Penyakit
23-02-2018

Mania

Mania (manik) ditandai dengan aktivitas fisik yang berlebihan dan perasaan gembira yang luar biasa, yang secara keseluruhan tidak sebanding dengan peristiwa positif yang terjadi.

Beberapa kelainan fisik yang bisa menyebabkan mania antara lain :

  • Efek samping pemakaian obat tertentu, misalnya amfetamin, kokain, bromokriptin, kortikosteroid, obat anti-depresan, levodopa, atau metilfenidat
  • Infeksi tertentu, misalnya AIDS, ensefalitis, atau sifilis stadium lanjut
  • Kelainan hormonal, misalnya hormon tiroid yang berlebihan
  • Penyakit jaringan ikat tertentu, seperti lupus eritematosus sistemik
  • Gangguan neurologis tertentu, misalnya tumor otak.

Gejala mania (manik) bisa berkembang dengan cepat dalam waktu beberapa hari. Pada stadium awal, penderita bisa merasa lebih baik dari biasanya dan seringkali tampak lebih ceria, lebih muda dan lebih bersemangat.

Penderita biasanya merasa senang, tetapi juga bisa mudah tersinggung, senang bertengkar atau memusuhi secara terang-terangan. Yang khas adalah bahwa penderita yakini bahwa dirinya baik-baik saja.

Kurangnya pengertian akan keadaannya sendiri disertai dengan aktivitas yang sangat luar biasa, bisa menyebabkan penderita menjadi tidak sabar, suka mengacau, mencampuri urusan orang lain dan jika kesal akan lekas marah dan menyerang orang lain.

Aktivitas mental penderita menjadi semakin cepat. Perhatian penderita mudah teralihkan dan selalu berpindah-pindah dari satu tema ke tema lainnya.

Penderita bisa memiliki keyakinan yang salah mengenai kekayaan, kekuasaan, keahlian dan kecerdasan seseorang; dan kadang menganggap dirinya adalah Tuhan. Penderita yakin bahwa dirinya sedang dibantu atau dihukum oleh orang lain; atau memiliki halusinasi, yaitu mendengar dan melihat benda-benda yang sesungguhnya tidak ada.

Kebutuhan tidurnya berkurang. Penderita tidak henti-hentinya mengikuti berbagai kegiatan (misalnya usaha dagang yang beresiko, judi atau perilaku seksual yang berbahaya), tanpa memikirkan bahaya sosial yang mungkin terjadi.

Pada kasus yang berat, aktivitas fisik dan mental penderita menjadi sangat tinggi sehingga setiap kaitan yang jelas antara suasana hati dan perilaku hilang dalam suatu bentuk agitasi yang tanpa perasaan. Pada keadaan ini diperlukan penanganan segera, karena penderita bisa meninggal akibat kelelahan fisik yang luar biasa.

Gejala-gejala mania:

  1. Suasana hati
    - Gembira, mudah tersinggung atau bermusuhan
    - Kesedihan sesaat
  2. Gejala psikis lainnya
    - Harga diri yang berlebihan, merasa berkuasa
    - Pikiran melompat-lompat, pikiran yang baru dipicu oleh bunyi kata-kata, bukan oleh artinya; cenderung mudah teralihkan
    - Minat yang berlebihan terhadap kegiatan yang baru, semakin banyak berhubungan dengan orang-orang (yang seringkali merasa terasing karena penderita suka ikut campur dan mengganggu), senang berbelanja
  3. Gejala psikotik
    - Delusi akan bakat yang luar biasa
    - Delusi akan kebugaran fisik yang luar biasa
    - Delusi akan kekayaan, keturunan bangsawan atau identitas kebesaran lainnya
    - Halusinasi dengar atau lihat
    - Paranoia
  4. Gejala fisik
    - Tingkat aktivitas meningkat
    - Mungkin terjadi penurunan berat badan karena meningkatnya aktivitas dan kurangnya makan
    - Berkurangnya kebutuhan akan tidur
    - Meningkatnya gairah seksual

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada. Mania seringkali merupakan bagian dari gangguan bipolar (penyakit manik-depresif).

Jika diketahui penyebabnya, maka gangguan diatasi dengan menghilangkan atau mengendalikan penyebabnya, misalnya penghentian pemakaian obat amfetamin.

Orang-orang yang didiagnosa mengalami mania bipolar perlu mendapatkan penanganan oleh dokter untuk mengatasinya, misalnya berupa :

  • Perawatan di rumah sakit. Awalnya penderita mungkin perlu dirawat di rumah sakit, karena berisiko tinggi melakukan tindakan yang tak terduga, nekat, serta ketidakpatuhan terhadap pengobatan.
  • Pemberian obat untuk mengatasi gejala-gejala yang ada, seperti hiperaktivitas, sedikitnya waktu tidur, permusuhan, dan iritabilitas.
  • Terapi elektrokonvulsif, bisa diberikan untuk penderita dimana gangguan tidak dapat diatasi oleh obat-obatan, mengalami mania berat, wanita hamil dan tidak bisa menggunakan obat-obat yang ada. Cara kerja terapi ini belum diketahui sepenuhnya, tetapi diduga kejutan listrik menyebabkan perubahan kimia otak, sehingga memperbaiki mood seseorang. Namun, terapi ini bisa menyebabkan hilangnya memori sementara dan kebingungan.
  • Psikoterapi dan membuat kegiatan rutin sehari-hari bisa membantu penderita untuk mengatasi gangguan yang ada, disamping dengan terus menggunakan obat-obat yang diberikan oleh dokter.

- G, Joseph. Bipolar and Mania. Web MD. 2013.

- Mayo Clinic. Bipolar Disorder. 2012.