Penyakit
23-02-2018

Stenosis Katup Pulmoner

Stenosis Katup Pulmoner adalah suatu penyempitan atau penyumbatan pada katup pulmoner. Katup pulmoner adalah katup pada ventrikel kanan jantung, yang akan membuka untuk mengalirkan darah ke paru-paru.

Stenos pulmoner seringkali disebabkan oleh adanya gangguan pembentukan katup pulmoner saat perkembangan janin. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi faktor genetik mungkin berperan.

Pada stenosis katup pulmoner, penyempitan terjadi pada katup pulmoner, dimana daun katup tidak dapat berfungsi dengan baik, terlalu tebal, atau tidak dapat terpisah dari daun katup lainnya dengan baik. Jika hal ini terjadi, maka katup tidak dapat membuka dengan baik dan menghambat aliran darah. Selain itu, penyempitan juga bisa terjadi di bagian atas ataupun di bawah katup.

Kelainan ini bisa berdiri sendiri atau bersamaan dengan kelainan jantung lainnya, dan bisa bersifat ringan maupun berat.

Pada sebagian besar anak dengan stenosis katup pulmoner, katup mengalami penyempitan ringan sampai sedang. Kondisi ini membuat ventrikel kanan memompa darah lebih kuat dan tekanan yang lebih tinggi sehingga bisa mengalirkan darah melalui katup yang menyempit. Penyempitan katup yang berat meningkatkan tekanan di ventrikel kanan dan darah hampir sama sekali tidak bisa masuk ke paru-paru. Ketika tekanan pada ventrikel kanan menjadi sangat tinggi, tekanan di dalam atrium kanan juga meningkat dan darah yang kekurangan oksigen didorong melalui jalur yang abnormal (biasanya melalui sebuah lubang pada dinding diantara atrium kanan dan kiri), lalu masuk ke dalam ventrikel kiri dan dipompa ke dalam aorta untuk dialirkan ke seluruh tubuh. Akibatnya bayi bisa tampak membiru (sianosis).

Kebanyakan anak dengan stenosis katup pulmoner tidak memiliki gejala, selain bunyi jantung yang abnormal (murmur). Saat anak bertambah besar, gejala-gejala lain juga bisa terjadi, misalnya sesak nafas dan kelelahan. Pada stenosis yang lebih berat, biasanya gejala mulai dirasakan saat anak melakukan aktivitas berat atau berolahraga. Tanda dan gejala stenosis katup yang sedang sampai berat antara lain : sianosis, nyeri dada, pingsan, kelelahan, gagal jantung, berdebar-debar, berat badan anak sulit untuk bertambah dan anak gagal berkembang pada sumbatan yang berat, sesak nafas, distensi perut, atau bahkan kematian mendadak.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Pada pemeriksaan dengan stetoskop akan terdengar murmur.
Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan untuk memastikan diagnosa :
- Rontgen dada
- EKG
- Ekokardiogram
- Kateterisasi jantung
- MRI jantung

Terkadang pengobatan tidak dibutuhkan jika gangguan bersifat ringan. Tetapi, jika terdapat kelainan jantung lainnya, maka pengobatan bisa digunakan untuk :

  • membantu jantung memompa darah lebih kuat
  • mencegah pembekuan darah
  • mengeluarkan cairan yang berlebihan
  • membantu darah mengalir melalui jantung
  • mengatasi gangguan detak dan irama jantung

Jika penyakitnya sedang sampai berat, katup bisa dibuka dengan cara memasukkan sebuah alat khusus dengan balon di ujungnya melalui pembuluh balik di tungkai. Setelah balon sampai pada katup, balon akan dikembangkan sehingga daun katup bisa terbuka.

Jika terjadi penyempitan yang berat atau terdapat sianosis, maka katup bisa diperbaiki melalui pembedahan. Pembedahan bisa dilakukan dengan cara membuat hubungan antara aorta dan arteri pulmonalis atau membuka katup pulmoner maupun keduanya. Pembedahan memungkinkan darah untuk tidak melewati katup yang menyempit dan mengalir ke dalam paru-paru agar kaya akan oksigen. Pembedahan biasanya dilakukan pada anak usia pra-sekolah.

Jika katup tidak terbentuk dengan baik atau jika terdapat kelainan bentuk katup, maka bisa dilakukan pembedahan untuk memperbaiki katup pulmoner.

- A, Guy P. Pulmonic Stenosis. Merck Manual Home Health Handbook. 2013.

- D, David C. Pulmonary Valve Stenosis. Medline Plus. 2012.

- L, Gregory S. Heart Defects : Pulmonary Valve Stenosis. Merck Manual Handbook. 2006.

- Mayo Clinic. Pulmonary Valve Stenosis. 2011.