Penyakit
23-02-2018

Hipokalsemia (Kadar Kalsium Darah yang Rendah)

Hipokalsemia (kadar kalsium darah yang rendah) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium di dalam darah kurang dari 8,8 mg/dL darah.

Konsentrasi kalsium darah bisa menurun sebagai akibat dari :

  • Gangguan yang menyebabkan hilangnya kalsium melalui air kemih untuk waktu yang lama atau kegagalan untuk memindahkan kalsium dari tulang.
  • Pemakaian obat-obat tertentu, seperti rifampicin, fenitoin, fenobarbital, kalsitonin, atau kortikosteroid.
  • Kadar hormon paratiroid yang rendah

Penyebab Hipokalsemia

Penyebab Keterangan
Kadar hormon paratiroid yang rendah Biasanya terjadi setelah kerusakan kelanjar paratiroid atau karena kelenjar paratiroid secara tidak sengaja terangkat pada pembedahan untuk mengangkat tiroid
Kelainan kelenjar paratiroid bawaan Penyakit keturunan yang jarang atau merupakan bagian dari sindroma DiGeorge
Pseudohipoparatiroidisme Penyakit keturunan yang jarang;
kadar hormon paratiroid normal tetapi respon tulang & ginjal terhadap hormon menurun
Kekurangan vitamin D Biasanya disebabkan oleh asupan yg kurang,
kurang terpapar sinar matahari (pengaktifan vitamin D terjadi jika kulit terpapar sinar matahari), penyakit hati, penyakit saluran pencernaan yg menghalangi penyerapan vitamin D, pemakaian barbiturat & fenitoin, yg mengurangi efektivitas vitamin D
Kerusakan ginjal Mempengaruhi pengaktifan vitamin D di ginjal
Kadar magnesium yg rendah Menyebabkan menurunnya kadar hormon paratiroid
Asupan yg kurang atau malabsorbsi Terjadi dengan atau tanpa kekurangan vitamin D
Pankreatitis Terjadi jika kelebihan asam lemak dalam darah karena cedera pada pankreas, bergabung dengan kalsium
Kadar albumin yg rendah Mengurangi jumlah kalsium yang terikat dengan albumin tetapi biasanya tidak menyebabkan gejala, karena jumlah kalsium bebas tetap normal

Hipokalsemia bisa tidak menimbulkan gejala. Seiring dengan berjalannya waktu, hipokalsemia dapat mempengaruhi otak dan menyebabkan gejala-gejala seperti kebingungan, gangguan daya ingat, penurunan kesadaran, depresi, dan halusinasi. Gejala-gejala tersebut akan menghilang jika kadar kalsium kembali normal.

Kadar kalsium yang sangat rendah juga bisa menyebabkan timbulnya nyeri otot dan kesemutan, yang seringkali dirasakan di bibir, lidah, jari-jari tangan dan kaki. Pada kasus tertentu yang berat bisa terjadi spasme otot tenggorokan yang menyebabkan sulit bernafas dan tetani (kejang otot keseluruhan). Selain itu, bisa terjadi perubahan pada sistem konduksi listrik jantung, yang dapat dilihat pada pemeriksaan EKG.

Konsentrasi kalsium yang abnormal biasanya pertama kali ditemukan pada saat pemeriksaan darah rutin. Karena itu hipokalsemia seringkali dapat terdiagnosis sebelum gejala-gejalanya muncul. Untuk menentukan penyebabnya, perlu diketahui riwayat lengkap dari keadaan kesehatan penderita, pemeriksaan fisik lengkap, serta pemeriksaan darah dan air kemih lainnya.

Pengobatan hipokalsemia bervariasi tergantung dari penyebabnya. Kalsium tambahan bisa diberikan jika diperlukan, misalnya melalui suntikan atau per-oral (diminum). Pemberian vitamin D tambahan juga bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan penyerapan kalsium di saluran cerna.

- J, Larry. Calcium. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- L, James. Hypocalcemia. The Merck Manual. 2013.