Penyakit
23-02-2018

Sindroma Kulit Melepuh Karena Stafilokokus

Sindroma Kulit Melepuh Karena Stafilokokus (Staphylococcal Scalded Skin Syndrome) adalah suatu infeksi kulit yang luas dimana kulit mengelupas seperti terbakar.

Sindroma ini hampir selalu menyerang bayi, anak-anak dan penderita gangguan sistem kekebalan.

Bakteri stafilokokus.

Jenis stafilokokus tertentu menghasilkan zat racun yang menyebabkan lapisan kulit paling atas (epidermis) terpisah dari lapisan kulit di bawahnya.
Infeksi kulit oleh stafilokokus kadang dapat menyebabkan sindroma syok toksik.

Sindroma biasanya berawal sebagai suatu infeksi berkeropeng yang terisolasi, yang menyerupai impetigo.
Infeksi mungkin terjadi di daerah yang tertutup popok atau di sekitar pusar (pada bayi baru lahir).

Pada anak-anak yang berusia 1-6 tahun, sindroma diawali dengan sebuah keropeng di hidung atau telinga.
Lalu diikuti dengan timbulnya daerah berwarna merah tua di sekitar keropeng tersebut. Daerah ini terasa nyeri. Daerah kulit lainnya tampak merah dan membentuk lepuhan-lepuhan yang mudah pecah.

Selanjutnya, lapisan kulit paling luar mulai mengelupas meskipun hanya tersentuh atau terdorong sedikit.
Dalam waktu 1-2 hari, hal yang sama terjadi pada permukaan kulit lainnya dan anak menjadi sangat sakit (demam, menggigil dan lemah).

Karena kulit sebagai pelindung telah mengelupas, maka bakteri dan organisme penyebab infeksi lainnya dengan mudah akan masuk ke dalam tubuh.
Selain itu terjadi kehilangan sejumlah cairan melalui penguapan.

Sumber : www.aapredbook.aappublications.org

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala-gejalanya dengan tanda Nikolsky positif.
Tanda Nikolsky positif jika pada saat disentuh, kulit mengelepus.

Untuk memperkuat diagnosis dilekukan pemeriksaan biopsi atau pembiakan jaringan kulit.

Diberikan antibiotik sejenis penicillin intravena (melalui pembuluh darah). Jika penyakit ini diketahui lebih dini, bisa diberikan sediaan per-oral (melalui mulut). Pengobatan dilakukan selama 10 hari dan penyembuhan dicapai dalam waktu 5-7 hari.

Untuk mencegah dehidrasi diberikan cairan melalui infus. Kulit dirawat secara hati-hati, sama halnya seperti menangani kulit yang mengalami luka bakar.