Gangguan makan atau eating disorder adalah jenis penyakit serius dan bisa menyebabkan gangguan parah pada kesehatan penderitanya. Penyakit ini bisa ditandai dengan seseorang yang terobsesi dengan pola makan dan berat badan yang disertai dengan pikiran dan emosi yang tidak sehat dalam jangka panjang.
Berdasarkan data wawancara diagnostik dari National Comorbidity Survey Replication, usia penderita eating disorder rata-rata adalah 21 tahun. Data tersebut berarti menunjukkan bahwa pada usia tersebut menjadi periode puncak penyakit ini sering muncul dan didiagnosis.
Apa Itu Gangguan Makan dan Mengapa Tidak Boleh Diabaikan?
Eating disorder adalah penyimpangan perilaku makan yang tidak wajar terjadi secara terus menerus dalam periode waktu tertentu hingga mempengaruhi kesehatan fisik maupun psikologis penderitanya. Eating disorder bisa mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mendapatkan gizi harian yang cukup.
Bentuk penyimpangan ini bisa berupa pola konsumsi dan penyerapan makanan. Penderita bisa makan dalam porsi yang terlalu banyak atau malahan terlalu sedikit. Maka tidak hanya mempengaruhi pola makan tetapi diperlukan perhatian terkait kesehatan mental, sehingga penyakit ini tidak boleh diabaikan karena:
- Mempengaruhi kemampuan tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
- Tubuh kehilangan sumber energi harian.
- Penurunan drastis massa otot.
- Dalam jangka panjang bisa membahayakan jantung, tulang, ginjal, sistem pencernaan.
- Risiko kematian.
Jenis Gangguan Makan yang Paling Sering Terjadi

Terdapat lima jenis gangguan makan yang paling sering terjadi, yaitu anoreksia nervosa, bulimia nervosa, binge eating disorder, ARPID, dan OSFED. Setiap jenis eating disorder tersebut memiliki gejala yang berbeda-beda seperti pada informasi di bawah ini.
1. Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah kondisi seseorang membatasi makan lebih sedikit secara berlebihan dibandingkan yang dibutuhkan oleh tubuh. Anoreksia ini bisa dikaitkan dengan gangguan kejiwaan pasalnya penderitanya terobsesi untuk menjadi kurus meskipun berat badannya berada di bawah rata-rata normal.
Penderita anoreksia nervosa juga bisa ditandai dengan penurunan berat badan secara drastis, menyangkal rasa lapar yang dirasakan, mencari alasan agar tidak makan, dan olahraga secara berlebihan. Meskipun demikian penderita anoreksia nervosa ini tetap menganggap tubuhnya termasuk dalam kategori gemuk.
2. Bulimia Nervosa
Bulimia anoreksia adalah jenis gangguan makan dimana seseorang cenderung untuk makan dalam porsi banyak dan frekuensi yang cukup sering. Namun sebagai tindakan akibat takut meningkatnya berat badan, maka penderitanya memiliki kebiasaan memuntahkan kembali makanan yang sudah dimakan.
Bahkan parahnya penderita bulimia juga memiliki dorongan untuk mengeluarkan makanan dari tubuh secara paksa dan meminum obat pencahar. Penderita bulimia juga bisa ditandai dengan kebiasaan melakukan olahraga secara berlebihan, dan setelah makan sering ke kamar mandi.
3. Binge Eating Disorder
Binge eating disorder mirip dengan bulimia yaitu sama-sama tidak mampu mengontrol makan dalam porsi banyak dan frekuensi sering. Hanya saja yang membedakan dengan binge eating disorder adalah penderitanya tidak melakukan aktivitas mengeluarkan atau memuntahkan makanan yang sudah ditelan.
Penderita binge eating disorder bisa ditandai dengan makan lebih cepat dari orang normal, makan sampai merasa sangat kenyang, makan dalam jumlah banyak meskipun saat tidak lapar secara fisik. Namun penderita seringkali merasa depresi dan malu setelah makan porsi banyak dan frekuensi sering.
4. ARFID
Avoidant restrictive food intake disorder atau ARFID adalah gangguan makan berupa avoidant atau restriktif yang sering disebut dengan selektif. ARFID muncul ketika penderita membatasi jenis atau jumlah makanan yang dikonsumsinya sehingga mengakibatkan tidak terpenuhinya nutrisi dalam tubuh.
Membatasi makanan bagi penderita ARFID biasanya diakibatkan kurangnya nafsu makan, menghindari makanan berbasis sensorik (tekstur, penampilan, warna, dan bau). Penderita juga cenderung memiliki rasa kecemasan atau kekhawatiran akan tersedak, mual, muntah, sembelit, hingga reaksi alergi akibat makan.
5. OSFED
Other specified feeding and eating disorder atau OSFED adalah jenis eating disorder yang menyebabkan tekanan hingga mengganggu kehidupan sosial seperti hubungan keluarga dan pekerjaan. Penyakit ini muncul biasanya akibat penderita tidak mampu memenuhi kriteria berat badan yang diinginkannya.
