Penyakit
23-02-2018

Hipoglikemia

Hipoglikemia adalah kadar gula darah (glukosa) yang rendah.

Bayi membutuhkan glukosa sebagai energi, dan sebagian besar untuk otak. Sebelum bayi lahir, bayi mendapatkan glukosa dari ibu melalui plasenta. Setelah lahir, bayi mendapatkan glukosa dari ASI atau susu formula, dan juga dihasilkan di hati.

Gula darah bisa turun jika:

  • Terlalu banyak insulin di dalam darah, misalnya pada bayi yang memiliki ibu dengan diabetes.
  • Bayi tidak menghasilkan cukup glukosa
  • Bayi menggunakan glukosa lebih banyak dibandingkan dengan yang dihasilkan  
  • Bayi tidak mampu makan dengan cukup untuk menjaga kadar gula darah

Hipoglikemia biasanya terjadi jika seorang bayi pada saat dilahirkan memiliki cadangan glukosa yang rendah (yang disimpan dalam bentuk glikogen). Hipoglikemia biasanya cenderung terjadi pada:

  • Bayi yang lahir prematur, memiliki infeksi berat, atau membutuhkan bantuan oksigen segera setelah dilahirkan
  • Bayi yang memiliki ibu dengan diabetes (bayi seringkali berukuran lebih besar dari normal)
  • Bayi dengan kadar hormon tiroid yang rendah (hipotiroidisme)
  • Bayi yang memiliki kelainan genetik tertentu
  • Bayi yang mengalami hambatan pertumbuhan saat dalam kandungan
  • Kelainan fungsi plasenta (ari-ari) selama bayi berada dalam kandungan
  • Bayi yang kecil untuk masa kehamilan
  • Bayi yang lahir lewat bulan (Post-maturitas)
  • Banyak bayi dengan hipoglikemia yang tidak menunjukkan gejala. Namun, ada juga bayi yang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
    - warna kulit yang pucat atau kebiruan
    - gangguan bernafas, misalnya pernafasannya cepat atau terjadi apneu (henti nafas)
    - lesu
    - otot yang lemas
    - tidak kuat menghisap
    - gangguan makan
    - muntah
    - gangguan dalam menjaga suhu tubuh agar tetap hangat
    - tremor atau bergetar
    - berkeringat
    - kadang timbul kejang

    Bayi baru lahir yang berisiko mengalami hipoglikemia harus melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin setelah dilahirkan. Hal ini perlu dilakukan untuk memantau dan memastikan gula darah bayi tetap normal. 

    Bayi dengan kadar gula darah yang rendah (hipoglikemia) perlu diberikan glukosa tambahan, baik melalui mulut maupun melalui infus, tergantung kepada beratnya hipoglikemia.

    Terapi dilanjutkan selama beberapa jam, hari, atau minggu, sampai bayi dapat menjaga kadar gula darah. Bayi yang lahir prematur, memiliki infeksi, atau dilahirkan dengan berat badan yang rendah mungkin memerlukan pemberian terapi yang lebih lama.

    Jika seorang wanita hamil memiliki diabetes, maka ia perlu mengendalikan kadar gula darah dengan baik. Lakukan pemeriksaan kehamilan dan penanganan gula darah ke dokter secara teratur. Dan pastikan untuk memantau kadar gula darah bayi setelah dilahirkan.

    - L, Kimberly G. Low Blood Sugar - Newborn. Medline Plus. 2011.