Penyakit
23-02-2018

Common Cold (Selesma/Pilek)

Common Cold (selesma/pilek) adalah suatu infeksi virus pada selaput hidung, sinus, tenggorokan, dan saluran napas besar.

Berbagai virus yang dapat menyebabkan terjadinya pilek, seperti virus picornavirus (misalnya rhinovirus), dan virus sinsitial pernapasan. Virus ini mudah ditularkan melalui air ludah yang keluar saat penderita batuk atau bersin.

Pilek terutama menyebar saat tangan seseorang terkena sekret hidung dari orang yang terinfeksi. Sekret ini mengandung banyak virus, sehingga ketika ia menyentuh mulut, hidung, atau mata, virus dapat masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan terjadinya pilek.

Gejala pilek mulai timbul dalam waktu 1-3 hari setelah terinfeksi. Biasanya gejala awal pilek yang muncul berupa rasa gatal atau sakit di tenggorokan, atau rasa tidak nyaman di hidung. Penderita kemudian mulai bersin-bersin, hidung meler, dan merasa agak tidak enak badan. Biasanya tidak timbul demam, tetapi demam ringan dapat muncul saat penyakit baru terjadi. Banyak orang juga mengalami batuk yang ringan. Gejala pilek biasanya akan menghilang dalam waktu 4-10 hari, meskipun batuk seringkali tetap ada sampai minggu kedua.

Gejala pilek

Sumber: http://medicastore.com

KOMPLIKASI

Pilek dapat memperpanjang perjalanan penyakit, misalnya:

  • Memicu serangan asma pada orang-orang dengan asma.
  • Infeksi bakteri pada telinga tengah atau sinus.
  • Infeksi bakteri pada saluran nafas bagian bawah.

Diagnosis pilek biasanya dapat ditegakkan berdasarkan gejala-gejala khas yang ada dan hasil pemeriksaan. Pemeriksaan laboratorium biasanya tidak diperlukan untuk menegakkan diagnosis. Jika diduga terjadi komplikasi, maka dapat dilakukan pemeriksaan darah dan foto sinar-x.

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi pilek:

  • Usahakan penderita agar selalu berada dalam keadaan hangat dan nyaman, serta tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain. Jika terdapat demam atau gejala yang berat, maka penderita harus menjalani tirah baring di rumah.
  • Minum banyak cairan akan membantu mengencerkan sekret hidung sehingga lebih mudah untuk dikeluarkan/dibuang.
  • Dapat diberikan acetaminophen atau ibuprofen untuk meringankan nyeri atau demam yang terjadi.
  • Menghirup uap dari suatu vaporizer bisa membantu mengencerkan sekret dan mengurangi sesak di dada.
  • Membilas rongga hidung dengan larutan garam isotonik bisa membantu mengeluarkan sekret yang kental.
  • Batuk merupakan satu-satunya cara untuk membuang sekret dan debris dari saluran pernapasan. Oleh karena itu sebaiknya batuk tidak perlu diobati, kecuali jika sangat mengganggu dan menyebabkan penderita sulit tidur.
  • Antibiotik tidak efektif untuk mengobati pilek, antibiotik hanya diberikan jika terjadi suatu infeksi bakteri.

Antibodi yang terbentuk pada saat seseorang terserang pilek akan menurun setelah beberapa waktu dan virus penyebab pilek jumlahnya sangat banyak. Oleh karena itu seseorang dapat terus terserang pilek dari waktu ke waktu di sepanjang hidupnya. Belum ditemukan vaksin yang efektif untuk setiap jenis virus pernapasan. Tindakan pencegahan pilek yang paling baik adalah menjaga kebersihan. Banyak virus pilek yang ditularkan melalui kontak dengan percikan air ludah yang terinfeksi, karena itu untuk mengurangi penularan sebaiknya sering mencuci tangan, membuang tisu kotor pada tempatnya serta rajin membersihkan permukaan barang-barang.

Vitamin C dosis tinggi belum terbukti bisa mengurangi risiko tertular atau mengurangi jumlah virus yang dikeluarkan oleh seorang penderita.

- U, Marguerite A. Common Cold. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.