Pneumonia (Radang Paru)
Penyakit
23-01-2020

Pneumonia (Radang Paru)

(Sumber gambar: wittysparks.com)

Pneumonia adalah peradangan paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, ataupun jamur.

Penyebab

Penyebab pneumonia adalah:

  1. Bakteri (paling sering menyebabkan pneumonia pada orang dewasa), misalnya :
    - Streptococcus pneumoniae
    - Staphylococcus aureus
    - Legionella
  2. Virus, misalnya virus influenza
  3. Organisme mirip bakteri: Mycoplasma pneumoniae (terutama pada anak-anak dan dewasa muda)
  4. Jamur tertentu

Beberapa orang yang rentan (mudah terkena) pneumonia adalah:

  1. Peminum alkohol
  2. Perokok
  3. Penderita diabetes, gagal jantung, atau penyakit paru obstruktif menahun
  4. Gangguan sistem kekebalan tubuh karena obat tertentu (penderita kanker, penerima organ cangkokan/transplantasi)
  5. Gangguan sistem kekebalan karena penyakit (penderita AIDS)

Pneumonia juga bisa terjadi setelah pembedahan (terutama pembedahan perut) atau cedera (terutama cedera dada), akibat adanya kesulitan untuk bernafas dalam, batuk dan mengeluarkan lendir yang tertahan.

Gejala

Gejala-gejala pneumonia yang bisa ditemukan antara lain :
- batuk berdahak
- nyeri dada (bisa tajam atau tumpul dan bertambah hebat jika penderita menarik napas dalam atau batuk)
- sesak napas
- laju pernapasan meningkat
- demam, menggigil, dan rasa tidak enak badan
- mudah lelah
- sakit kepala
- mual, muntah, nafsu makan berkurang
- nyeri perut
- kekakuan otot dan sendi

Diagnosis

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis antara lain:

  1. Rontgen dada
  2. Biakan dahak
  3. Pemeriksaan darah
  4. Analisa gas darah arteri

Penanganan

Terapi yang diberikan untuk pneumonia meliputi pengobatan untuk mengatasi infeksi (bakteri, virus, jamur, atau mikoplasma) dan mencegah terjadinya komplikasi.

Pemberian terapi tergantung dari jenis dan keparahan pneumonia, usia penderita, dan kondisi kesehatan secara keseluruhan. Seseorang bisa menggunakan obat yang dijual bebas untuk mengatasi demam sementara, misalnya ibuprofen, sampai mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter.

Seseorang perlu dirawat inap jika :

  1. berusia lebih dari 65 tahun atau berusia kurang dari 3 bulan
  2. mengalami disorientasi terhadap waktu, tempat, dan orang
  3. cenderung terus tidur (pada anak-anak)
  4. mual dan muntah, sehingga tidak bisa minum obat
  5. mengalami penurunan tekanan darah
  6. laju pernapasan yang cepat
  7. mengalami kesulitan bernapas
  8. mengalami penurunan kadar oksigen dalam darah
  9. memerlukan alat bantu napas
  10. suhu tubuh dibawah normal
  11. tampak dehidrasi (pada anak-anak)

Jika membutuhkan alat bantu napas (ventilator) atau jika timbul gejala-gejala yang berat, maka penderita perlu dirawat di ruang perawatan intensif (ICU).

Pencegahan

Cara yang paling efektif untuk mencegah pneumonia adalah dengan berhenti merokok. Vaksinasi juga perlu dilakukan, misalnya:

  1. Vaksin pneumokokus (untuk mencegah pneumonia karena Streptococcus pneumoniae)
  2. Vaksin influenza
  3. Vaksin Hib (untuk mencegah pneumonia karena Haemophilus influenzae type b)

Oang-orang yang rentan terhadap pneumonia (misalnya orang yang baru menjalani pembedahan di bagian dada atau perut, dan orang-orang yang tidak dapat bangun dari tempat tidur untuk waktu lama) perlu melakukan latihan untuk bernapas dalam dan terapi mengeluarkan dahak untuk membantu mencegah terjadinya pneumonia.

Referensi:

  • - B, John G. Overview of Pneumonia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.
  • - Mayo Clinic. Pneumonia. 2013.