Penyakit
23-02-2018

Keseimbangan Cairan

Duapertiga dari berat badan adalah air, dimana sebagian besar air berada di dalam sel dan hanya sedikit yang berada dalam aliran darah. Jumlah cairan yang relatif sedikit dalam aliran darah itu sangat penting untuk fungsi tubuh dan harus terus dijaga agar tetap konstan.

Jaringan lemak memiliki kadar air yang lebih rendah, dan wanita cenderung untuk memiliki lemak tubuh yang lebih banyak, dengan demikian kadar air pada wanita rata-rata lebih rendah (52-55%) daripada kadar air pada pria (60%). Kadar air di dalam tubuh juga lebih rendah pada orang tua dan pada penderita obesitas. Kadar air di dalam tubuh lebih tinggi saat lahir dan awal masa kanak-kanak.

Air masuk ke dalam tubuh terutama melalui penyerapan dari saluran pencernaan dan meninggalkan tubuh terutama sebagai air kemih yang dikeluarkan dari ginjal. Air juga dibuang setiap harinya melalui penguapan dari kulit dan paru-paru. Keringat yang berlebihan (misalnya karena latihan berat atau cuaca panas), bisa meningkatkan jumlah air yang hilang melalui penguapan.

Dalam keadaan normal, hanya sedikit air dibuang melalui saluran pencernaan. Namun, pada muntah yang berkepanjangan atau diare yang berat, lebih banyak air yang bisa hilang melalui saluran pencernaan.

Bila asupan cairan sesuai dengan cairan yang hilang, maka cairan tubuh akan tetap seimbang. Untuk menjaga keseimbangan cairan, orang sehat dengan fungsi ginjal yang normal dan tidak berkeringat berlebihan, harus minum sedikitnya 1 L cairan/hari. Untuk mencegah dehidrasi dan pembentukan batu ginjal, dianjurkan untuk minum cairan sebanyak 1,5-2 L/hari.

Bila otak dan ginjal berfungsi dengan baik, tubuh dapat mengatasi perubahan yang ekstrim dalam asupan cairan. Seseorang biasanya dapat minum cairan yang cukup untuk menggantikan kehilangan air yang berlebihan dan mempertahankan volume darah dan konsentrasi dari garam-garam mineral yang terlarut dalam darah. Jika seseorang tidak dapat minum air dalam jumlah yang cukup untuk menggantikan kehilangan air yang berlebih (seperti yang terjadi pada muntah berkelanjutan atau diare hebat), maka bisa terjadi dehidrasi.

Jumlah air dalam tubuh berkaitan erat dengan jumlah elektrolit tubuh. Konsentrasi natrium darah merupakan indikator yang baik dari jumlah cairan dalam tubuh.

Tubuh berusaha untuk mempertahankan jumlah total cairan tubuh sehingga kadar natrium darah tetap stabil. Jika kadar natrium terlalu tinggi, tubuh akan menahan air untuk melarutkan kelebihan natrium. Akan timbul rasa haus dan lebih sedikit mengeluarkan air kemih. Jika kadar natrium terlalu rendah, ginjal akan mengeluarkan lebih banyak air untuk mengembalikan kadar natrium kembali ke normal.

- L, James L. About Body Water. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.