Penyakit
23-02-2018

Penyakit Tulang Belakang Spondiloarthropati

Kondisi ini dikenal sebagai penyakit-penyakit kekebalan tubuh kronis dengan penyebab tidak diketahui, namun di duga karena dipengaruhi oleh faktor genetik, yaitu adanya HLA – B27.

Faktor Resiko :

  • Laki-Laki lebih rentan dibanding pada perempuan
  • Dapat mengenai semua kelompok umur, termasuk anak-anak, biasanya dimulai dari usia remaja sampai 40 tahun.
  • Orang-orang yang mempunyai gen HLA –B27
  • Riwayat penyakit dalam keluarga.

Dalam spondiloartritis, terjadi inflamasi pada tulang belakang, persendian, dan enthesis. Jika terjadi pada jari tangan dan jari kaki, pembengkakan dapat terjadi dan terlihat seperti ‘jari sosis’.

Semua penyakit ini memperlihatkan berbagai macam gejala dan tanda, namun memiliki beberapa kesamaan, diantaranya:

  • sacroiliitis (peradangan pada sendi di antara tulang panggul dan tulang punggung) dan spondilitis (peradangan pada persendian di antara tulang punggung)

 

Nyeri Pada Daerah Sendi Sacroiliaka

Nyeri Pada Daerah Sendi Sacroiliaka / Sacroiliitis

Sumber : http://www.physiotherapy-fitness.blogspot.com

  • keberadaan enthesitis (peradangan enthesis yaitu peradangan pada tempat masuknya ligamen, tendon, atau kapsul artikular ke dalam tulang)
  • hasil pemeriksaan darah negatif untuk faktor rematoid (‘seronegatif’)
  • kecenderungan untuk diidap oleh lebih dari satu anggota keluarga

Jenis Spondyloartritis

1. Ankylosing Spondilitis (AS)

Ankylosing Spondilitis adalah penyakit jangka panjang yang mempengaruhi persendian pada tulang belakang, tulang panggul, dan sering kali, pada persendian tepi seperti panggul, lutut, pergelangan kaki, dan juga kaki. Masalah utamanya adalah peradangan kronis yang pada akhirnya dapat menyebabkan menyatunya tulang belakang.

Kondisi ini biasanya dimulai dengan rasa sakit pada tulang belakang yang memburuk di malam hari, atau setelah tidak beraktivitas dalam waktu lama, dan cenderung membaik setelah berolahraga. Ekspansi terbatas pada dada dapat terjadi sebagai akibat dari peradangan pada persendian di antara tulang rusuk. Saat penyakit berkembang lebih lanjut, setiap bagian dari tulang belakang dapat terpengaruh.

Postur pada Ankylosing Spondilitis

Sumber : http://www.ziektevanbechterew.eu

Penyakit ini lebih banyak diderita oleh pria daripada wanita walaupun juga dapat diderita oleh wanita. Ini biasanya terjadi di antara umur 20 dan 40 tahun. Faktor risiko diantaranya keberadaan penderita dalam anggota keluarga jenis kelamin pria.

2. Artritis Psoriasis

Psoriasis adalah ruam bersisik yang dapat mempengaruhi setiap anggota tubuh, namun sering terjadi pada siku, lutut, dan kulit kepala. Dari sekitar 5 – 10% pasien yang menderita psoriasis juga menderita artritis, yang kemudian menimbulkan artritis psoriasis. Terlepas dari keterlibatan tulang belakang, tulang panggul, dan persendian, artritis psoriasis sering kali disertai dengan perubahan pada kuku jari, dan kuku jari kaki, seperti munculnya lubang kecil.

Artritis Psoriasis

Sumber : http://www.coloradoarthritis.com

3. Artritis Enteropatis

Artritis enteropatis adalah bentuk dari spondiloartritis yang terkait dengan penyakit radang usus, seperti penyakit Crohn atau ulseratif kolitis, yang biasanya menyebabkan peradangan pada usus. Sekitar 1 dari 6 orang yang menderita radang usus akan menderita artritis enteropatis yang mempengaruhi tulang belakang dan persendian.

