Penyakit
23-02-2018

Kelainan Jantung Bawaan

1 dari 120 bayi terlahir dengan kelainan jantung, tetapi banyak yang sifatnya tidak berat. Kelainan jantung bawaan (kongenital) yang terjadi bisa berupa kelainan dalam pembentukan dinding maupun katup jantung atau kelainan pada pembuluh darah yang menuju atau meninggalkan jantung.

Kelainan jantung bisanya menyebabkan darah mengalir dalam arah yang salah/abnormal, kadang tidak melewati paru-paru (tempat dimana darah diperkaya dengan oksigen). Padahal darah yang kaya oksigen diperlukan untuk pertumbuhan, perkembangan dan aktivitas yang normal. Beberapa kelainan jantung menyebabkan masalah yang serius, sehingga perlu dilakukan tindakan pembedahan darurat.

Beberapa kelainan jantung bawaan yang sering ditemukan:

  • Defek septum atrium dan ventrikel
  • PDA (Patent Ductus Arteriosus)
  • Stenosis katup aorta
  • Stenosis katup pulmoner
  • Koartasio aorta
  • Transposisi arteri besar
  • Sindroma ventrikel kiri yang tidak berkembang
  • Tetralogi Fallot
  • Jantung janin mulai berdetak pada usia 22 hari setelah pembuahan. Pada saat itu, jantung masih berupa sebuah tabung sederhana. Pada hari ke 28 setelah pambuahan, tabung tersebut sudah mulai berbentuk seperti jantung dengan struktur-struktur yang sesuai untuk kedua sisi jantung serta adanya pembuluh darah besar yang membawa darah masuk dan keluar dari jantung. Kelainan jantung biasanya bisa terjadi pada tahap ini. Namun, penyebab terjadinya kelainan ini belum diketahui secara jelas. Para ahli berpendapat bahwa ada beberapa kondisi medis, pemakaian obat, dan faktor genetik yang berperan untuk terjadinya kelainan ini.

    Kelainan jantung bawaan (kongenital) yang berat biasanya sudah terlihat dalam waktu beberapa jam, hari, minggu, atau bulan setelah dilahirkan. Beberapa tanda dan gejala yang dapat ditemukan antara lain :

    • warna kulit yang abu-abu pucat atau membiru
    • nafas cepat
    • pembengkakan pada tungkai, perut, atau daerah di sekitar mata
    • sesak nafas saat diberi makan, sehingga berat badan sulit bertambah

    Kelainan jantung bawaan yang tidak terlalu berat seringkali tidak terdiagnosa sampai masa anak-anak. Anak mungkin tidak memiliki tanda atau gejala yang jelas. Jika terdapat tanda atau gejala, maka bisa berupa :

    • mudah sesak nafas saat beraktivitas atau olahraga
    • mudah lelah saat beraktivitas atau olahraga
    • terkumpulnya cairan di dalam jantung atau paru
    • pembengkakan pada tangan atau kaki

    Aliran darah yang abnormal biasanya menyebabkan terdengarnya murmur pada pemeriksaan dengan menggunakan stetoskop. Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan untuk membantu mendiagnosis suatu kelainan jantung bawaan adalah elektrokardiografi (EKG), rontgen dada dan USG.

    Penanganan kelainan jantung bawaan tergantung dari jenis kelainan jantung yang ada, misalnya :

    • Kateterisasi jantung. Sebuah selang khusus (kateter) dimasukkan melalui pembuluh balik (vena) di kaki dan diarahkan ke jantung melalui pencitraan sinar-X. Setelah kateter sampai pada tempat kelainan, sebuah alat kecil dimasukkan melalui kateter ke dalam jantung untuk memperbaiki kelainan yang ada.
    • Operasi jantung terbuka. Pada beberapa kasus, kelainan jantung tidak dapat diperbaiki dengan kateterisasi jantung. Oleh karena itu, dilakukan operasi jantung terbuka untuk memperbaiki kelainan jantung yang ada.
    • Transplantasi jantung. Jika terdapat kelainan jantung yang tidak dapat diperbaiki, maka transplantasi jantung bisa merupakan salah satu pilihan.
    • Obat-obatan. Beberapa kelainan jantung bawaan yang ringan, terutama yang ditemukan pada akhir masa anak-anak atau dewasa, bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan, yang membantu jantung untuk bekerja lebih efisien.

    - L, Gregory S. Heart Defects. Merck Manual Home Health Handbook. 2006.

    - Mayo Clinic. Congenital Heart Defects in Children. 2012.