Penyakit
23-02-2018

Parafilia

Parafilia merupakan suatu gangguan dimana terdapat perilaku atau fantasi yang hebat dan sering untuk membangkitkan gairah seksual, yang melibatkan benda mati, anak-anak, atau orang yang tidak menginginkannya, atau tindakan tersebut menyebabkan penderitaan atau merendahkan dirinya sendiri atau seseorang.

Parafilia (penyimpangan gairah) dalam bentuk yang sangat berat merupakan penyimpangan dari norma-norma dalam hubungan seksual yang ada dan tidak dapat diterima secara sosial.

Penyebab parafilia belum diketahui secara pasti. Beberapa ahli berpendapat bahwa gangguan ini disebabkan oleh adanya trauma masa kecil, misalnya pelecehan seksual. Para ahli lainnya berpendapat bahwa suatu objek atau situasi bisa membangkitkan gairah seksual jika objek atau situasi tersebut seringkali dan berulang-ulang berhubungan dengan aktivitas seksual yang menyenangkan. Pada sebagian besar kasus, seseorang dengan parafilia memiliki kesulitan dalam membangun hubungan personal dan seksual dengan orang lain.

Banyak penderita parafilia yang dimulai sejak remaja berlanjut hingga masa dewasa. Intensitas dan kekerapan fantasi penderita bervariasi, tetapi biasanya menurun dengan bertambahnya usia.

Ciri utama parafilia adalah : 
- adanya khayalan atau perilaku yang merangsang gairah seksual yang dilakukan secara berulang-ulang dan sangat kuat, yang melibatkan obyek tertentu (misalnya sepatu, baju dalam, bahan kulit atau karet)
- menimbulkan penderitaan seseorang atau pasangannya
- melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak menginginkannya (anak-anak, orang yang tidak berdaya atau pemerkosaan)

Biasanya mulai timbul pada akhir masa kanak-kanak atau mendekati masa pubertas, dan sekali muncul, biasanya akan menetap seumur hidup. Parafilia bisa terjadi dalam bentuk fetihisme, transvestisme, pedofilia, eksibisionisme, voyeurisme, masokisme atau sadisme. Sebagian besar penderita adalah pria, dan banyak yang menderita lebih dari 1 jenis parafilia.

FETISHISME

Pada fetishisme, penderita kadang lebih menyukai untuk melakukan aktivitas seksual dengan menggunakan obyek fisik tertentu (fetish), dibandingkan dengan manusia.
Penderita akan terangsang dan terpuaskan secara seksual jika:
- memakai pakaian dalam milik orang lain
- memakai bahan karet atau kulit
- memegang, menggosok-gosok atau membaui sesuatu, misalnya sepatu bertumit tinggi
Penderita kelainan ini tidak mampu melakukan fungsi seksualnya tanpa fetish yang mereka miliki.

TRANSVESTIS FETISHISME

Pada gangguan ini, pria lebih menyukai untuk mengenakan pakaian wanita, atau pada kasus yang lebih jarang, wanita lebih menyukai mengenakan pakaian pria. Namun, mereka tidak berharap untuk mengubah jenis kelamin mereka, seperti yang dilakukan oleh trans-seksual.

Transvetis fetishisme dianggap sebagai gangguan kesehatan mental hanya jika menyebabkan kesulitan dan gangguan dalam beraktivitas, atau meliputi tindakan berani yang mengarah pada terjadinya cedera, hilangnya pekerjaan, atau hukuman penjara.

Penderita juga bisa melakukan tindakan ini untuk alasan selain stimulasi seksual, misalnya mengurangi kecemasan, relaksasi, atau merasakan sisi feminin dalam kepribadian seorang penderita pria. Sebagian pria yang tampil sebagai transvestis hanya pada masa remaja dan usia 20-an bisa mengalami gangguan identitas gender sehingga bisa berkeinginan untuk mengubah tubuhnya melalui terapi hormon atau pembedahan genitalia.

Hanya sedikit penderita transvestis yang mencari bantuan medis. Mereka biasanya termotivasi oleh pasangan yang merasa tidak senang atau adanya rasa khawatir bagaimana perilaku tersebut mempengaruhi kehidupan sosial dan pekerjaan penderita. Penderita lainnya mencari bantuan medis karena gangguan lainnya, seperti depresi atau penyalahgunaan zat-zat terlarang. Terapi yang diberikan berupa psikoterapi untuk membantu penderita bisa menerima dirinya sendiri dan pengendalian perilaku yang bisa menyebabkan masalah.

PEDOFILIA

Pedophilia adalah kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak kecil.
Di negara-negara Barat, pedofilia biasanya diartikan sebagai keinginan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak yang berusia di bawah 13 tahun. Seseorang yang didiagnosis pedofilia, setidaknya berusia 16 tahun.

