Penyakit
23-02-2018

Apneu Pada Bayi Prematur

Apneu pada bayi prematur adalah suatu keadaan dimana bayi prematur berhenti bernapas untuk sementara waktu dan biasanya berlangsung selama 15-20 detik atau lebih.

Henti napas (apneu) bisa terjadi pada bayi yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 34 minggu. Terjadinya apneu lebih sering dan lebih berat pada bayi yang lahir lebih prematur. Kemungkinan penyebabnya adalah:

  • Belum sempurnanya bagian otak yang mengontrol pernapasan
  • Sumbatan saluran napas bagian atas, misalnya akibat tonus otot yang lemah atau tertekuknya leher ke depan

Dengan berjalannya waktu, pusat pernapasan akan menjadi semakin sempurna, episode-episode henti napas (apneu) akan menjadi lebih jarang terjadi, dan saat bayi baru lahir sudah mencapai usia cukup bulan, episode henti napas tidak lagi terjadi.

Periode henti napas (apneu) seringkali mulai terjadi dalam waktu beberapa hari setelah bayi lahir. Bayi bisa mengalami episode pernapasan biasa yang diselingi oleh episode henti napas. Gejala yang muncul tergantung dari berapa lama henti napas terjadi. Apneu akan menurunkan kadar oksigen di dalam darah, dan jika berlangsung lama, maka bayi akan membiru. Kadar oksigen yang rendah di dalam darah kemudian bisa membuat detak jantung menjadi lambat.

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik.

Apneu terkadang bisa merupakan suatu tanda dari adanya suatu gangguan, misalnya infeksi, kadar gula darah yang rendah atau suhu tubuh yang rendah. Untuk itu, perlu dilakukan pemeriksaan untuk menyingkirkan kemungkinan gangguan yang ada, jika tiba-tiba terjadi episode henti napas yang tak terduga.

Contoh darah, air kemih, dan cairan serebrospinal bisa diambil untuk melihat apakah terdapat infeksi yang serius. Pemeriksaan contoh darah juga dilakukan untuk menentukan apakah kadar gula darah terlalu rendah (hipoglikemia) atau tidak.

Jika ditemukan adanya episode-episode henti napas pada bayi baru lahir yang prematur, maka bayi sebaiknya dimonitor dengan alat yang akan memberitahu jika bayi berhenti bernapas selama waktu tertentu atau jika detak jantung bayi melambat. Saat bayi mengalami henti napas (apneu), maka bayi perlu disentuh atau diberikan rangsangan untuk bernapas, misalnya dengan menggosok punggung, tangan, atau kaki bayi. Kebanyakan bayi yang mengalami apneu akan mulai bernapas kembali dengan sendirinya setelah diberikan rangsangan ini.

Penanganan apneu lebih lanjut tergantung dari penyebabnya. Apneu yang disebabkan oleh sumbatan pada jalan napas bagian atas mungkin bisa dikurangi dengan memposisikan bayi berbaring terlentang atau miring dengan kepala lurus.

Jika episode henti napas berat dan sering berulang, maka bayi baru lahir mungkin memerlukan alat bantu untuk bernapas, seperti CPAP (Continuous positive airway pressure), yang membuat bayi dapat bernapas dengan sendirinya saat mendapatkan oksigen bertekanan di hidungnya, atau ventilator.

Bayi dengan CPAP (Sumber: www.de.wikipedia.org)

Namun, semua bayi baru lahir yang prematur akan berhenti mengalami henti napas, yaitu beberapa minggu sebelum mencapai usia cukup bulan.

- G, Jay S. Apnea of Prematurity. Kids Health. 2011.

- K, Arthur E. Apnea of Prematurity. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

- K, Neil K. Apnea of Prematurity. Medline Plus. 2011.