Penyakit
23-02-2018

Toksoplasmosis Kongenital

Toksoplasmosis Kongenitalis adalah suatu infeksi parasit Toxoplasma gondii yang ditularkan dari ibu kepada janin saat berada dalam kandungan.

Toxoplasma gondii ditemukan di seluruh dunia dan menginfeksi 1-8 dari 10.000 bayi baru lahir. Risiko penularan pada janin lebih tinggi jika ibu hamil terinfeksi pada akhir masa kehamilan. Namun, infeksi yang terjadi pada awal masa kehamilan umumnya mengalami penyakit yang lebih berat. Sekitar 30-40% ibu hamil yang terinfeksi akan melahirkan bayi dengan toksoplasmosis kongenital.

Penyebabnya adalah parasit Toxoplasma gondii.

Toksoplasma menginfeksi kucing dan telurnya terdapat dalam kotoran kucing. Telur ini tetap menular selama berbulan-bulan. Seorang wanita bisa tertular melalui kontak dengan tanah atau benda-benda yang terkontaminasi oleh kotoran kucing yang mengandung telur parasit. Infeksi juga bisa ditularkan melalui konsumsi daging yang belum matang (misalnya daging babi, sapi atau kambing) yang mengandung kista parasit.

Toksoplasmosis pada ibu biasanya bersifat ringan, tetapi infeksi pada janin bisa menyebabkan penyakit yang serius.

Toksoplasmosis kongenital ditandai dengan:
- bayi lahir prematur
- berat badan lahir rendah
- hepatosplenomegali (pembesaran hati dan limpa)
- hambatan pertumbuhan
myocarditis
- pneumonitis
- kuning (jaundice
- anemia
- petekie (bintik-bintik kecil berwarna keunguan akibat perdarahan di dalam kapiler/pembuluh darah yang sangat kecil)
- korioretinitis
- kalsifikasi serebral (pengendapan kalsium di dalam otak)
- hidrosefalus
- makrosefalus atau mikrosefalus
- limfadenopati

Anak yang dilahirkan bisa mengalami :
- kejang
- keterbelakangan mental
- berbagai kelainan neurologis (saraf)
- gangguan penglihatan
- gangguan pendengaran

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.

Pemeriksaan yang bisa dilakukan:

  • Titer antibodi pada ibu selama hamil
  • USG perut
  • Pemeriksaan cairan ketuban dan darah janin
  • CT scan
  • Pemeriksaan mata
  • Pemeriksaan neurologis
  • Pemeriksaan antibodi pada darah tali pusat dan cairan serebrospinal
  • Pemberian antibiotik bisa mencegah penularan toksoplasma dari ibu kepada janin yang dikandungnya, mengatasi infeksi pada janin, atau mengobati bayi yang dilahirkan dengan toksoplasmosis kongenital. Selain itu, bisa diberikan obat untuk menekan peradangan jika terdapat gangguan penglihatan, korioretinitis, atau jika kadar protein di dalam cairan serebrospinal tinggi.

    Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya toksoplasmosis kongenital antara lain:

    • Ibu hamil sebaiknya menghindari kontak dengan tanah atau benda-benda yang kemungkinan tercemar oleh kotoran kucing
    • Daging sebaiknya dimasak sampai betul-betul matang
    • Tangan harus dicuci bersih setelah mengolah daging mentah

    - C, Mary T. Congenital Toxoplasmosis. The Merck Manual. 2013.

    - L, Kimberly G. Congenital Toxoplasmosis. Medline Plus. 2011.