Sildenafil : Pengertian, Kegunaan, Cara Pakai, dan Efek Samping

Saat ini hampir setiap keluhan mampu dicarikan obatnya. Salah satunya yaitu kehadiran Sildenafil sebagai obat untuk mengatasi gangguan fungsi ereksi. Selain mengatasi disfungsi ereksi, obat ini juga dapat digunakan untuk penderita hipertensi pulmonal.

Obat yang memiliki nama lain Viagra dan Revatio ini termasuk obat keras. Artinya, penggunaannya harus sesuai dengan petunjuk dan anjuran dari dokter, serta untuk pembelian produknya harus disertai dengan resep dokter.

Apa Itu Obat Sildenafil

Obat Sildenafil untuk mengatasi disfungsi ereksi

Sildenafil atau yang banyak orang kenal dengan merk Viagra merupakan obat yang berguna mengatasi disfungsi ereksi. Cara kerjanya yaitu meningkatkan aliran darah ke penis ketika terjadi rangsangan seksual sehingga menimbulkan ereksi.

Obat ini juga bisa digunakan oleh penderita hipertensi pulmonal. Cara kerjanya melemaskan pembuluh darah paru-paru dengan tujuan agar tekanan berkurang sehingga aliran darah kembali lancar.

Sejumlah merek dagang yang menjual obat Viagra antara lain Amigra 100, Viajoy 100, Caprenafil 100, Zifagra 100, Ericfil 50, Camastil, Sanbenafil, Sidox, Topgra, dan Viastar Blue.

Secara fisik, obatnya berbentuk tablet, sirup kering, atau suntik. Sildenafil dapat dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak sesuai aturan dan petunjuk dari dokter.

Izin BPOM

Setiap produk yang dikonsumsi masyarakat haruslah mendapat izin dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Sebab, segala sesuatu yang dikonsumsi dan digunakan harus dipastikan keamanannya.

Untuk obat Sildenafil ini sudah mendapat persetujuan atau izin edar dari BPOM. Izin edar dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi terhadap khasiat, keamanan, dan data mutu. Seluruhnya diuji klinik pada penderita obat yang dimaksud.

Pengujian dilakukan setelah pasien mengonsumsi atau menggunakan obat selama 12 minggu. Hasil uji klinik membuktikan bahwa pemberian obat ini dapat mengatasi disfungsi ereksi dan hipertensi pulmonal. Namun, dengan catatan, konsumsi dan pemakaian obat sesuai dosis dan aturan dokter.

Aturan Pakai Sildenafil

Konsumsi obat tergantung dari bentuk obat dan seperti apa kondisi yang ditangani. Obat Sildenafil tersedia dalam berbagai bentuk yaitu tablet, sirup kering, dan oral dissolving film. Untuk bentuk fisik tersebut, konsumsi obat sebanyak 50 mg.

Waktu konsumsi yaitu 30 menit hingga 4 jam sebelum berhubungan sosial. Namun, waktu yang efektif adalah ketika 1 jam sebelum melakukan hubungan seksual.

Jika masalahnya adalah disfungsi ereksi, dosis yang diperbolehkan maksimal hanya 100 mg per hari. Sementara itu, untuk mengatasi hipertensi pulmonal, Sildenafil dapat dikonsumsi orang dewasa dengan dosis 5 mg hingga 20 mg sebanyak 3 kali dalam sehari.

Penderita hipertensi pulmonal juga dapat memakai obat Sildenafil dalam bentuk suntikan. Jenis suntikannya merupakan suntik IV atau intravena melalui pembuluh darah. Dalam sehari, dosis yang diperbolehkan hanya 2,5 mg hingga 10 mg. Obat dapat dikonsumsi 3 kali sehari.

Cara Menggunakan Obat dengan Benar dan Tepat

Sildenafil dapat dikonsumsi sebagai obat dan dapat dipakai dalam bentuk suntikan. Untuk bentuk suntik, pemberian dilakukan di bawah pengawasan dokter. Pihak yang memberikan suntik pun harus merupakan dokter atau petugas medis yang diberi tanggung jawab oleh dokter.

Sementara itu, untuk obat berbentuk tablet atau sirup, Anda dapat meminumnya secara mandiri. Akan tetapi, dosis dan aturan minum harus mengikuti anjuran dokter. Sebab, obat ini hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Selain itu, sebelum mengonsumsi obatnya, Anda wajib membaca informasi pada kemasan.

Cara minum obat Sildenafil hampir sama dengan obat lainnya. Obat ditelan dengan bantuan air untuk membantu proses penelanan. Bedanya, konsumsi obat ini bisa dilakukan sebelum atau sesudah makan.

