Penyakit
23-02-2018

Konjungtivitis Neonatorum (Oftalmia Neonatorum)

Konjungtivitis Neonatorum (Oftalmia Neonatorum) adalah suatu infeksi pada konjungtiva (bagian putih mata) dan selaput yang melapisi kelopak mata.

Konjungtivitis neonatorum seringkali disebabkan oleh adanya sumbatan pada saluran air mata dan infeksi oleh bakteri atau virus, atau iritasi dari tetes mata antibiotik yang mengandung silver nitrat (sehingga saat ini jarang digunakan).

Konjungtivitis neonatorum didapat ketika bayi melewati jalan lahir, dan organisme penyebabnya adalah bakteri yang biasanya terdapat di vagina. 

Penyebab konjungtivitis neonatorum yang paling sering adalah Chlamydia. Bakteri lainnya adalah Streptococcus pneumoniae, Hemophilus influenzae dan Neisseria gonorrhoeae (bakteri penyebab gonore). Virus juga bisa menyebabkan konjungtivitis neonatorum, yang paling sering adalah virus herpes simpleks.

Konjungtivitis karena Chlamydia biasanya timbul dalam waktu 5-14 hari setelah bayi lahir. Infeksi yang terjadi bisa ringan sampai berat dan menghasilkan nanah (bisa sedikit ataupun banyak).

Konjungtivitis karena bakteri lainnya mulai timbul pada hari ke 4-21, bisa disertai atau tanpa pembentukan nanah. Infeksi herpes simpleks bisa hanya menyerang mata atau bisa juga mengenai bagian tubuh lainnya.

Konjungtivitis karena bakteri gonore timbul pada hari ke 2-5 atau mungkin lebih awal (terutama jika selaput ketuban telah pecah sebelum waktunya dan infeksi sudah mulai timbul sebelum bayi lahir).

Apapun penyebabnya, kelopak mata dan bagian putih mata biasanya meradang. Jika kelopak mata dibuka, maka nanah bisa mengalir keluar.

Jika pengobatan ditunda, maka bisa terbentuk luka terbuka pada kornea sehingga bisa terjadi gangguan penglihatan.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan mata. Untuk menentukan organisme penyebabnya, maka contoh nanah yang ada perlu diperiksa dengan mikroskop atau dibiakkan.

Pengobatan konjuntivitis diberikan sesuai dengan penyebabnya. Jika konjungtivitis disebabkan oleh bakteri, maka perlu diberikan obat mata yang mengandung antibiotik. Sekitar 50% bayi yang menderita konjungtivitis karena infeksi klamidia juga mengalami infeksi klamidia di bagian tubuh lainnya. Oleh karena itu juga perlu diberikan antibiotik melalui mulut.

Untuk konjungtivitis yang disebabkan oleh infeksi virus herpes, penderita juga perlu diobati dengan obat anti virus, dengan pertimbangan bahwa virus telah menyebar atau akan menyebar ke organ lainnya. Untuk memastikan diagnosa, serta mendapatkan pilihan dan dosis pengobatan yang tepat, sebaiknya anak segera dibawa ke dokter untuk diperiksa terlebih dahulu.

Untuk mencegah konjungtivitis, bayi baru lahir secara rutin diberikan salep atau obat tetes mata. Bayi yang ibunya menderita gonore juga perlu diberikan antibiotik.

- L, Kimberly G. Neonatal Conjunctivitis. Medline Plus. 2011.