Penderita sangat terganggu dan pikirannya dipenuhi oleh khayalan seksual tentang anak-anak, bahkan meskipun tidak terjadi aktivitas seksual yang sesungguhnya. Beberapa penderita hanya tertarik pada anak-anak, seringkali anak pada usia tertentu; sedangkan penderita lainnya tertarik pada anak-anak dan juga orang dewasa. Baik pria maupun wanita bisa menderita pedofilia, dan korbannya pun bisa anak laki-laki maupun anak perempuan.

Penderita bisa hanya tertarik pada anak kecil dalam keluarganya sendiri (incest), atau mereka bisa juga mengincar anak-anak kecil di lingkungan sekitarnya. Penderita bisa melakukan pemaksaan atau kekerasan untuk melakukan hubungan seksual dengan anak-anak tersebut dan memberikan ancaman supaya korbannya tutup mulut.

Pedofilia bisa diobati dengan psikoterapi dan obat-obatan yang merubah dorongan seksual. Pengobatan tersebut bisa dilakukan berdasarkan kemauan sendiri atau setelah penderita menjalani proses hukum. Sebagian penderita memberikan respon terhadap pengobatan, sedangkan penderita lainnya tidak. Hukuman penjara, bahkan untuk waktu yang lama, tidak mengubah hasrat maupun khayalan penderita.

EKSIBISIONISME

Pada eksibisionisme, seseorang (biasanya laki-laki) memamerkan alat kelaminnya kepada orang lain yang sama sekali tidak menduga hal ini akan terjadi dan pada saat melakukan hal tersebut, penderita akan terangsang secara seksual. Bisa terjadimasturbasi setelah penderita melakukan hal tersebut.

Hubungan seksual yang lebih jauh hampir tidak pernah terjadi, sehingga penderita jarang melakukan pemerkosaan. Sebagian penderita yang tertangkap berusia dibawah 40 tahun.

Seorang wanita bisa memamerkan tubuhnya dengan cara-cara yang mengganggu, tetapi pada wanita, eksibisionisme jarang dihubungkan dengan kelainan psikoseksual.

VOYEURISME

Pada voyeurisme, seseorang akan terangsang jika melihat orang lain yang menanggalkan pakaiannya, telanjang atau sedang melakukan hubungan seksual. Voyeurisme merupakan kegiatan mengintip sesuatu yang menggairahkan, bukan merupakan aktivitas seksual dengan orang yang dilihat.

Sebagai suatu kelainan, voyeurisme merupakan metode aktivitas seksual yang disukai oleh penderitanya dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengintip korbannya. Sebagian besar penderita adalah pria. Salah satu kriteria yang merupakan ciri khas dari voyeurisme, yaitu melihat secara sembunyi-sembunyi.

MASOKISME & SADISME

Masokisme merupakan kenikmatan seksual yang diperoleh jika penderita secara fisik dilukai, diancam atau dianiaya. Sedangkan sadisme adalah kebalikan dari masokisme, yaitu kenikmatan seksual yang diperoleh penderita jika dia menyebabkan penderitaan fisik maupun psikis pada mitra seksualnya. Tetapi masokisme atau sadisme sampai tingkat yang berat dapat mengakibatkan cedera, baik fisik maupun psikis, bahkan kematian.

Kelainan seksual masokisme melibatkan kebutuhan akan penghinaan, pemukulan atau penderitaan lain yang nyata, bukan pura-pura. yang dilakukan oleh mitra seksualnya untuk membangkitkan gairah seksualnya. Misalnya penyimpangan aktivitas seksual yang berupa asfiksiofilia, dimana penderita dicekik atau dijerat (baik oleh mitra seksualnya maupun oleh dirinya sendiri). Berkurangnya pasokan oksigen ke otak yang bersifat sementara pada saat mengalami orgasme, dicari sebagai penambahan kenikmatan seksual; tetapi cara tersebut bisa secara tidak sengaja menyebabkan kematian.

Sadisme seksual bisa terjadi hanya dalam khayalan. Beberapa penderita sadisme, menjerat korban yang ketakutan, yang tidak menyetujui apa yang dilakukan oleh penderita dan kemudian memperkosanya. Penderita lainnya, secara khusus mencari mitra seksual yang menderita masokisme dan memenuhi keinginan sadistiknya dengan mitra seksual yang memang senang untuk disakiti.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala gangguan yang ada.

Sebagian besar kasus parafilia ditangani dengan konseling dan terapi perilaku. Pengobatan bisa diberikan untuk membantu mengurangi tindakan kompulsif yang berhubungan dengan parafilia dan mengurangi terjadinya perilaku dan fantasi seksual yang menyimpang. Pada beberapa kasus, terapi hormon bisa diberikan pada penderita yang sering mengalami kekambuhan perilaku seksual yang berbahaya. Pengobatan bekerja dengan mengurangi gairah seksual penderita.

- B, George R. Paraphilias. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.

- K, Marina. Paraphilias. Medicine Net. 2012.