Gangguan Tidur Berjalan, Apakah Normal atau Perlu Diobati?

Gangguan tidur berjalan kerap dianggap sebagai kondisi yang jarang terjadi. Padahal, masalah tidur ini dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Kondisi tersebut membuat seseorang melakukan aktivitas seperti duduk, berjalan, atau berbicara saat masih tertidur tanpa disadari.

 

Meski terlihat sepele, tidur berjalan tetap perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko cedera. Selain itu, kebiasaan ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan tidur atau kondisi kesehatan tertentu yang mempengaruhi kualitas istirahat seseorang.

 

Apa Itu Gangguan Tidur Berjalan?

 

Berdasarkan informasi dari Cleveland Clinic, sleepwalking adalah gangguan tidur yang membuat seseorang bisa bergerak atau melakukan aktivitas saat masih tertidur. Kondisi ini cukup sering terjadi dalam keluarga, dan biasanya akan berkurang atau hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

 

Sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama usia sekolah. Namun, kondisi ini juga dapat dialami oleh remaja hingga orang dewasa. Pada beberapa kasus, kebiasaan tidur berjalan dapat muncul sesekali, tetapi ada juga yang mengalaminya berulang kali sehingga mengganggu kualitas tidur.

 

Saat mengalami tidur berjalan, seseorang dapat melakukan berbagai aktivitas, mulai dari duduk dan berbicara hingga berjalan tanpa sadar. Oleh karena itu, gangguan ini perlu dikenali agar dapat ditangani dengan tepat dan aman.

 

Penyebab Gangguan Tidur Berjalan yang Sering Terjadi

 

Penyebab Gangguan Tidur Berjalan yang Sering Terjadi

 

Sleepwalking dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu. Beberapa pemicu bahkan sering tidak disadari sehingga membuat episode tidur berjalan terus berulang. Bersumber dari Verywell Health, berikut beberapa penyebab yang paling sering terjadi.

 

1. Kurang Tidur dan Kelelahan

 

Kurang tidur menjadi salah satu pemicu yang paling sering terjadi. Ketika tubuh terlalu lelah, proses perpindahan fase tidur dapat terganggu sehingga seseorang lebih mudah mengalami tidur berjalan.

 

Selain itu, jadwal tidur yang tidak teratur juga dapat memperburuk kondisi ini. Begadang, pola kerja shift, atau kebiasaan tidur larut malam membuat kualitas tidur menurun dan meningkatkan risiko episode tidur berjalan.

 

2. Stres dan Tekanan Emosional

 

Stres berlebihan dapat mempengaruhi kualitas tidur seseorang. Pikiran yang terlalu aktif membuat tubuh sulit mencapai tidur yang benar-benar nyenyak sehingga risiko gangguan tidur berjalan meningkat.

 

Pada beberapa orang, tekanan emosional dapat memicu tidur berjalan lebih sering terjadi. Oleh sebab itu, mengelola stres dengan baik menjadi salah satu cara penting untuk membantu mengurangi gangguan ini secara alami.

 

3. Demam

 

Penyakit atau demam, terutama pada anak-anak, dapat memicu tidur berjalan. Demam juga dapat mengurangi waktu tidur dan meningkatkan munculnya mimpi aneh atau mimpi buruk.

 

4. Gangguan Tidur Lain

 

Beberapa gangguan tidur lain dapat memicu munculnya sleepwalking, seperti sleep apnea, insomnia, atau restless legs syndrome. Kondisi tersebut membuat kualitas tidur terganggu sehingga otak tidak beristirahat secara optimal.

 

Ketika tidur menjadi tidak stabil, tubuh lebih mudah mengalami aktivitas tidak sadar saat tidur. Karena itu, penting untuk mengetahui apakah terdapat masalah tidur lain yang mendasari kondisi ini.

 

5. Pengaruh Obat dan Konsumsi Alkohol

 

Beberapa jenis obat tertentu dapat mempengaruhi sistem saraf dan pola tidur. Obat penenang, obat tidur, atau konsumsi alkohol berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko tidur berjalan pada sebagian orang.

 

Selain itu, penggunaan obat tanpa pengawasan dokter juga dapat memperburuk kualitas tidur. Oleh sebab itu, penting untuk menggunakan obat sesuai anjuran agar risiko efek samping dapat diminimalkan.

 

Kapan Gangguan Tidur Berjalan Perlu Diwaspadai?

 

Meskipun sering dianggap tidak berbahaya, ada beberapa kondisi yang membuat tidur berjalan perlu mendapatkan perhatian khusus. Terlebih jika frekuensinya semakin sering atau mulai menimbulkan risiko keselamatan bagi penderita maupun orang di sekitarnya.

