Penyakit
23-02-2018

Mioklonus

Mioklonus menunjuk pada sentakan-sentakan (kontraksi) otot atau sekelompok otot yang cepat dan singkat. 

Mioklonus dapat terjadi secara normal, seringkali ketika seseorang tertidur. Atau dapat juga terjadi akibat kelainan-kelainan seperti gagal hati, gagal ginjal, henti jantung, kerusakan otak akibat virus, gangguan metabolik (misalnya gula darah yang tinggi atau rendah), berkurangnya oksigen di tubuh secara tiba-tiba, cedera kepala, atau akibat mengkonsumsi obat-obat tertentu dalam dosisi tinggi, seperti obat antihistamin atau beberapa obat anti-depresan.

Otot-otot bisa tersentak dengan cepat atau lambat, ritmik atau tidak. Mioklonus dapat terjadi sesekali atau sering, dapat terjadi spontan atau dipicu oleh suatu stimulus, seperti suara berisik, cahaya, atau gerakan yang tiba-tiba.

Diagnosis mioklonus dibuat berdasarkan gejala-gejala yang ada. Pemeriksaan lain dapat dilakukan untuk mengidentifikasi penyebabnya.

Jika mungkin atasi penyebab terjadinya mioklonus, misalnya :

  • Hentikan pemakaian obat-obat tertentu yang bisa menyebabkan terjadinya mioklonus
  • Koreksi kadar gula darah yang tinggi atau rendah
  • Atasi gagal ginjal dengan hemodialisa (cuci darah)

- E, David. P, Michael. Myoclonus. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.