Penyakit
23-02-2018

Gangguan Sendi Rahang

Sendi rahang (temporomandibular joint / TMJ) adalah sendi yang kompleks yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Tersusun atas tulang, tali sendi / ligamen, otot, tulang rawan, dan pembungkus otot (fascia) terdapat banyak saraf dan pembuluh darah yang melewati sendi tersebut. Setiap gangguan terhadap komponen-komponen pembentuk sendi atau penyumbatan aliran cairan sendi, dapat mengakibatkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan.

Gambar Anatomi TMJ

Sumber : http://medicastore.com

Sebagian besar penyebab dari kelainan sendi temporomandibuler adalah gabungan dari ketegangan otot dan kelainan anatomis pada sendi, kadang disertai faktor psikis.

Berikut adalah perilaku-perilaku dan kondisi-kondisi yang dapat menjurus ke gangguan sendi rahang (TMJ disorders):

  • Mengertakan gigi (teeth grinding) dan mengepalkan gigi (bruxism) meningkatkan keausan pada lapisan tulang rawan dari sendi rahang. Pasien-pasien mungkin tidak sadar atas perilaku ini sampai mereka diberitahu oleh seseorang yang mengamati pola ini ketika sedang tidur atau oleh dokter gigi yang mendapatkan tanda-tanda yang menunjukan kerusakan gigi. Banyak pasien bangun pagi dengan sakit rahang atau sakit telinga.

Sumber : http://medicastore.com

  • Kebiasaan mengunyah permen karet atau menggigit kuku.
  • Persoalan-persoalan denga gigi dan misalignment dari gigi (malocclusion). Pasien mungkin mengluh tentang kesukaran menemukan gigitan yang nyaman atau tentang cara gigi-giginya mencocokan diri bersama-sama telah berubah. Mengunyah hanya pada satu sisi rahang dapat menjurus ke persoalan TMJ atau adalah hasil dari persoalan TMJ.
  • Trauma pada rahang-rahang. Sejarah sebelumnya dari rahang yang patah atau tulang-tulang muka yang patah.

 

Sumber : http://medicastore.com

  • Stres seringkali menjurus ke nervous energy yang tidak dilepaskan. Adalah sangat umum untuk orang-orang dibawah stres untuk melepaskan nervous energy ini dengan secara sadar atau tidak sadar mengertak dan mengepal gigi-gigi mereka.

  • Tugas-tugas pekerjaan seperti memegang telephone antara kepala dan pundak.

Gejala gangguan adanya kelainan sendi rahang / TMJ termasuk sakit kepala, sakit telinga, pusing, dan kepenuhan atau dering di telinga, kesukaran membuka mulut ketika bangun tidur atau sukar menutup mulut ketika tertawa dan menguap terlalu lebar, rahang berbunyi ketika makan atau berbicara.

Sumber : http://medicastore.com

  • Nyeri pada otot-otot wajah dan sendi rahang dapat menyebar ke leher atau bahu. Sendi mungkin berlebihan. Anda mungkin mengalami kejang otot dari sindrom TMJ. Anda mungkin merasa sakit setiap kali Anda berbicara, mengunyah, atau menguap. Nyeri biasanya muncul dalam sendi itu sendiri, di depan telinga, tapi mungkin pindah ke tempat lain dalam, wajah tengkorak rahang, atau dan menyebabkan sakit kepala, pusing, dan bahkan migrain.
  • TMJ sindrom dapat menyebabkan sakit telinga, telinga berdenging (tinnitus), dan gangguan pendengaran. Kadang-kadang orang-orang mengira TMJ sakit untuk masalah telinga, seperti infeksi telinga, ketika telinga adalah tidak masalah sama sekali.
  • Ketika sendi bergerak, Anda dapat mendengar suara, seperti mengklik,, kisi dan / atau popping. Selain itu juga mungkin dapat mendengar suara. Mengklik dan muncul yang umum. Ini berarti disk mungkin dalam posisi yang tidak normal. Kadang-kadang tidak ada perawatan yang diperlukan jika suara memberikan sakit.
  • Wajah dan mulut bisa bengkak pada sisi yang terkena.
  • Rahang dapat mengunci terbuka lebar (maka terkilir), atau tidak dapat membuka secara penuh pada semua. Juga, setelah pembukaan, rahang bawah dapat menyimpang ke satu sisi. Anda mungkin menemukan diri Anda mendukung satu sisi menyakitkan atau yang lain dengan membuka rahang Anda canggung. Perubahan ini dapat terjadi tiba-tiba. Gigi Anda mungkin tidak cocok dengan baik bersama-sama, dan menggigit Anda mungkin merasa aneh.
  • Anda mungkin mengalami kesulitan menelan karena kejang otot.
  • Sakit kepala dan pusing dapat disebabkan oleh sindrom TMJ. Anda mungkin merasa mual atau muntah.

