Penyakit
23-02-2018

Listeriosis

Listeriosis adalah suatu infeksi oleh bakteri Listeria monocytogenes yang didapat sebelum atau saat persalinan (dari ibu) atau sesudah lahir (di rumah sakit).

Penyebabnya adalah bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini biasanya ditemukan pada hewan liar, hewan peliharaan, tanah dan air.

Pada manusia, bakteri ini seringkali menyebabkan septikemia atau meningitis.
Janin, bayi baru lahir dan ibu hamil sangat rentan terhadap bakteri ini.

Bakteri Listeria monocytogenes bisa melewati plasenta (ari-ari). Listeriosis yang terjadi pada ibu hamil di awal kehamilan biasanya menyebabkan keguguran. Listeriosis yang terjadi pada akhir kehamilan bisa menyebabkan bayi lahir mati atau kematian bayi beberapa jam setelah lahir. Sekitar 50% janin yang terinfeksi pada akhir kehamilan akan meninggal.

Listeriosis biasanya ditularkan melalui makanan, yaitu produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi atau sayuran mentah yang terkontaminasi oleh bakteri Listeria.

Gejala bisa timbul dalam waktau beberapa jam atau beberapa hari setelah bayi lahir, atau baru timbul setelah beberapa minggu kemudian.

Infeksi pada ibu hamil bisa menyebabkan :
- keguguran atau bayi lahir mati
- penyakit berat pada bayi baru lahir yang menyebabkan bayi meninggal dalam waktu beberapa jam setelah lahir

Pada bayi baru lahir gejalanya berupa:
- nafsu makan berkurang
- lesu
- jaundice (kuning)
- muntah
- ruam kulit
- penonjolan ubun-ubun (akibat meningitis)

Infeksi yang timbul pada bayi berumur 5 hari atau lebih dan infeksi pada anak-anak seringkali terjadi sebagai meningitis. Gejalanya sama dengan meningitis akibat organisme lainnya.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk menemukan organisme penyebabnya, antara lain :

- Pembiakan cairan ketuban
- Pembiakan darah
- Pembiakan air kemih
- Pembiakan cairan serebrospinalis

Setelah diagnosa dipastikan, tujuan pengobatan adalah mengatasi infeksi melalui pemberian antibiotik.

Infeksi yang ditularkan melalui plasenta memiliki angka kematian sebesar 50%. Bayi yang bertahan hidup bisa mengalami kerusakan saraf dan gangguan perkembangan.

Selama hamil, sebaiknya ibu menghindari kontak dengan hewan liar maupun hewan peliharaan, serta tidak mengkonsumsi produk olahan susu yang tidak dipasteurisasi atau sayuran mentah.

- C, Mary T. Neonatal Listeriosis. The Merck Manual. 2013.