberi Tekanan Agar Mengurangi Sakit

Sumber : http://cdn.fix-knee-pain.com


- Terapi

Berbagai teknik terapi fisik dapat membantu mengurangi gejala yang disebabkan dengan tendinitis patella, seperti:

  1. Latihan peregangan. Latihan peregangan yang rutin dapat mengurangi kejang otot dan membantu memperpanjang tendon

  2. Latihan kekuatan. Otot paha yang lemah juga bisa menyebabkan ketegangan pada tendon patela. Latihan dengan cara menurunkan kaki scara lambat setelah meregangkan lutut akan sangat membantu.

  3. Tali tendon patella. Tali yang berfungsi untuk memebrikan tekanan pada tendon patela dapat membantu meratakan kekuatan tendon langsung melalui tali. cara ini dapat membantu mengurangi rasa sakit.

  4. Iontophoresis. Terapi ini dilakukan dengan cara mengoleskan obat kortikosteroid pada kulit dan kemudian menggunakan perangkat yang memberikan muatan listrik rendah untuk mendorong obat meresap melalui kulit.

- Bedah dan prosedur
Jika pengobatan biasa tidak membantu, dokter akan menyarankan terapi lain seperti:

  1. Suntikan kortikosteroid. Suntikan kortikosteroid ke dalam selubung di sekitar tendon patela dapat membantu meringankan rasa sakit. Tapi obat ini juga dapat melemahkan tendon dan membuatnya menjadi lebih parah.
  2. Suntikan plasma diperkaya platelet. Suntikan plasma yang diperkata ptatelet telah dicoba pada beberapa orang yang bermasalah pada tendon patelanya. Saat ini, penelitiannya masih berlangsung. Diharapkan suntikan akan mempercepat pembentukan jaringan baru dan membantu menyembuhkan kerusakan tendon.
  3. Bedah. Jika metode biasa tidak membantu setelah dilakukan selama berbulan-bulan, dalam kasus yang jarang, dokter akan menyarankan pembedahan tendon patela. Beberapa prosedur dapat dilakukan melalui sayatan kecil di sekitar lutut.

http://www.fix-knee-pain.com/patellar-tendonitis-knee-tendonitis/

http://www.massgeneral.org

http://www.sportsinjuryclinic.net/sport-injuries/knee-pain/jumpers-knee

http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/patellar-tendiniti