Selama proses diagnostik, dilakukan satu atau beberapa dari tes-tes dibawah ini:

  • Pemeriksaan dental / gigi dan gusi.
  •  X-ray dan CT-scan membantu menjelaskan perincian tulang dan sendi.
  • MRI digunakan untuk menganalisa jaringan lunak.

Gambaran MRI Diskus TMJ

Dukungan utama dari perawatan untuk sakit sendi rahang akut adalah panas dan es, makanan lunak (soft diet) dan obat-obatan anti peradangan.

1. Jaw Rest (Istirahat Rahang):

Sangat menguntungkan jika membiarkan gigi-gigi terpisah sebanyak mungkin. Adalah juga sangat penting mengenali jika kertak gigi (grinding) terjadi dan menggunakan metode-metode untuk mengakhiri aktivitas-aktivitas ini. Pasien dianjurkan untuk menghindari mengunyah permen karet atau makan makanan yang keras, kenyal (chewy) dan garing (crunchy), seperti sayuran mentah, permen-permen atau kacang-kacangan. Makanan-makanan yang memerlukan pembukaan mulut yang lebar, seperti hamburger, tidak dianjurkan.

2. Terapi Panas dan Dingin:

Terapi ini membantu mengurangi tegangan dan spasme otot-otot. Bagaimanapun, segera setelah suatu luka pada sendi rahang, perawatan dengan penggunaan dingin adalah yang terbaik. Bungkusan dingin (cold packs) dapat membantu meringankan sakit.

3. Obat-obatan:

Obat-obatan anti peradangan seperti aspirin, ibuprofen (Advil dan lainnya), naproxen (Aleve dan lainnya), atau steroids dapat membantu mengontrol peradangan. Perelaksasi otot seperti diazepam (Valium), membantu dalam mengurangi spasme-spasme otot.

4. Terapi Fisik:

Pembukaan dan penutupan rahang secara pasiv, urut (massage) dan stimulasi listrik membantu mengurangi sakit dan meningkatkan batasan pergerakan dan kekuatan dari rahang.

5. Managemen stres:

Kelompok-kelompok penunjang stres, konsultasi psikologi, dan obat-obatan juga dapat membantu mengurangi tegangan otot. Umpanbalikbio (biofeedback) membantu pasien mengenali waktu-waktu dari aktivitas otot yang meningkat dan spasme dan menyediakan metode-metode untuk membantu mengontrol mereka.

6. Terapi Occlusal:

Pada umumnya suatu alat acrylic yang dibuat sesuai pesanan dipasang pada gigi-gigi, ditetapkan untuk malam hari namun mungkin diperlukan sepanjang hari. Ia bertindak untuk mengimbangi gigitan dan mengurangi atau mengeliminasi kertakan gigi (grinding) atau bruxism.

7. Koreksi Kelainan Gigitan:

Terapi koreksi gigi, seperti orthodontics, mungkin diperlukan untuk mengkoreksi gigitan yang abnormal. Restorasi gigi membantu menciptakan suatu gigitan yang lebih stabil. Penyesuaian dari bridges atau crowns bertindak untuk memastikan kesejajaran yang tepat dari gigi-gigi.

8. Operasi:

Operasi diindikasikan pada kasus-kasus dimana terapi medis gagal. Ini dilakukan sebagai jalan terakhir. TMJ arthroscopy, ligament tightening, restrukturisasi rahang (joint restructuring), dan penggantian rahang (joint replacement) dipertimbangkan pada kebanyakan kasus yang berat dari kerusakan rahang atau perburukan rahang.

Sumber : http://medicastore.com

  1. TMJ disorders. National Institute of Dental and Craniofacial Research. http://www.nidcr.nih.gov/oralhealth/topics/tmj/tmjdisorders.htm.

  2. Sheon RP. Temporomandibular joint dysfunction syndrome. http://www.uptodate.com/index.

  3. http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/tmj

  4. http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/temporomandibularjointdysfunction.html