Setelah mengonsumsi obat, sebaiknya Anda menghindari makanan berlemak. Sebab, kandungan makanan lemak tinggi akan menghambat kinerja obat ini.

Adapun untuk jenis Sildena sirup, konsumsi dilakukan dengan mengocok botolnya terlebih dahulu. Lebih baik menggunakan sendok takar agar dosis obatnya bisa lebih terukur dengan tepat. Bentuk obat sirup harus disimpan di lemari pendingin dengan suhu antara 2 hingga 8 derajat celcius.

Hal yang Harus Diperhatikan

Karena termasuk obat keras, penggunaan Sildenafil harus sesuai resep dokter. Berikut sejumlah hal yang perlu Anda perhatikan sebelum mengonsumsi obat ini.

  • Obat harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Sebab, obat bukan untuk mainan dan mengandung bahan kimia yang mungkin memiliki dampak jangka panjang.
  • Jika memiliki alergi tertentu, sebaiknya Anda tidak menggunakan obat ini.
  • Ketika sedang menjalani perawatan dan mengonsumsi obat-obatan, penggunaan Sildenafil tidak disarankan. Terutama untuk obat yang mengandung nitrat seperti nitrogliserin. Pastikan Anda memberitahu dokter obat apa yang sedang dikonsumsi, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya sebagai bentuk antisipasi jika ada interaksi antar obat.
  • Memberitahu dokter kondisi Anda saat ini. Misalnya penderita hipotensi, diabetes, penyakit lambung, ginjal, kelainan darah, dan sebagainya. Konsumsi obat ini tidak disarankan bagi Anda yang baru saja mengalami serangan jantung.
  • Jika setelah penggunaan Anda mengalami alergi atau efek samping, segeralah menghubungi dokter.

Efek Samping dan Bahaya Sildenafil

Hampir setiap obat memiliki efek samping. Menurut Prof. Zullies, ahli farmakologi (farmasetika.com, 2016), efek samping obat terjadi karena jarang sekali obat yang selektif pada target aksi tertentu. Sebagai contoh obat bekerja untuk pembuluh darah jantung, tetapi bisa jadi obatnya juga berdampak pada pembuluh darah pada pernafasan. Alhasil, efek sampingnya mengganggu saluran napas.

Hal serupa terjadi ketika mengonsumsi obat Sildenafil. Efek samping yang ditimbulkan antara lain sakit kepala, mual, nyeri otot, nyeri punggung, hidung tersumbat, gangguan pencernaan, atau kemerahan pada kulit.

Adapun bagi anak-anak, efek samping yang sering ditemui yaitu sakit kepala, demam, mual, flu, diare, mimisan, dan infeksi tenggorokan. Efek samping tersebut mungkin terjadi setelah Anda mengonsumsi obat.

Jika belum mereda atau efek samping semakin serius, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Contohnya terjadi kejang atau kesulitan bernapas.

Bagaimana Jika Lupa Jadwal Minum Obatnya?

Kadang kala jika baru minum obat Sildenafil, jadwal minum terlupa sehingga terlewatkan. Hal ini terjadi karena penggunaan belum rutin sehingga tidak jarang terlupakan. Lalu, bagaimana dengan ketentuan minumnya?

  • Jangan menggandakan jadwal yang terlewat. Jika jadwal minum atau konsumsi sudah terlewat jauh, Anda tidak perlu menggandakan dosis minum. Sebab, konsumsi obat beserta dosisnya harus sesuai anjuran dokter. Ada baiknya Anda konsultasi ke dokter terlebih dahulu.
  • Jadwal masih dekat dengan jadwal sebelumnya. Jika Anda lupa jam minum, tetapi jarak waktunya belum terlalu lama, segeralah mengonsumsi obat tersebut sesuai dosisnya.
  • Sudah dekat dengan jadwal berikutnya. Dosis obat Sildenafil yang terlewat dapat diabaikan. Lalu, Anda dapat mengonsumsi obat untuk jadwal selanjutnya.
  • Sering lupa mengonsumsi obat. Ada baiknya Anda memasang jadwal khusus misalnya melalui alarm agar mampu menjadi pengingat. Jika belum mempan, jangan ragu meminta bantuan orang lain seperti keluarga untuk mengingatkan.

Sekarang Anda bisa memenuhi kebutuhan obat atau suplemen dengan kehadiran apotek online Medicastore. Sejak 2010 beroperasi, Medicastore telah menjadi pilihan berbagai kalangan. Semua produk yang kami jual sudah pasti telah mendapatkan ijin edar dari BPOM. Untuk obat keras, seperti Sildenafil ini maka pembeliannya harus disertai dengan resep dokter, Anda bisa kirimkan resepnya disini.

Tunggu apa lagi? Pesan semua kebutuhan kesehatan Anda di apotek Medicastore sekarang juga!