4. Artritis Reaktif

Artritis reaktif merujuk pada jenis spondiloartritis yang mungkin dipicu oleh beberapa jenis kuman tertentu yang menyebabkan gastroenteritis atau infeksi saluran kemih. Sindrom Reiter merupakan bentuk artritis reaktif yang juga dapat mempengaruhi mata dan kulit.

5. Spondiloartritis atau Rematik yang Tidak Terdiferensiasi

Tidak semua pasien menderita tanda dan gejala klasik yang cocok dengan salah satu kategori di atas, terutama pada saat awal penyakit terjadi. Dalam kasus seperti ini, istilah spondiloartritis tak terdiferensiasi dapat digunakan.

Diagnosis dibuat berdasarkan gejala yang di alami, contoh gejala khusus dari ankylosing spondilitis diantaranya adalah postur tubuh yang bungkuk dan nyeri punggung yang memburuk di malam hari, di pagi hari, atau setelah tidak beraktivitas.

Rasa nyeri pada leher, panggul, dan tumit, rasa sakit dan pembengkakan pada bahu, lutut dan pergelangan kaki, rasa kaku pada punggung, ekspansi dada terbatas, dan berbagai gerakan yang melibatkan tulang punggung dan panggul, lelah, demam ringan, hilangnya nafsu makan, turunnya berat badan juga merupakan gejalanya.

Selain dari gejala juga dilakukan pemeriksaan penunjang, seperti :

  • C-reactive protein (CRP) dan tingkat sedimentasi eritrosit rate (ESR) tes yang dapat memerintahkan untuk mencari tanda-tanda infeksi dan kehadiran gen HLA-B27.
  • ·         CT atau MRI mungkin mampu deteksi awal sakroiliitis.
  • ·         X-ray dapat sangat berguna untuk menunjukkan perubahan dalam tulang belakang, sendi dan panggul yang umum dengan banyak penyakit ini.
  • ·         Scan tulang dapat menunjukkan situs peradangan.

Obat

Sebagai lapis pengobatan pertama, dokter mungkin meresepkan obat anti-peradangan non-steroid (NSAIDs) untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.

Sesekali kortikosteroid mungkin diresepkan untuk konsumsi jangka pendek untuk menekan peradangan jangka pendek. Terkadang obat yang lebih manjur seperti metotreksat atau sulfasalazin dapat diresepkan jika obat NSAIDs tidak berdampak banyak atau tergantung pada steroid dosis tinggi.

Obat terbaru yang disebut penghambat TNF yang menghambat protein inflamasi, terbukti efektif merawat artritis pada persendian dan juga artritis tulang punggung. Grup obat ini termasuk Enbrel, Remicade, dan Humira.

Operasi

Pembedahan terkadang diperlukan pada kerusakan sendi yang parah dan terdapat perubahan degeneratif sekunder yang signifikan.

Olahraga

Olahraga memainkan peran yang penting untuk membantu memperbaiki postur dengan mengurangi kekakuan dan rasa nyeri. Sebagian besar pasien memperoleh manfaat dari kegiatan olahraga yang dilakukan di rumah setiap hari seperti yang direkomendasikan ahli fisioterapi. Ketiadaan aktivitas dapat meningkatkan risiko fusi <kekakuan> tulang belakang.

Tidak ada pencegahan atau obat untuk spondiloartritis, kesadaran akan faktor risiko dan gejala memungkinkan dilakukannya deteksi dini dan pengobatan dini, sehingga dapat mengurangi ketidaknyamanan dan meminimalisir kehilangan fungsi dari organ yang terkena.

Beberapa tips yang harus dihindari :

  • Menghindari olahraga high-impact dan aktivitas mengangkat beban berat karena meningkatkan risiko patahnya tulang belakang.
  • Tidak boleh di urut, manipulasi, dan semacamnya.
  • http://www.webmd.com/arthritis/tc/spondyloarthropathies
  • http://www.rheumatology.org/Practice/Clinical/Patients/Diseases_And_Conditions/Spondylarthritis_(Spondylarthropathy)/