Penyebab Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai
Bersumber dari Primaya Hospital, tidak terdapat penyebab tunggal seseorang mengalami eating disorder. Namun penyebab dari penyakit ini adalah akibat kombinasi beberapa faktor yang saling berkaitan, yaitu:
1. Faktor Genetik
Jika Anda memiliki riwayat keluarga dari orang tua atau saudara kandung penderita eating disorder atau masalah kesehatan mental lainnya, maka perlu waspada. Pasalnya faktor genetik bisa menjadi penyebab eating disorder dialami oleh keturunannya atau gen yang diwariskan.
2. Faktor Biologis
Gangguan makan juga bisa disebabkan akibat faktor biologis yaitu melibatkan interaksi kompleks antara genetika, perubahan zat kimia dalam otak, dan kerentanan fisik atau kesehatan. Faktor biologis ini seringkali juga berinteraksi dengan kondisi psikologis penderitanya.
3. Faktor Psikologis
Ditemukan adanya kepribadian perfeksionisme, impulsivitas, dan neurotisisme atau kecenderungan mengalami emosi negatif (marah, depresi, dan cemas) ketika mengalami eating disorder. Penderita kerap kali menunjukkan ketidakpuasan terhadap penampilan tubuh, diet, kalori, makanan, dan berat badan.
4. Faktor Sosiokultural
Penyebab gangguan makan akibat faktor sosiokultural adalah penderita menerima paparan standar kecantikan yang tidak realistis di media sosial, iklan, dan tayangan hiburan secara berlebihan. Bahkan juga akibat bullying terkait berat badan dan stigma obesitas.
5. Faktor Lingkungan
Terakhir adalah faktor lingkungan yang menyebabkan penderita eating disorder mengalami stres. Contohnya, broken home, pelecehan, tekanan akademik, tekanan olahraga, kehilangan sahabat, atau pindah tempat tinggal.
Cara Mengatasi Gangguan Makan Secara Tepat
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, upaya mengatasi eating disorder diperlukan penanganan berupa pendekatan medis yang melibatkan bantuan tim gabungan dari dokter, psikolog, psikiater, dan ahli gizi. Pendekatan medis yang umumnya dilakukan untuk mengatasi eating disorder meliputi:
- Terapi perilaku kognitif: membantu mengidentifikasi dan mengubah pola pikir menyimpang terkait makanan, berat badan, dan bentuk tubuh.
- Melibatkan keluarga dan teman secara aktif: membantu memulihkan berat badan, dan mengendalikan nafsu makan secara bertahap.
- Perencanaan pola makan sehat: dilakukan oleh ahli gizi yang bertujuan untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
- Pemantauan kesehatan: pemantauan tanda vital (tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh), berat badan, tes laboratorium (darah dan urin), EKG.
- Mempelajari teknik manajemen stres dan emosi: melakukan relaksasi, mengalihkan perhatian saat dorongan makan muncul, dan self compassion.
- Konsumsi obat-obatan: mengatasi gejala yang muncul akibat eating disorder, seperti obat antidepresan dan anti cemas.
Cari Dukungan dan Penanganan Gangguan Makan di Medicastore
Gangguan makan adalah jenis penyakit serius dan bisa menyebabkan gangguan parah pada kesehatan penderitanya. Pasalnya penyakit ini merupakan penyimpangan perilaku makan yang tidak wajar terjadi secara terus menerus hingga mempengaruhi kesehatan fisik maupun psikologis penderitanya.
Anda bisa mendapatkan dukungan dan penanganan eating disorder dengan cara yang tepat bersama Medicastore. Medicastore menyediakan layanan informasi dokter dan rumah sakit terdekat yang terpercaya untuk membantu mengatasi penyakit eating disorder.
Di Medicastore juga menyediakan layanan pembelian produk kesehatan termasuk obat dan suplemen dengan kualitas dan keaslian produk yang terjamin. Lakukan pembelian kebutuhan kesehatan secara mudah melalui aplikasi Medicastore. Download aplikasinya sekarang dan nikmati kemudahan pemesanannya.
Referensi:
- https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/kenali-gejala-dan-ragam-jenis-gangguan-makan-eating-disorders
- https://unair.ac.id/kenali-tiga-jenis-gangguan-makan-yang-kerap-diidap-para-remaja/
- https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/eating-disorders
- https://primayahospital.com/kejiwaan/gangguan-makan-pada-remaja/
- https://rmik.poltekkestasikmalaya.ac.id/2024/11/08/memahami-dan-mengatasi-gangguan-makan-langkah-langkah-menuju-kesehatan-mental-yang-lebih-baik/
- https://columbiaasia.co.id/artikel/kesehatan/mengenali-dan-mengatasi-gangguan-makan-anoreksia-bulimia/
- https://www.psychiatry.org/patients-families/eating-disorders/what-are-eating-disorders
- https://www.emc.id/id/care-plus/lebih-dekat-dengan-ragam-eating-disorder-dan-penanganannya
- https://www.alodokter.com/gangguan-makan
- https://www.allianceforeatingdisorders.com/disordered-eating-vs-eating-disorders-whats-the-difference/
- https://www.seedsofhopesupport.com/what-does-ednos-really-mean-understanding-the-overlooked-eating-disorder/