Penyakit
23-02-2018

Hematuria (darah dalam urin)

Penyebab paling umum dari hematuria adalah :
  • Infeksi saluran kemih dengan virus, penyakit menular seksual (terutama pada wanita) atau beberapa spesies bakteri termasuk strain EPEC dan Staphylococcus saprophyticus
  • Batu kandung kemih
  • Batu ginjal atau batu ureter
  • Prostat hiperplasia jinak, pada pria yang lebih tua, terutama yang lebih dari 50
Penyebab lain dari hematuria (jarang terjadi) meliputi :
  • IgA nefropati ("penyakit Berger"), terjadi selama infeksi virus 
  • Trauma (misalnya, sebuah pukulan ke ginjal)
  • Tumor dan / atau kanker dalam sistem kemih, misalnya kanker kandung kemih atau karsinoma sel ginjal
  • Penyakit-penyakit ginjal
  • Urinary Schistosomiasis (yang disebabkan oleh Schistosoma haematobium ), penyebab utama hematuria di negara-negara Afrika dan Timur Tenga
  • Infeksi Prostat atau peradangan ( prostatitis )
  • Olahraga secara berlebihan. Kondisi ini mungkin jarang sekali terjadi dan tidak diketahui dengan pasti kenapa bisa menyebabkan terjadinya hematuria, tapi salah satu keterkaitannya adalah karena terjadi trauma pada kandung kemih yang mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik yang berlebihan.

Faktor risiko untuk penyakit yang mendasari secara signifikan meliputi : merokok, radiasi, terlalu sering menggunakan beberapa obat nyeri dan paparan bahan kimia tertentu.

Tanda-tanda yang jelas terlihat dari hematuria adalah berubahnya warna urine menjadi merah muda, kemerahan, atau kecokelatan karena mengandung sel darah merah. Umumnya hematuria tidak terasa sakit. Tapi jika muncul darah yang menggumpal bersama dengan urine, kondisi ini akan menjadi menyakitkan.

 

Beberapa kasus hematuria memang tidak disertai gejala lain sama sekali. Namun ada juga yang mengalami lebih dari hematuria. Gejala-gejala yang menyertai hematuria akan tergantung pada penyebab dasarnya. Berikut adalah gejala-gejala lain yang mungkin ada:

  • Perih saat buang air kecil
  • Frekuensi buang air kecil yang meningkat
  • Sakit pada perut bagian bawah
  • Kesulitan buang air kecil
  • Rasa sakit di punggung bagian bawah

Hematuria didiagnosis dengan urine, yang pengujiannya dari sampel urin. Untuk tes, biasanya petugas laboratorium menempatkan kertas kimia (yang disebut dipstick) ke dalam urin. Perubahan warna pada dipstick ketika sel darah merah hadir dalam urin. Bila darah terlihat dalam urin atau tes dipstick urin menunjukkan adanya sel darah merah, penyedia layanan kesehatan memeriksa urin dengan mikroskop untuk membuat diagnosis awal hematuria.

Pemeriksaan hematuria

Pemeriksaan Urine Dengan Dipstick

Sumber : www.healthwatchcenter.com

Langkah berikutnya adalah untuk mendiagnosis penyebab hematuria tersebut, penyebab yang lebih serius harus dieksplorasi diantaranya sebagai berikut:

  • Pengujian urinalisis lebih lanjut. Dari urin dapat dilakukan untuk memeriksa masalah yang dapat menyebabkan hematuria, seperti infeksi, penyakit ginjal, dan kanker. Kehadiran sel darah putih merupakan sinyal infeksi saluran kemih.

Pemeriksaan hematuria mikroskopik

Pemeriksaan Lanjut Dengan Mikroskopik

Sumber : https://s-media-cache-ak0.pinimg.com

  • Tes darah. Sebuah tes darah dapat menunjukkan adanya tingkat kreatinin, produk limbah dari kerusakan otot yang normal, yang mungkin mengindikasikan penyakit ginjal
  • Biopsi. Biopsi adalah prosedur yang melibatkan mengambil sepotong jaringan ginjal untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes ini membantu mendiagnosa jenis penyakit ginjal yang menyebabkan hematuria
  • Sistoskopi. Sistoskopi adalah prosedur yang menggunakan instrumen tubelike untuk melihat ke dalam uretra dan kandung kemih. Sistoskopi dapat digunakan untuk mencari sel-sel kanker di kandung kemih, terutama jika sel-sel kanker ditemukan dengan urinalisis.
  • Tes pencitraan ginjal. Pyelogram intravena (IVP) adalah sinar x dari saluran kemih. Sebuah pewarna khusus, disebut media kontras, disuntikkan ke pembuluh darah di lengan orang, perjalanan melalui tubuh ke ginjal, dan membuat urin terlihat pada sinar x. Media kontras juga menunjukkan setiap penyumbatan dalam saluran kemih.
  • Tes lain pencitraan, seperti USG, CT scan, atau Magnetic Resonance Imaging (MRI), dapat digunakan untuk lebih mempelajari massa/tumor.

Penanganan hematuria dilakukan berdasarkan penyebab adanya darah tersebut, sehingga diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab hematuria. Bila penyebab hematuria tidak serius, umumnya tidak dilakukan pengobatan hanya dianjurkan minum air putih banyak.

Karena beberapa penyebab hematuria adalah suatu penyakit yang serius, maka segera ke dokter apabila hematuria terjadi. Bahkan, walaupun hanya sedikit darah yang terdapat dalam urin dan itu pun hanya terjadi satu kali, maka tidak boleh diabaikan mengingat penyebabnya bisa saja penyakit yang serius. Jika di dalam urin tidak didapati darah, namun sering kesulitan atau nyeri saat buang air kecil, nyeri perut, atau sakit pada bagian ginjal, segera periksakan ke dokter, karena ini mungkin mengindikasikan hematuria mikroskopik.

 

Untuk mencegah hematuria berarti harus mencegah penyebabnya. Untuk mencegah infeksi, minum cukup cairan, segera buang air kecil setelah berhubungan badan, dan terapkan pola dan gaya hidup sehat. Untuk mencegah batu, minum banyak cairan dan hindari diet tinggi garam dan makanan tertentu seperti bayam dan kelembak (hanya bagi mereka yang berisiko tinggi). Untuk mencegah kanker kandung kemih, hindari merokok, dan hindari paparan bahan kimia dan radiasi.

  1. http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/hematuria/
  2. http://www.medicinenet.com/blood_in_urine/article.htm
  3. http://www.urologyhealth.org/urology/index.cfm?article=113
  4. http://www.emedicinehealth.com/blood_in_the_urine/article_em.htm
  5. http://www.aafp.org/afp/2001/0315/p1145.html
  6. Blood in Urine. Mayo Clinic. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/basics/causes/con-20032338
  7. Hematuria. National Kidney and Urologic Diseases Information Clearinghouse (NKUDIC). http://kidney.niddk.nih.gov/kudiseases/pubs/hematuria/
  8. Urine—Bloody. Medline Plus. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/003138.htm