Sakit Kepala Cluster; Cluster Headache
Penyakit
21-09-2020

Sakit Kepala Cluster; Cluster Headache

Nyeri kepala primer Cluster Headache adalah nyeri kepala pada daerah sekitar mata atau di belakang mata. Rasanya seperti tertusuk-tusuk dan biasanya disertai dengan gejala lain, seperti hidung tersumbat, mata merah dan berair di salah satu mata yang sakit. Umumnya Cluster Headache lebih banyak diderita oleh pria.

Sakit kepala ini biasa menyerang bersamaan pada waktu yang sama setiap hari, dan secara berkala di siang atau malam hari selama beberapa minggu bahkan hingga bulanan. Kemudian diikuti oleh masa tenggang tanpa serangan sakit kepala.

Sakit kepala cluster juga dianggap sebagai penyakit musiman. Nyeri akibat sakit kepala cluster dikategorikan berat dan dapat berlangsung 30 menit hingga 2 jam. Rasa sakit biasanya berkumpul pada satu sisi kepala saja, di area belakang dan sekitar mata.

Penyebab Sakit Kepala Cluster (Cluster Headache)

Penyebab pasti terjadinya belum diketahui. 

Faktor lain yang mungkin juga terlibat adalah:

  • Hormon. Orang dengan sakit kepala cluster memiliki ketidaknormalan tingkat hormon tertentu, seperti melatonin dan cortisol, terjadi saat periode cluster.
  • Neurotransmitter. Berubahnya tingkat beberapa reaksi kimia yang membawa impuls syaraf pada otak (neurotransmitter), seperti serotonin, mungkin memiliki peran dalam tumbuhnya sakit kepala cluster.

Tidak seperti migrain atau sakit kepala karena ketegangan, sakit kepala ini umumnya tidak berkaitan dengan pemicu seperti makanan, perubahan hormon atau stress.

Tetapi sekali periode cluster mulai, mengkonsumsi alkohol dapat dengan cepat memicu pecahnya sakit kepala. Untuk alasan ini, banyak orang dengan sakit kepala cluster menghindari alkohol pada saat durasi periode cluster. Pemicu lain yang mungkin juga termasuk adalah penggunaan obat medis, seperti nitroglycerin, obat yang digunakan untuk penyakit jantung.

Faktor Risiko

  • Laki-laki. Lelaki lebih mungkin dari pada wanita untuk memiliki sakit kepala cluster.
  • Orang dewasa. Banyak orang dengan sakit kepala cluster pertama kali muncul pada saat usia akhir 20an, meskipun kondisi ini dapat berkembang pada usia berapapun.
  • Merokok. Kebanyakan orang yang mengalami sakit serangan kepala cluster adalah perokok.
  • Minum alkohol. Alkohol dapat memicu serangan jika anda memiliki risiko sakit kepala cluster.
  • Catatan keluarga. Jika orang tua atau saudara kandung memiliki sakit kepala cluster, Anda dapat mengalami peningkatan risiko sakit kepala cluster.

Gejala Sakit Kepala Cluster

Sakit kepala cluster menyerang dengan cepat, biasanya tanpa peringatan. Tanda dan gejala khususnya adalah:

  • Sangat sakit biasanya pada atau sekitar mata, tetapi dapat merambat pada area lain di wajah, kepala, leher dan pundak.
  • Sakit pada satu sisi
  • Gelisah
  • Keluar air mata secara berlebihan
  • Mata merah sebagai efek samping
  • Lendir atau basah pada lubang hidung sebagai efek samping pada wajah
  • Berkeringat, kulit pucat pada wajah
  • Bengkak di sekitar mata sebagai efek samping pada wajah
  • Ukuran pupil (lingkaran hitam pada bola mata) mengecil
  • Kelopak mata yang layu

sakit kepala cluster

Karakteristik periode cluster:

Periode cluster biasanya berakhir dari satu sampai 12 minggu. Tanggal mulai dan durasi masing-masing periode cluster mungkin akan sama dari period ke periode.

Saat periode cluster:

  • Sakit kepala terjadi setiap hari, terkadang beberapa kali sehari.
  • Satu serangan dapat terjadi dari 15 menit sampai 3 jam.
  • Serangan terjadi pada waktu yang sama setiap 24 jam.
  • Serangan biasa terjadi antara jam 9 malam dan jam 9 pagi.

Rasa sakit biasanya berakhir tiba-tiba seperti munculnya, dengan cepat intensitasnya berkurang. Setelah serangan, banyak orang bebas sepenuhnya dari rasa sakit akan tetapi muncul perasaan lelah.

Diagnosis Sakit Kepala Cluster

  1. Gejala dan pola serangan, Cluster headache mempunyai ciri khas tipe nyeri dan pola serangan. Suatu diagnosis tergantung kepada gambaran dari serangan, termasuk nyeri, lokasi dan keparahan sakit kepala, dan gejala-gejala lainnya yang terkait. Frekuensi dan lama waktu terjadinya sakit kepala juga merupakan faktor yang penting.
  2. Pemeriksaan neurologis, dapat membantu untuk mendeteksi tanda-tanda dari sakit kepala ini. Terkadang pupil terlihat lebih kecil atau palpebra terjatuh bahkan diantara serangan.

