Penyakit
23-02-2018

Karsinoma Sel Basal

Karsinoma Sel Basal adalah suatu kanker yang berasal dari lapisan epidermis paling bawah.

Lebih dari 90% kanker tumbuh di kulit yang secara rutin terpapar sinar matahari atau penyinaran ultraviolet lainnya. Karsinoma sel basal juga bisa ditemukan di kulit kepala.
Paling sering muncul pada usia diatas 40 tahun.

Faktor resiko lainnya adalah:

  • Faktor genetik (sering terjadi pada kulit terang, mata biru atau hijau dan rambut pirang atau merah)
  • Paparan sinar X yang berlebihan atau penyinaran lainnya.
  • Karsinoma sel basal biasanya menyerang permukaan kulit yang terpapar oleh sinar matahari.
    Tumor berawal sebagai benjolan licin yang sangat kecil (nodul) dan tumbuh sangat lambat, kadang begitu lambatnya sehingga tidak diperhatikan. Tetapi kecepatan pertumbuhan pada setiap tumor berlainan dan ada yang mencapai ukuran 2,5 cm dalam waktu 1 tahun.

    Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal

    Pada bagian tengah nodul bisa terbentuk tukak atau keropeng.
    Kadang kanker tumbuh mendatar dan tampak seperti jaringan parut.
    Batas pinggir kanker kadang tampak memutih.

    Kanker bisa mengalami perdarahan dan membentuk keropeng lalu sembuh, sehingga penderita menduganya sebagai luka dan bukan kanker.
    Sebetulnya pergantian antara perdarahan dan penyembuhan ini merupakan ciri yang khas untuk karsinoma sel basal atau karsinoma sel skuamosa.

    Karsinoma sel basal Karsinoma sel basal

    Karsinoma sel basal jarang menyebar ke bagian tubuh yang jauh, tetapi lebih sering menyusup dan merusak jaringan di sekitarnya.
    Jika karsinoma sel basal tumbuh di dekat mata, mulut, tulang atau otak, maka invasi dari kanker bisa berakibat sangat serius.
    Pengangkatan tumor secara dini bisa mencegah kerusakan hebat pada struktur di bawahnya.

    Diagnosis seringkali bisa ditegakkan melalui gejala-gejalanya.
    Sebagai prosedur standar untuk memperkuat diagnosis biasanya dilakukan biopsi kulit.

    Biasanya kanker diangkat melalui pengorekan lalu dibakar dengan jarum listrik (kuretasedan elektrodesikasi) atau dipotong dengan pisau bedah dan sebelumnya diberikan suntikan anestesi.

    Jarang dilakukan terapi penyinaran. Untuk tumor kambuhan dan karsinoma sel basal yang menyerupai jaringan parut, bisa dilakukan pembedahan mikroskopik (bedah Mohs). Selain itu, bisa juga diberikan obat antineoplasma topikal (krim yang dioleskan pada kulit), seperti Bleomycin, 5-Fluorouracil, atau Imiquimod.

    Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai pencegahan, antara lain :

    • Lindungi kulit dari cahaya matahari dengan menggunakan topi, kemeja lengan panjang, celana panjang atau rok panjang.
    • Sinar matahari yang paling kuat adalah pada tengah hari, karena itu sebaiknya hindari sinar matahari pada tengah hari.
    • Gunakan tabir surya berkualitas tinggi, minimal dengan SPF15, yang menghambat sinar UV A dan UV B.
    • Oleskan tabir surya minimal setengah jam sebelum bepergian dan oleskan sesering mungkin.
    • Periksalah kulit secara teratur untuk mengetahui adanya berbagai perubahan yang mengarah kepada keganasan (pertumbuhan baru di kulit yang membentuk tukak, mudah berdarah, sukar sembuh, berubah warna, ukuran, struktur, terasa nyeri, meradang atau gatal).