Penyakit
23-02-2018

Limfogranuloma Venereum

Limfogranuloma Venereum adalah suatu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis. Penyakit ini menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan yang terasa nyeri dan terkadang juga menyebabkan infeksi di rektum.

Penyebabnya adalah bakteri Chlamydia trachomatis Limfogranuloma venereum terutama ditemukan di daerah tropis dan subtropis. Di Eropa Barat, infeksi ini sering menjadi penyebab infeksi rektum (proktitis) pada pria homoseksual.

Biasanya pada penis atau vagina terbentuk lepuhan kecil berisi cairan yang tidak terasa nyeri. Lepuhan ini kemudian menjadi luka terbuka (ulkus) yang cepat membaik sehingga seringkali tidak diperhatikan oleh penderitanya. Kemudian terjadi pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan pada salah satu atau kedua sisi yang kemudian menjadi lunak dan meradang. Kulit di atasnya tampak merah dan terasa hangat. Jika infeksi tidak diobati akan terbentuk saluran pada kulit di atasnya yang mengeluarkan nanah atau cairan. Infeksi dapat membaik tetapi biasanya meninggalkan jaringan parut atau dapat kambuh kembali. Jika infeksi berlangsung untuk waktu yang lama atau berulang, kelenjar getah bening dapat tersumbat, sehingga jaringan genitalia menjadi membengkak.

Gejala-gejala lain yang dapat ditemukan adalah demam, rasa tidak enak badan, sakit kepala, nyeri sendi, nafsu makan berkurang, muntah, sakit punggung, dan infeksi rektum yang menyebabkan keluarnya nanah bercampur darah. Infeksi rektum bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut, yang dapat menyempitkan rektum.

Dugaan limfogranuloma venerum didasarkan dari gejala-gejala khas yang ada. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan darah untuk menemukan adanya antibodi terhadap bakteri penyebabnya (Chlamydia trachomatis).

Jika pengobatan diberikan sejak awal infeksi, infeksi dapat disembuhkan, yaitu dengan pemberian antibiotik selama waktu tertentu. Tetapi jika pembuluh getah bening telah mengalami kerusakan yang menetap maka pembengkakan akan tetap ada. Konsultasikan pada dokter untuk memastikan diagnosa dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Cara yang paling baik untuk mencegah penularan penyakit ini adalah abstinensia (tidak melakukan hubungan seksual dengan mitra seksual yang diketahui menderita penyakit ini).

Untuk mengurangi resiko tertular oleh penyakit ini, sebaiknya menjalani perilaku seksual yang aman, tidak berganti-ganti pasangan seksual. Penggunaan kondom yang benar, baik pada pria atau wanita, dapat sangat menurunkan risiko terinfeksi penyakit menular seksual. Kondom perlu dipakai sejak awal hingga akhir aktivitas seksual.

- M, J. Allen. Lymphogranuloma Venereum. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- V, Linda J. et al. Lymphogranuloma Venereum. Medline Plus. 2012.