Pneumonia Aspirasi
Penyakit
04-02-2020

Pneumonia Aspirasi

(Sumber gambar: www.aspirationpneumonia.info)

Pneumonia Aspirasi adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya bahan-bahan, seperti makanan, minuman, muntahan, atau ludah, ke dalam saluran pernapasan dan paru-paru.

Penyebab Pneumonia Aspirasi

Partikel-partikel kecil dari mulut seringkali bisa terhirup masuk ke dalam saluran napas, tetapi biasanya sebelum masuk ke dalam paru-paru, partikel-partikel kecil tersebut akan dikeluarkan oleh mekanisme pertahanan tubuh yang normal (misalnya dengan dibatukkan). Tetapi jika partikel-partikel yang terhirup tidak dapat dikeluarkan, maka bisa terjadi peradangan maupun infeksi, sehingga timbul pneumonia aspirasi.

Faktor risiko terjadinya aspirasi atau terhirupnya bahan-bahan asing ke dalam paru-paru antara lain :

  1. Penurunan kesadaran, misalnya akibat penyakit atau penggunaan obat tertentu
  2. Tidak sadar (koma)
  3. Mengkonsumsi sejumlah besar alkohol atau obat-obat terlarang
  4. Pemakaian obat anestesi (obat bius) untuk operasi
  5. Orang-orang yang berusia lanjut
  6. Refleks muntah yang kurang baik pada orang-orang yang tidak sadar atau setengah sadar, misalnya akibat stroke atau cedera kepala
  7. Adanya gangguan dalam menelan, misalnya pada stroke

Pneumonia aspirasi jenis lain yang bisa terjadi :

- Pneumonitis Kimia. Pneumonitis kimia terjadi karena menghirup bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap paru-paru. Gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh adanya iritasi ketimbang infeksi. Bahan toksik yang seringkali terhirup adalah asam lambung. Oleh karena itu, pneumonitis kimia bisa terjadi akibat menghirup bahan-bahan yang dimuntahkan. Hal ini bisa terjadi jika orang yang muntah tidak sadar penuh, misalnya akibat kejang, stroke, atau overdosis obat/alkohol.

Pneumonitis kimia juga bisa disebabkan oleh terhirupnya:

  1. minyak laksatif, misalnya minyak castor, minyak mineral, dan minyak parafin
  2. hidrokarbon, misalnya bensin, kerosen, dan minyak tanah

- Pneumonia Bakteri, merupakan bentuk pneumonia aspirasi yang terjadi karena bakteri dari rongga mulut atau faring terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Gejala Pneumonia Aspirasi

Gejala-gejala pneumonia belum muncul setidaknya dalam waktu 1-2 hari. Gejala yang muncul bisa berupa :
- Batuk berdahak, yang bisa berwarna kehijauan atau disertai nanah/darah
- Napas berbau busuk
- Nyeri dada
- Sesak napas
- Mengi 
- Demam
- Banyak berkeringat
- Kelelahan
- Kulit berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen
- Gangguan menelan

Pada pneumonitis kimia, penderita segera mengalami sesak napas dan batuk dalam waktu beberapa menit atau jam. Gejala-gejala lain yang bisa terjadi yaitu : demam, sesak napas, serta dahak yang berbusa dan berwarna merah muda. Pada kasus yang lebih ringan, gejala mungkin baru muncul setelah 1-2 hari sejak bahan berbahaya terhirup.

Gejala-gejala pneumonia akibat aspirasi bakteri antara lain berupa :
- batuk dengan dahak purulen
- demam atau menggigil
- rasa tidak enak badan
- sesak napas
- nyeri dada
- mual/muntah
- tidak nafsu makan
- penurunan berat badan

OBSTRUKSI MEKANIK

Obstruksi mekanik pada saluran napas bisa disebabkan oleh terhirupnya partikel atau benda asing sehingga menyumbat saluran napas. Anak kecil memiliki risiko yang tinggi karena seringkali memasukkan benda ke dalam mulutnya dan kemungkinan bisa menelan mainan kecil atau bagian-bagian dari mainan.

Obstruksi mekanik juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama jika tersedak potongan daging pada saat makan.

Jika benda asing menyebabkan sumbatan pada saluran napas besar (trakea), maka pasien tidak dapat bernapas atau bicara. Jika benda tersebut tidak bisa dikeluarkan dengan segera, maka penderita akan segera meninggal.

Manuver Heimlich perlu dilakukan untuk mencoba mengeluarkan benda asing dan tindakan ini biasanya dapat menyelamatkan nyawa penderita.

Jika benda asing tersangkut di bagian yang lebih bawah dari saluran pernapasan, maka bisa terjadi batuk iritatif menahun dan infeksi berulang. Benda asing biasanya dapat dikeluarkan dengan bronkoskopi (alat dimasukkan melalui saluran pernapasan dan benda asing dikeluarkan).

Diagnosis Penumonia Aspirasi

Diagnosis didasarkan dari gejala-gejala yang ada, riwayat aspirasi (terhirupnya) bahan-bahan tertentu ke dalam saluran napas, serta pemeriksaan fisik.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan :
- Bronkoskopi
- Foto rontgen atau CT scan dada
- Pemeriksaan darah
- Kultur dahak
- Tes menelan

Penanganan Pneumonia Aspirasi

Penanganan yang diberikan tergantung dari seberapa berat pneumonia yang terjadi. Beberapa penderita mungkin perlu di rawat inap, dan terkadang diperlukan alat bantu napas (ventilator).

Pengobatan untuk pneumonia aspirasi bisa berupa pemberian oksigen dan bronkoskopi untuk membersihkan saluran napas akibat terhirupnya partikel.

Biasanya orang-orang dengan pneumonitis kimia bisa segera sembuh atau akan memburuk menjadi sindroma gawat pernapasan akut atau mengalami infeksi bakteri. Sekitar 30-50% penderita dengan pneumonitis kimia berat akibat aspirasi asam lambung akan meninggal.

Referensi:

- B, John G. Aspiration Pneumonia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- H, Denis. Aspiration Pneumonia. Medline Plus. 2013.