Penyakit
23-02-2018

Pneumonia pada Bayi Baru Lahir

Pneumonia adalah infeksi yang terjadi pada paru-paru. Pneumonia bisa terjadi dalam waktu beberapa jam setelah lahir dan menjadi bagian dari sindroma sepsis umum atau setelah 7 hari dan terbatas pada paru-paru. 

Organisme yang biasanya menyebabkan pneumonia antara lain Streptococcus group A atau group B, Staphylococcus aureus, E. coli, Klebsiella sp, atau Proteus sp

Pneumonia pada bayi baru lahir seringkali berawal dari pecahnya ketuban sebelum waktunya yang menyebabkan terjadinya infeksi pada cairan ketuban. Janin berada dalam cairan ketuban yang terinfeksi dan menghirupnya sehingga masuk ke dalam paru-paru, sehingga terjadi pneumonia dan kadang disertai sepsis.

Pneumonia juga bisa terjadi beberapa minggu setelah bayi lahir, terutama pada bayi yang pernafasannya dibantu oleh ventilator.

Gejalanya bervariasi, mulai dari laju pernapasan yang cepat sampai kegagalan pernapasan dan tekanan darah yang sangat rendah (syok septik).

Jika pneumonia terjadi setelah bayi lahir, maka gejalanya akan timbul secara bertahap.
Pada bayi bernapas dengan bantuan ventilator, akan tampak jumlah lendir yang meningkat. Kadang suhu tubuh bayi tiba-tiba menjadi tidak stabil.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan:
- Pemeriksaan darah untuk mengetahui jumlah sel darah putih dan trombosit
- Pemeriksaan contoh darah dan lendir dari saluran nafas untuk dibiakkan
- Rontgen dada

Setelah diagnosa dipastikan, penderita perlu diobati dengan memberikan antibiotik.

- C, Mary T. Neonatal Pneumonia. The Merck Manual. 2013.