Penyakit
23-02-2018

Penyakit Pilonidal

Penyakit Pilonidal merupakan suatu infeksi kulit kronis pada daerah lipatan bokong. Orang-orang dengan kondisi ini bisa memiliki satu atau lebih kista pada daerah tersebut yang cenderung meradang dan terinfeksi.

Penyebab terjadinya penyakit pilonidal adalah adanya rambut yang mengiritasi dan menimbulkan luka pada kulit di belahan bokong bagian atas.

Tanpa sebab yang jelas, terkadang rambut bisa mengiritasi dan tumbuh ke dalam kulit, sehingga membentuk rongga yang terisi rambut (kista pilonidal), biasanya terbentuk di belahan bokong bagian atas. Beberapa kista juga bisa telah ada sejak lahir (kongenital).

Selain itu, ada juga beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya penyakit pilonidal antara lain :

  • Olahraga yang mempengaruhi daerah bokong (misalnya berkuda atau bersepeda)
  • Menggunakan pakaian yang ketat di daerah bokong
  • Udara panas
  • Banyak berkeringat

Kondisi-kondisi di atas bisa membuat folikel rambut tersumbat dan terinfeksi, kemudian membentuk abses. Jika seseorang terus berolahraga atau berjalan seringkali akan menarik rambut ke arah abses tersebut.

Sumber : www.livestrong.com

Penyakit pilonidal biasanya terjadi pada pria muda kulit putih yang berambut lebat, tetapi penyakit ini juga bisa terjadi pada wanita.

Kista pilonidal bisa tidak menimbulkan gejala atau bisa juga menjadi terinfeksi. Jika infeksi menyebabkan akumulasi nanah, maka lesi ini disebut sebagai abses pilonidal. Abses pilonidal bisa menyebabkan timbulnya nyeri terutama saat duduk atau berjalan, kemerahan, dan pembengkakan. Terkadang nanah bisa keluar dengan spontan dari abses tersebut. Luka kronis yang telah mengering disebut sebagai sinus pilonidal.

Sumber : www.st-joseph.org

Untuk membedahan penyakit pilonidal dari infeksi lainnya, maka bisa dilakukan pemeriksaan untuk melihat apakah terdapat lubang-lubang kecil di daerah yang terinfeksi atau daerah di dekatnya.

Kista pilonidal yang ringan bisa diatasi dengan cara menjaga daerah sekitarnya bebas dari rambut, misalnya dengan mencukur daerah tersebut secara rutin.

Namun, jika kista menjadi terinfeksi dan terbentuk abses, maka perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter. Bisa dilakukan sayatan untuk mengeluarkan nanah di dalamnya. Pembedahan juga bisa dilakukan untuk mengangkat kista.

Beberapa penanganan yang bisa dilakukan setelah menjalani pembedahan atau untuk mengatasi kista yang tidak menimbulkan gejala :

  • Menjaga daerah bokong tetap kering dan bersih
  • Menggunakan celana dalam katun
  • Tidak duduk pada permukaan yang keras untuk waktu lama
  • Menjaga daerah bokong bebas dari rambut, misalnya dengan mencukurnya secara rutin

- A, Parswa. Pilonidal Disease. Merck Manual Home Health Handbook. 2012.

- Healthwise. Pilonidal Disease. Web MD. 2011.