Berikut beberapa tanda yang perlu diwaspadai:

  • Tidur berjalan terjadi lebih dari dua kali dalam seminggu.
  • Penderita keluar rumah atau melakukan aktivitas berbahaya saat tidur.
  • Menyebabkan cedera atau risiko kecelakaan.
  • Sleepwalking mulai terjadi saat dewasa tanpa riwayat sebelumnya.
  • Penderita terlihat sangat lelah dan mengantuk pada siang hari.
  • Kondisi disertai gangguan tidur lain seperti mendengkur berat atau insomnia.
  • Tidur berjalan berpengaruh buruk pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari.

 

Jika kondisi di atas mulai muncul, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan. Penanganan yang tepat dapat membantu mengetahui penyebab utama sekaligus mencegah komplikasi yang lebih serius.

 

Cara Mengatasi Gangguan Tidur Berjalan dengan Aman

 

Penanganan tidur berjalan perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak membahayakan penderita. Selain menjaga kualitas tidur, beberapa langkah sederhana juga dapat membantu mengurangi frekuensi episode yang terjadi.

 

1. Membuat Jadwal Tidur yang Teratur

 

Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari membantu tubuh memiliki ritme tidur yang lebih stabil. Dengan pola tidur yang teratur, otak dapat beristirahat lebih optimal sehingga risiko tidur berjalan dapat berkurang.

 

Selain itu, usahakan untuk mendapatkan waktu tidur yang cukup setiap malam. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar tujuh hingga delapan jam tidur agar tubuh dapat pulih dengan baik.

 

2. Mengurangi Stres Sebelum Tidur

 

Mengelola stres menjadi langkah penting untuk membantu mengurangi sleepwalking. Anda dapat mencoba relaksasi ringan seperti meditasi, membaca buku, atau mendengarkan musik yang menenangkan sebelum tidur.

 

Hindari aktivitas yang membuat pikiran terlalu aktif pada malam hari. Penggunaan gadget berlebihan dan pekerjaan yang menumpuk dapat membuat otak sulit rileks sehingga kualitas tidur menurun.

 

3. Menjaga Lingkungan Tidur Tetap Aman

 

Karena penderita dapat berjalan tanpa sadar, keamanan kamar perlu diperhatikan. Pastikan lantai bebas dari benda tajam atau barang yang mudah membuat seseorang tersandung.

 

Selain itu, pintu dan jendela sebaiknya dikunci dengan aman. Langkah ini penting untuk mencegah risiko keluar rumah atau mengalami cedera saat episode tidur berjalan terjadi.

 

4. Menghindari Alkohol dan Penggunaan Obat Sembarangan

 

Mengurangi konsumsi alkohol dapat membantu memperbaiki kualitas tidur dan menurunkan risiko gangguan tidur berjalan. Alkohol dapat mengganggu fase tidur nyenyak sehingga tidur menjadi tidak stabil.

 

Selain itu, hindari penggunaan obat tidur tanpa pengawasan dokter. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat tertentu dan mengalami tidur berjalan, konsultasikan dengan tenaga medis untuk mengetahui kemungkinan efek sampingnya.

 

5. Konsultasi dengan Dokter Jika Kondisi Berulang

 

Jika tidur berjalan terjadi terus-menerus, pemeriksaan medis perlu dilakukan. Dokter dapat membantu mencari penyebab utama sekaligus menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien.

 

Pada beberapa kasus, dokter mungkin menyarankan terapi tertentu atau memberikan obat untuk membantu memperbaiki kualitas tidur. Penanganan sejak dini juga membantu mencegah risiko cedera dan komplikasi lainnya.

 

Cari Solusi Gangguan Tidur dan Konsultasikan Bersama Medicastore

 

Sleepwalking memang tidak selalu berbahaya, tetapi kondisi ini tetap perlu diperhatikan agar tidak mengganggu kualitas hidup dan keselamatan penderita. Dengan mengetahui penyebab, tanda bahaya, serta cara mengatasinya, risiko tidur berjalan dapat dikurangi secara lebih efektif.

 

Selain menerapkan pola hidup sehat, Anda juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan terpercaya seperti Medicastore. Melalui layanan ini, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter mengenai gangguan kesehatan, memperoleh informasi medis yang sesuai, serta mendapatkan resep obat sesuai kebutuhan.

 

Jangan abaikan gangguan tidur yang terjadi berulang atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera konsultasikan gangguan tidur berjalan bersama Medicastore agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.

 

Referensi:

  1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleepwalking/symptoms-causes/syc-20353506
  2. https://www.verywellhealth.com/why-do-people-sleepwalk-11704923
  3. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14292-sleepwalking
  4. https://www.halodoc.com/artikel/sleepwalking-penyebab-gejala-dan-cara-mengatasinya
  5. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-sleepwalking