Penyakit
23-02-2018

Kekurangan & Kelebihan Seng

Seng (Zinc) tersebar luas di seluruh tubuh, yaitu pada tulang, gigi, rambut, kulit, hati, otot, sel-sel darah putih, dan testis.

Kadar seng di dalam tubuh tergantung dari jumlah seng yang dikonsumsi pada makanan. Beberapa makanan yang mengandung seng dalam jumlah banyak antara lain daging, hati, telur, dan makanan laut. Kekurangan atau kelebihan seng (zink) dari dalam tubuh bisa menimbulkan berbagai gangguan.

Kekurangan Seng (Zinc)

Banyak keadaan yang bisa meningkatkan risiko terjadinya kekurangan seng pada tubuh. Padi yang belum digiling mengandung bahan-bahan seperti serat dan fosfat, yang menghambat penyerapan seng. Mengkonsumsi tanah liat, suatu kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang tertentu, juga menghambat penyerapan seng dan menyebabkan tubuh kekurangan seng.

Akrodermatitis enteropatika merupakan suatu kelainan yang diturunkan dan jarang terjadi, dimana seng tidak dapat diserap. Kelainan ini menyebabkan diare, rambut rontok, dan kekurangan seng di dalam tubuh. 

Kelebihan Seng (Zinc) 

Seng jarang dikonsumsi dalam jumlah yang terlalu besar. Biasanya kelebihan seng dalam tubuh terjadi akibat mengkonsumsi makanan atau minuman asam yang dikemas pada tempat yang dilapisi oleh seng. Pada pabrik tertentu, menghirup asap zinc oxide dapat menyebabkan kelebihan seng dalam tubuh. 

Kekurangan Seng (Zinc)

Gejala awal dari kekurangan seng pada tubuh meliputi hilangnya nafsu makan, serta perlambatan tumbuh kembang pada bayi dan anak-anak. Seseorang yang kekurangan seng dalam tubuh dapat mengalami kerontokan rambut pada beberapa area tertentu, ruam kulit, penurunan produksi sperma pada pria, gangguan sistem imunitas tubuh, dan perlambatan dalam penyembuhan luka. 

Jika wanita hamil mengalami kekurangan seng (zinc), bayi yang dikandungnya bisa mengalami kelainan dan memiliki berat badan kurang dari yang diharapkan saat lahir.

Kelebihan Seng (Zinc) 

Orang-orang yang mengalami kelebihan seng dalam tubuh bisa mengalami rasa besi pada mulut, demikian juga mual, muntah, dan diare. Mengkonsumsi seng sebanyak 1 gram atau lebih, sekitar 70 kali dari dosis yang dianjurkan (RDA) per hari, bisa berakibat fatal. Menghirup asap zinc oxide bisa menyebabkan nafas yang cepat, berkeringat, demam, dan rasa besi pada mulut, kelainan ini disebut metal fume fever. Mengkonsumsi seng terlalu banyak untuk jangka panjang dapat menurunkan penyerapan tembaga (copper), sehingga terjadi anemia, dan mengganggu sistem imun. 

Diagnosa kekurangan dan kelebihan seng pada tubuh didasarkan dari keadaan penderita dan gejala-gejala yang ada. Pada kekurangan seng, diagnosa juga bisa ditentukan dari respon penderita terhadap pemberian seng tambahan. Pemeriksaan darah dan air seni tidak dapat mengukur seng dalam tubuh dengan akurat.

Kekurangan seng (zinc) diatasi dengan pemberian tambahan seng (zinc), sampai gejala-gejala menghilang.

Kelebihan seng (zinc) bisa diatasi dengan cara mengurangi konsumsi seng. Orang-orang dengan metal fume fever biasanya akan pulih setelah berada pada lingkungan yang bebas seng (zinc) selama 12-24 jam.

- J, Larry. Zinc. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.