Penyakit
23-02-2018

Pneumonia Aspirasi

Pneumonia Aspirasi adalah infeksi paru-paru yang disebabkan oleh terhirupnya bahan-bahan, seperti makanan, minuman, muntahan, atau ludah, ke dalam saluran pernafasan dan paru-paru.

Partikel-partikel kecil dari mulut seringkali bisa terhirup masuk ke dalam saluran nafas, tetapi biasanya sebelum masuk ke dalam paru-paru, partikel-partikel kecil tersebut akan dikeluarkan oleh mekanisme pertahanan tubuh yang normal (misalnya dengan dibatukkan). Tetapi jika partikel-partikel yang terhirup tidak dapat dikeluarkan, maka bisa terjadi peradangan maupun infeksi, sehingga timbul pneumonia aspirasi.

Faktor risiko terjadinya aspirasi atau terhirupnya bahan-bahan asing ke dalam paru-paru antara lain :

  • Penurunan kesadaran, misalnya akibat penyakit atau penggunaan obat tertentu
  • Tidak sadar (koma)
  • Mengkonsumsi sejumlah besar alkohol atau obat-obat terlarang
  • Pemakaian obat anestesi (obat bius) untuk operasi
  • Orang-orang yang berusia lanjut
  • Refleks muntah yang kurang baik pada orang-orang yang tidak sadar atau setengah sadar, misalnya akibat stroke atau cedera kepala
  • Adanya gangguan dalam menelan, misalnya pada stroke

Pneumonia aspirasi jenis lain yang bisa terjadi :

- Pneumonitis Kimia. Pneumonitis kimia terjadi karena menghirup bahan-bahan yang bersifat toksik terhadap paru-paru. Gangguan yang terjadi lebih disebabkan oleh adanya iritasi ketimbang infeksi. Bahan toksik yang seringkali terhirup adalah asam lambung. Oleh karena itu, pneumonitis kimia bisa terjadi akibat menghirup bahan-bahan yang dimuntahkan. Hal ini bisa terjadi jika orang yang muntah tidak sadar penuh, misalnya akibat kejang, stroke, atau overdosis obat/alkohol.

Pneumonitis kimia juga bisa disebabkan oleh terhirupnya :

  • minyak laksatif, misalnya minyak castor, minyak mineral, dan minyak parafin
  • hidrokarbon, misalnya bensin, kerosen, dan minyak tanah

- Pneumonia Bakteri, merupakan bentuk pneumonia aspirasi yang terjadi karena bakteri dari rongga mulut atau faring terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Gejala-gejala pneumonia belum muncul setidaknya dalam waktu 1-2 hari. Gejala yang muncul bisa berupa :
- Batuk berdahak, yang bisa berwarna kehijauan atau disertai nanah/darah
- Nafas berbau busuk
- Nyeri dada
- Sesak nafas
- Mengi 
- Demam
- Banyak berkeringat
- Kelelahan
- Kulit berwarna kebiruan akibat kekurangan oksigen
- Gangguan menelan

Pada pneumonitis kimia, penderita segera mengalami sesak nafas dan batuk dalam waktu beberapa menit atau jam. Gejala-gejala lain yang bisa terjadi yaitu : demam, sesak nafas, serta dahak yang berbusa dan berwarna merah muda. Pada kasus yang lebih ringan, gejala mungkin baru muncul setelah 1-2 hari sejak bahan berbahaya terhirup.

Gejala-gejala pneumonia akibat aspirasi bakteri antara lain berupa :
- batuk dengan dahak purulen
- demam atau menggigil
- rasa tidak enak badan
- sesak nafas
- nyeri dada
- mual/muntah
- tidak nafsu makan
- penurunan berat badan

OBSTRUKSI MEKANIK

Obstruksi mekanik pada saluran nafas bisa disebabkan oleh terhirupnya partikel atau benda asing sehingga menyumbat saluran nafas. Anak kecil memiliki risiko yang tinggi karena seringkali memasukkan benda ke dalam mulutnya dan kemungkinan bisa menelan mainan kecil atau bagian-bagian dari mainan.

Obstruksi mekanik juga dapat terjadi pada orang dewasa, terutama jika tersedak potongan daging pada saat makan.

Jika benda asing menyebabkan sumbatan pada saluran nafas besar (trakea), maka pasien tidak dapat bernafas atau bicara. Jika benda tersebut tidak bisa dikeluarkan dengan segera, maka penderita akan segera meninggal.

Manuver Heimlich perlu dilakukan untuk mencoba mengeluarkan benda asing dan tindakan ini biasanya dapat menyelamatkan nyawa penderita.

Jika benda asing tersangkut di bagian yang lebih bawah dari saluran pernafasan, maka bisa terjadi batuk iritatif menahun dan infeksi berulang. Benda asing biasanya dapat dikeluarkan dengan bronkoskopi (alat dimasukkan melalui saluran pernafasan dan benda asing dikeluarkan).

Diagnosa didasarkan dari gejala-gejala yang ada, riwayat aspirasi (terhirupnya) bahan-bahan tertentu ke dalam saluran nafas, serta pemeriksaan fisik.

Beberapa pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan :
- Bronkoskopi
- Foto rontgen atau CT scan dada
- Pemeriksaan darah
- Kultur dahak
- Tes menelan

Penanganan yang diberikan tergantung dari seberapa berat pneumonia yang terjadi. Beberapa penderita mungkin perlu di rawat inap, dan terkadang diperlukan alat bantu nafas (ventilator).

Pengobatan untuk pneumonia aspirasi bisa berupa pemberian oksigen dan bronkoskopi untuk membersihkan saluran nafas akibat terhirupnya partikel.

Biasanya orang-orang dengan pneumonitis kimia bisa segera sembuh atau akan memburuk menjadi sindroma gawat pernafasan akut atau mengalami infeksi bakteri. Sekitar 30-50% penderita dengan pneumonitis kimia berat akibat aspirasi asam lambung akan meninggal.

- B, John G. Aspiration Pneumonia. Merck Manual Home Health Handbook. 2008.

- H, Denis. Aspiration Pneumonia. Medline Plus. 2013.