Endokarditis Infektif
Penyakit
13-11-2019

Endokarditis Infektif

(Sumber gambar: online-dentist.co.uk)

Endokarditis infektif merupakan infeksi yang terjadi pada lapisan jantung bagian dalam, yaitu meliputi ruang dan katup jantung, biasanya oleh bakteri atau jamur (lebih jarang).

 

Penyebab

Ada 2 faktor yang berperan dalam terjadinya endokarditis, yaitu :

- Kelainan pada endokardium, misalnya pada :

  1. Kelainan jantung bawaan (kongenital)
  2. Kelainan katup jantung, misalnya pada penyakit jantung rematik. Namun, pada kasus yang jarang, bakteremia atau mikroorganisme virulen juga bisa menyebabkan endokarditis pada katup jantung yang normal.
  3. Riwayat endokarditis
  4. Katup jantung buatan

- Adanya mikroorganisme di dalam aliran darah (bakteremia), bisa berasal dari :

  1. Masuknya bakteri melalui luka di kulit, lapisan mulut atau gusi
  2. Infeksi di tempat lain, misalnya dari infeksi saluran kemih.
  3. Tindakan medis tertentu, misalnya pembedahan.
  4. Sepsis, di mana terdapat sejumlah besar bakteri di dalam darah.
  5. Masuknya bakteri melalui tempat suntikan (misalnya pada pemakai obat suntik terlarang)

Selain itu, hampir semua bahan asing yang dipasang di dalam tubuh berisiko untuk menjadi tempat kolonisasi bakteri, sehingga bisa menjadi sumbar bakteremia dan endokarditis.

Gejala

Endokarditis infeksius bisa berupa :

  1. Endokarditis akut, biasanya terjadi secara mendadak, dimana terdapat demam tinggi, kelelahan, serta kerusakan katup jantung yang cepat dan luas.
  2. Endokarditis subakut, dimana terjadi kelelahan, demam ringan, penurunan berat badan, berkeringat, dan anemia selama berbulan-bulan sebelum akhirnya terjadi kerusakan katup jantung.

Endokarditis bisa menimbulkan dampak lokal maupun sistemik (di seluruh tubuh), yaitu berupa :

- Efek Lokal Pada Jantung dan Pembuluh Darah, misalnya :

  1. Terbentuknya abses pada otot jantung disertai kerusakan jaringan
  2. Kelainan katup jantung
  3. Infeksi pada katup jantung buatan
  4. Infeksi pada pembuluh darah arteri akibat penyebaran infeksi
  5. Gangguan sistem konduksi listrik jantung, sehingga detak jantung melambat dan bisa menyebabkan hilangnya kesadaran atau bahkan kematian.

- Efek Sistemik. Kumpulan bakteri dan bekuan darah di katup jantung bisa terlepas, terbawa aliran darah, dan kemudian menyumbat arteri (menimbulkan emboli). Akibat yang ditimbulkan tergantung dari lokasi sumbatan, misalnya sumbatan pada arteri di otak bisa menyebabkan stroke, dan sumbatan pada arteri di jantung bisa menyebabkan serangan jantung.

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik, terutama pada orang-orang yang memiliki risiko untuk terjadi penyakit ini, misalnya :

  1. memiliki kelainan katup jantung
  2. adanya katup jantung buatan
  3. menggunakan obat suntik terlarang

Untuk memastikan diagnosis, bisa dilakukan pemeriksaan penunjang seperti ekokardiografi untuk menemukan adanya vegetasi dan kerusakan katup jantung, atau pemeriksaan darah untuk melihat adanya infeksi.

Penanganan

Penanganan endokarditis infektif berupa pengendalian infeksi. Namun, tindakan ini tidak selalu berhasil, terutama pada orang-orang dengan katup jantung buatan. Oleh karena itu, bisa dilakukan operasi untuk perbaikan atau penggantian katup jantung yang rusak, pengangkatan vegetasi, atau pengeluaran abses.

Pencegahan

Pada orang-orang dengan kelainan katup jantung, memiliki katup jantung buatan, atau kelainan jantung bawaan, perlu diberikan antibiotika sebelum menjalani tindakan pembedahan dan tindakan medis lainnya. Meskipun risiko terjadinya endokarditis pada tindakan medis tersebut tidak terlalu besar dan pemberian antibiotika tidak selalu efektif, tetapi hal ini bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan.

Referensi:

- H, Victor F. Infective Endocarditis. The Merck Manual. 2014.

- P, Lawrence L. Infective Endocarditis. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.