  3. Pemeriksaan neuroimaging. Uji yang dilakukan adalah CT- Scan dan MRI kepala. 

Penanganan Sakit Kepala Cluster

Tidak ada terapi untuk menyembuhkan cluster headache. Tujuan dari pengobatan adalah membantu menurunkan keparahan nyeri dan memperpendek jangka waktu serangan.

Obat-obat yang digunakan dapat dibagi menjadi obat-obat simtomatik dan profilaktik.

Obat simtomatik : Obat-obat simtomatik bertujuan untuk menghentikan atau mengurangi rasa nyeri setelah terjadi serangan cluster headache, yaitu:

1. Oksigen

Menghirup oksigen 100 % melalui sungkup wajah dengan kapasitas 7 liter/menit memberikan kesembuhan yang baik pada 50 sampai 90 % orang-orang yang menggunakannya.

2. Sumatriptan

Obat injeksi sumatriptan yang biasa digunakan untuk mengobati migrain, juga efektif digunakan pada cluster headache.

3. Ergotamin

Alkaloid ergot ini menyebabkan vasokontriksi pada otot-otot polos di pembuluh darah otak, dosis harus dibatasi untuk mencegah terjadinya efek samping terutama mual, serta hati-hati pada penderita dengan riwayat hipertensi.

4. Obat-obat anestesi lokal

Anestesi lokal menstabilkan membran saraf sehingga sel saraf menjadi kurang permeabel terhadap ion-ion. Hal ini mencegah pembentukan dan penghantaran impuls saraf, sehingga menyebabkan efek anestesi lokal. Namun harus berhati-hati jika digunakan pada pasien-pasien dengan hipoksia, depresi pernapasan, atau bradikardi.

Obat-obat profilaktik : Bertujuan untuk mencegah serangan kembali (rekurensi) serta mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala, yaitu:

1. Anti konvulsan

Penggunaan anti konvulsan sebagai profilaksis pada cluster headache telah dibuktikan pada beberapa penelitian yang terbatas. Mekanisme kerja obat-obat ini untuk mencegah cluster headache masih belum jelas, mungkin bekerja dengan mengatur sensitisasi di pusat nyeri.

2. Kortikosteroid

Obat-obat kortikosteroid sangat efektif menghilangkan siklus cluster headache dan mencegah rekurensi segera.

Karena sakit kepala tipe ini meningkat dengan cepat pengobatan simtomatik harus mempunyai sifat bekerja dengan cepat dan dapat diberikan segera, biasanya menggunakan injeksi atau inhaler daripada tablet per oral.

Pembedahan

Pembedahan di rekomendasikan pada orang-orang dengan cluster headache kronik yang tidak merespon dengan baik dengan pengobatan atau pada orang-orang yang memiliki kontraindikasi pada obat-obatan yang digunakan. Seseorang yang akan mengalami pembedahan hanyalah yang mengalami serangan pada satu sisi kepal saja karena operasi ini hanya bisa dilakukan satu kali. Orang-orang yang mengalami serangan berpindah-pindah dari satu sisi ke sisi yang lain mempunyai resiko kegagalan operasi.

Ada beberapa tipe pembedahan yang dapat dilakukan untuk mengobati cluster headache. Prosedur yang dilakukan adalah merusak jalur saraf yang bertanggung jawab terhadap nyeri.

Pencegahan Sakit Kepala Cluster

Dikarenakan penyebab sakit kepala cluster tidak diketahui, Anda tidak dapat mencegah kejadian pertamanya. Bagaimanapun, strategi pencegahan sangat penting untuk mengatur sakit kepala cluster karena menanganinya dengan obat-obatan akut sama saja tidak berguna.

Pencegahan dapat menolong mengurangi risiko dan tingkat keparahan serangan dan risiko peningkatan sakit kepala. Pencegahan dengan pengobatan medis dapat juga meningkatkan efektivitas pengobatan medis akut. Sebagai tambahan, Anda dapat mengurangi risiko terkena serangan dengan menghindari nikotin dan alkohol, yang sering mempercepat sakit kepala cluster.

Referensi:

  1. Lifting the Burden. Information for people affected by cluster headache. http://www.l-t-b.org/assets/98/91498A98-D07F-9C38-9BCC46611D89FE2F_document/What_is_cluster_headache.pdf
  2. Mayo Clinic. Cluster Headache. 2011.
  3. Rozen TD, et al. Cluster headache in women: clinical characteristics and comparison with cluster headache in men. J Neuro, Neurosurg & Psych, 2001; 70: 613-617. http://jnnp.bmj.com/content/70/5/613.abstract
  4. Russell MB, et al. Familial occurrence of cluster headache. JNeurol, Neurosurg & Psych, 1995; 58: 341-343. http://jnnp.bmj.com/content/58/3/341.abstract
  5. US Medline Plus. Cluster headache.http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/ency/article/000786.htm.