Penyakit
23-02-2018

Infeksi Pseudomonas

Infeksi Pseudomonas adalah infeksi yang disebabkan bakteri Pseudomonas, terutama Pseudomonas aeruginosa.

Penyebab infeksi Pseudomonas adalah bakteri Pseudomonas, terutama Pseudomonas aeruginosa. Bakteri ini terdapat di seluruh dunia pada tanah dan air. Bakteri ini biasanya ditemukan pada tempat-tempat yang lembab, misalnya di tempat mencuci, toilet, kolam renang yang tidak diklorinasi dengan cukup, dan bak mandi air panas (hot tub). Bahkan organisme ini bisa terdapat pada cairan antiseptik yang kadaluarsa atau sudah rusak. Bakteri ini juga bisa terdapat pada kulit, telinga, dan usus orang yang sehat untuk waktu tertentu.

Infeksi Pseudomonas aeruginosa bisa bersifat ringan sampai berat dan mengancam nyawa. Infeksi lebih sering terjadi dan cenderung lebih berat pada orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, memiliki diabetes atau penyakit kistik fibrosis, menjalani rawat inap di rumah sakit, atau menggunakan obat-obat yang menekan sistem kekebalan tubuh, misalnya obat kanker.

Pseudomonas bisa menginfeksi darah, kulit, tulang, telinga, mata, saluran kemih, katup jantung dan paru-paru. Luka pada kulit (misalnya luka bakar, luka akibat cedera atau operasi) juga bisa terinfeksi oleh Pseudomonas.

Orang-orang yang dirawat di rumah sakit juga dapat terinfeksi oleh bakteri Pseudomonas. Bakteri ini dapat menyebar melalui peralatan medis, misalnya melalui selang pernafasan atau alat bantu pernafasan.

Gejalanya tergantung bagian tubuh yang terkena :

  • Infeksi pada telinga bagian luar (swimmer's ear). Infeksi bisa terjadi pada orang sehat akibat air yang mengandung bakteri masuk ke dalam telinga saat berenang. Infeksi juga bisa pada bagian telinga yang lebih dalam, terutama pada orang-orang dengan diabetes. Jaringan telinga bisa bengkak dan meradang, hingga menutup liang telinga. Penderita bisa mengalami demam, hilang pendengaran, nyeri telinga hebat, keluar cairan yang berbau busuk dari telinga, dan kerusakan saraf.
  • Infeksi pada akar rambut (folikel), biasanya didapat saat berendam di bak mandi air panas (hot-tub) atau whirlpool, terutama jika tidak diklorinasi dengan baik.
  • Infeksi pada mata. Pseudomonas dapat merusak kornea mata, seringkali secara permanen. Infeksi dapat terjadi akibat pemakaian lensa kontak atau cairan lensa kontak yang terkontaminasi.
  • Infeksi jaringan lunak, misalnya pada otot, tendon, ligamen, lemak, dan kulit. Infeksi bisa terjadi akibat luka tusuk yang dalam, luka bakar, atau luka akibat cedera atau pembedahan.
  • Infeksi paru berat (pneumonia) pada pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama pada mereka yang menggunakan selang untuk pernafasan dan ventilator mekanik.

Selain itu, infeksi juga bisa terjadi pada saluran kemih, tulang dan sendi, atau katup jantung (biasanya pada orang-orang yang menggunakan obat suntik terlarang atau orang-orang dengan katup jantung buatan). Infeksi yang masuk ke aliran darah (bakteremia) juga bisa terjadi, misalnya akibat penyebaran bakteri dari organ yang terinfeksi atau pemakaian jarum suntik yang terkontaminasi (pada pengguna obat suntik terlarang).

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan. Untuk memastikan diagnosa, bisa dilakukan pembiakan di laboratorium dari contoh darah dan kerokan kulit.

Jika infeksi terbatas pada daerah bagian luar seperti kulit, jaringan yang mati dan abses yang besar, maka bisa dilakukan pengangkatan melalui pembedahan. Selain itu, infeksi juga perlu diatasi dengan pemberian antibiotik selama beberapa hari atau beberapa minggu, tergantung dari infeksi yang terjadi.

Kadang-kadang katup jantung yang terinfeksi bisa diobati dengan antibiotik, tetapi seringkali perlu dilakukan pembedahan jantung untuk mengganti katup yang telah mengalami kerusakan.

- L, Matthew E. Pseudomonas Infections. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- Healthwise. Pseudomonas Infection. Web MD. 2011.