Penyakit
23-02-2018

Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah akumulasi udara yang terjadi di antara paru-paru dan dinding dada, akibat rembesnya udara dari paru-paru, sehingga bisa menyebabkan paru-paru menjadi tertekan dan kolaps.

Paru-paru dan dinding dada bersifat elastis, sehingga seseorang bisa menarik dan membuang napas. Pneumotoraks terjadi ketika ada kantong udara kecil (alveolus) di paru-paru bayi yang pecah, sehingga udara keluar ke rongga diantara paru-paru dan dinding dada (rongga pleura).

Pneumotoraks paling sering terjadi pada bayi baru lahir dengan gangguan elastisitas paru-paru, misalnya pada:

  • Sindroma distress pernapasan, merupakan penyebab pneumotoraks paling sering pada bayi-bayi prematur. Hal ini disebabkan oleh kurangnya surfaktan yang membantu paru-paru tetap terbuka, sehingga alveolus tidak dapat berkembang dengan mudah. Selain itu, bayi seringkali dibantu oleh alat bantu pernafasan (ventilator), yang terkadang bisa membuat alveolus pecah dan terjadi pneumotoraks.
  • Sindroma aspirasi mekonium (kotoran bayi yang pertama kali dikeluarkan). Jika mekonium terhirup ke saluran nafas, maka bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada bayi.

Pada kasus yang jarang, bayi yang sehat bisa mengalami pneumotoraks saat ia menghirup napas pertama kalinya setelah lahir. Hal ini terjadi karena dibutuhkan tekanan untuk mengembangkan paru-paru untuk pertama kalinya.

Banyak bayi dengan pneumotoraks tidak memiliki gejala. Tetapi jika ada, gejala yang muncul dapat berupa:

  • warna kulit membiru
  • laju pernafasan cepat
  • cuping hidung kembang kempis saat bernapas
  • bayi menjadi gelisah dan rewel
  • suara napas yang berbunyi kasar
  • adanya retraksi dari otot-otot perut dan dada

Save

Pneumotoraks diduga pada bayi baru lahir dengan gangguan paru atau bayi baru lahir yang menggunakan alat bantu pernapasan (misalnya CPAP atau ventilator) mengalami perburukan dalam bernapas, penurunan tekanan darah, atau keduanya.

Pada pemeriksaan fisik, suara napas pada paru-paru yang terkena menjadi berkurang. Pada bayi prematur, bisa dilakukan penyinaran pada bagian dada (transilluminasi) di ruang gelap. Jika terdapat pneumotoraks maka akan tampak sebagai daerah yang lebih terang. Foto sinar-x dada dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Tidak ada terapi yang diperlukan untuk bayi baru lahir yang tidak bergejala. Bayi baru lahir yang cukup bulan dengan gejala-gejala yang ringan bisa diletakkan pada boks bayi khusus yang diberikan oksigen, sehingga bayi menghirup udara yang mengandung oksigen yang lebih banyak dibandingkan udara biasa.

Namun, jika bayi mengalami kesulitan dalam bernapas atau jika kadar oksigen di dalam darah berkurang, maka udara harus segera dikeluarkan dari rongga dada. Pengeluaran udara ini dilakukan dengan menggunakan jarum khusus.

Untuk bayi-bayi yang mengalami kesulitan bernapas yang hebat atau menggunakan alat bantu napas, maka bisa dipasang selang plastik khusus ke rongga dada untuk mengeluarkan udara didalamnya. Selang ini biasanya bisa dilepas setelah beberapa hari.

Sumber: www.abclawcenters.com

- K, Arthur E. Pneumothorax in Newborns. Merck Manual Home Health Handbook. 2009.

- L, Kimberly G. Pneumothorax - Infant. Medline Plus. 2012.