Penyakit
23-02-2018

Infeksi Sitomegalovirus Pada Bayi Baru Lahir

Infeksi Sitomegalovirus adalah suatu penyakit infeksi virus yang bisa menyebabkan kerusakan otak dan kematian pada bayi baru lahir.

Sitomegalovirus kongenital terjadi jika virus dari ibu yang terinfeksi menginfeksi janin yang dikandungnya melalui plasenta (ari-ari). Infeksi pada ibu mungkin tidak menimbulkan gejala, sehingga ibu tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi sitomegalovirus.

Bayi baru lahir juga bisa terkena infeksi sitomegalovirus saat atau segera sesudah lahir dengan melewati jalan lahir ibu yang terinfeksi, mengkonsumsi ASI ibu yang terinfeksi, atau mendapatkan transfusi darah dari orang yang terinfeksi.

Kebanyakan bayi dengan sitomegalovirus kongenital tidak menunjukkan gejala. Hanya sekitar 10% yang menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:
- peradangan pada mata (retina)
- jaundice (kuning)
- pembesaran hati dan limpa
- berat badan lahir rendah
- kalsifikasi intrakranial (pengendapan mineral di dalam otak)
- mikrosefalus (kepala kecil)
- kejang
- ruam kulit (peteki/bintik-bintik kecil berwarna keunguan)
- ubun-ubun menonjol

Sekitar 30% bayi tersebut meninggal. Lebih dari 90% bayi yang selamat dan 10% dari bayi yang tidak bergejala di kemudian hari akan mengalami kelainan saraf dan otak, misalnya tuli, keterbelakangan mental dan gangguan penglihatan.

Bayi yang terinfeksi setelah lahir bisa mengalami pneumonia, pembesaran dan peradangan hati serta pembesaran limpa.

Diagnosa ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik serta riwayat infeksi sitomegalovirus pada ibu ketika hamil. Untuk memperkuat diagnosa bisa dilakukan pembiakan terhadap contoh air kemih atau darah.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan antara lain :
- Pemerikasaan darah, misalnya untuk melihat titer antibodi terhadap sitomegalovirus pada ibu dan bayi, mengetahui kadar bilirubin, dan memastikan apakah terdapat anemia 
- CT scan atau ultrasonografi kepala (menunjukkan adanya kalsifikasi intrakranial)
- Funduskopi (bisa menunjukkan adanya peradangan pada mata)
- Rontgen dada (untuk menunjukkan pneumonia)

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi sitomegalovirus pada bayi. Pengobatan ditujukan pada masalah-masalah spesifik yang ada, misalnya terapi fisik dan pemilihan sekolah khusus untuk anak-anak yang menderita keterbelakangan psikomotorik.

Jika dibutuhkan terapi, paling sering diberikan obat-obat anti-virus. Obat anti-virus bisa memperlambat reproduksi virus, tetapi tidak dapat menghancurkannya.

Sitomegalovirus hampir ditemukan dimana saja di lingkungan. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini, yaitu :

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air selama 15-20 detik, terutama setelah menyentuh popok atau air liur
  • Hindari kontak dengan air mata dan air liur saat mencium anak. Selain itu, hindari mencium anak di mulut, berikan ciuman di dahi. Hal ini penting, terutama pada wanita hamil.
  • Jangan berbagi makanan, minuman, atau peralatan makan dengan anak yang masih kecil
  • Hati-hati dengan benda-benda sekali pakai, seperti popok, tisu, dan benda lain yang mungkin terkontaminasi dengan cairan tubuh. Hati-hatilah jika memegangnya, jangan sentuh wajah sebelum mencuci tangan dengan baik.

- K, Joel. Cytomegalovirus. Kids Health. 2012.

- K, Neil K. Congenital Cytomegalovirus. Medline Plus. 2011.

- Mayo Clinic. Cytomegalovirus (CMV) Infection. 2011.