Penyakit
23-02-2018

Pneumonia Pneumokistik

Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis) adalah suatu infeksi paru-paru akibat jamur yang bernama Pneumocystis carinii (saat ini berubah nama menjadi Pneumocystis jiroveci).

Penyebabnya adalah Pneumocystis jiroveci, yaitu organisme yang banyak ditemukan di paru-paru normal dan tidak menimbulkan gejala. Tetapi pada orang-orang yang mengalami gangguan sistem kekebalan akibat kanker, HIV/AIDS, orang yang mendapatkan transplantasi/pencangkokan sumsum tulang maupun organ, dan orang-orang yang menggunakan kortikosteroid atau obat-obatan lain yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk jangka panjang, jamur tersebut bisa menyebabkan terjadinya infeksi paru-paru.

Lebih dari 80% penderita AIDS yang tidak mendapatkan pengobatan pencegahan standar, suatu saat akan menderita penyakit ini. Pneumokistosis seringkali merupakan tanda pertama yang menunjukkan bahwa infeksi HIV telah berkembang menjadi AIDS.

Pada penderita AIDS, pneumokistosis biasanya memiliki perjalanan penyakit yang lebih lambat, yaitu batuk, demam dan sesak nafas selama berminggu-minggu. Sedangkan pada non-penderita AIDS, perjalanan penyakit ini biasanya lebih singkat dan sifatnya lebih akut.

Kebanyakan penderita akan merasakan demam, sesak nafas dan batuk kering. Paru-paru tidak dapat menyalurkan oksigen dalam jumlah yang memadai ke dalam darah sehingga timbul sesak nafas yang berat. Sesak terutama timbul saat penderita beraktivitas.

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada dan hasil pemeriksaan fisik. Diagnosa dipastikan dengan menemukan organisme penyebabnya, yaitu dengan cara melakukan pemeriksaan mikroskopik terhadap dahak penderita.

Pemeriksaan lain yang bisa dilakukan:

  • Rontgen dada
  • Biopsi paru-paru (jarang dilakukan)
  • Analis gas darah
  • Setelah diagnosa dipastikan, pneumonia akibat P. carinii diatasi dengan pemberian antibiotik tertentu yang efektif. Obat perlu diberikan melalui suntikan pada penyakit yang berat atau jika seseorang mengalami efek samping pada saluran cerna pada pemberian oral (minum). Namun, meskipun diobati, angka kematian akibat penyakit ini mencapai 10-30%. Penderita AIDS yang telah berhasil diobati, biasanya tetap mendapatkan pengobatan untuk mencegah terjadinya kekambuhan.

    Tidak ada vaksin yang tersedia untuk mencegah terjadinya pneumonia jenis ini. Risiko terinfeksi bisa dikurangi dengan cara tidak merokok.

    Penderita AIDS, pengguna kortikosteroid dosis tinggi jangka panjang dan orang-orang yang pernah menderita pneumokistosis bisa dianjurkan untuk menjalani terapi profilaksis (pencegahan), yaitu dengan mulai menggunakan obat-obat untuk mengatasi Pneumonia Pneumokistik tetapi dalam dosis yang berbeda.

    - B, Nicholas J. Pneumocystis (Carinii) Jiroveci Pneumonia. Medscape. 2012.

    - D, Yamini. Pneumocystis Pneumonia. KidsHealth. 2011.

    - J, Kimball. AIDS, HIV, and Pneumocystis Pneumonia. Web MD. 2012.