Penyakit
23-02-2018

Dystonia

Dystonia adalah kelainan gerakan dimana kontraksi otot yang terus menerus menyebabkan gerakan berputar dan berulang atau menyebabkan sikap tubuh yang abnormal. Gerakan tersebut tidak disadari dan kadang menimbulkan nyeri, bisa mengenai satu otot, sekelompok otot (misalnya otot lengan, tungkai atau leher) atau seluruh tubuh.

Para ahli berpendapat bahwa dystonia terjadi karena adanya kelainan di beberapa daerah di otak, tempat pengolahan beberapa pesan untuk memerintahkan kontraksi otot. 

Dystonia bisa disebabkan oleh: 
- Cedera ketika lahir (terutama karena kekurangan oksigen)
- Infeksi tertentu
- Reaksi terhadap obat tertentu, logam berat atau keracunan karbon monoksida
- Trauma
- Stroke

Sekitar 50% kasus dystonia tidak memiliki hubungan dengan penyakit maupun cedera, dan disebut dystonia primer atau dystonia idiopatik. Dystonia primer disebabkan oleh adanya mutasi genetik, sehingga biasanya merupakan suatu distonia keturunan. Dystonia juga bisa merupakan gejala dari penyakit lainnya, yang beberapa diantaranya juga bersifat diturunkan (misalnya penyakit Wilson).

Gejala awal adalah kemunduran dalam menulis (setelah menulis beberapa baris kalimat), kram kaki dan kecenderungan tertariknya satu kaki keatas atau kecenderungan menyeret kaki setelah berjalan atau berlari pada jarak tertentu. Leher terputar atau tertarik diluar kesadaran penderita, terutama ketika penderita merasa lelah. Gejala lainnya adalah tremor dan kesulitan untuk berbicara atau mengeluarkan suara. 

Gejala-gejala awalnya bisa sangat ringan dan baru dirasakan hanya setelah melakukan olahraga berat, stres atau kelelahan. Lama-lama gejala menjadi semakin jelas dan meluas sampai tak tertahankan. 

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan.

Penanganan yang diberikan bisa berupa :

  • Mengatasi atau menghilangkan penyebab dystonia, jika penyebabnya diketahui.
  • Suntikan botulinum toxin pada otot yang terlalu aktif, sehingga melemahkan kontraksi otot tersebut.
  • Terapi fisik, bisa membantu sebagian penderita
  • Pembedahan, dilakukan jika pemberian obat tidak berhasil atau efek sampingnya terlalu berat, misalnya untuk memotong atau mengangkat saraf dari otot yang terkena pada dystonia fokal (antara lain dysfonia spasmodik dan tortikolis).

- E, David. P, Michael. Dystonia. Merck Manual Home Health Handbook. 2007.